0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Apple Berita Featured Intel Spesial

    Apple Pernah Buang Intel, Kini Malah Ingin Balikan - Liputan6

    5 min read

     

    Apple Pernah Buang Intel, Kini Malah Ingin Balikan

    Apple Pernah Buang Intel, Kini Malah Memintanya Balik. Credit: Intel Corporation

    Apple kembali melirik Intel setelah memutus hubungan chipset selama bertahun-tahun. Analis Ming-Chi Kuo ungkap Intel sudah mulai uji produksi chip untuk iPhone,

    Liputan6.com, Jakarta - Apple dikabarkan mulai membuka pintu kerja sama lagi dengan Intel. Informasi ini membuat banyak pihak terkejut, karena dua perusahaan tersebut punya sejarah panjang di lini Mac, sebelum akhirnya Apple meninggalkan chip Intel dan beralih ke chipset buatannya sendiri. 

    Kabar terkini datang dari analis Apple, Ming-Chi Kuo. Mengutip cuitan Kuo di X (dulunya Twitter), Senin (18/5/2026), Intel kabarnya sudah memulai pengujian skala kecil fabrikasi chip iPhone, iPad, dan Mac kelas bawah.

    Kuo menyebutkan, produksi chip buatan perusahaan semi konduktor berbasis di Santa Clara, California itu diperkirakan akan meningkat sepanjang tahun 2027 dan 2028.

    Namun, ada satu hal penting perlu digarisbawahi. Kabar ini tidak serta-merta Apple kembali memakai prosesor rancangan Intel seperti era Mac berbasis x86.

    Jika kerja sama ini benar terwujud, Intel akan bertindak sebagai pabrik pembuat chip. Sementara itu, desain chipset masih berasal dari Apple. Artinya, ini tetap Apple Silicon, hanya saja sebagian produksinya berpotensi dilakukan oleh pabrik Intel di Amerika Serikat.

    Langkah tersebut bisa menjadi perubahan besar dalam rantai pasok Apple. Sejak 2016, TSMC menjadi pemasok eksklusif system-on-a-chip untuk perangkat Apple. Dominasi itu mencakup chip seri A untuk iPhone dan chip seri M untuk Mac serta iPad.

    Menurut Kuo, Apple memakai proses Intel 18A untuk pengujian tersebut. Perusahaan juga sedang mengevaluasi teknologi node canggih Intel lainnya. Hingga sekarang, belum diketahui secara pasti chip seri A atau M mana yang sedang diuji.

    Kuo juga menyebutkan, pengujian produksi ini menyasar chip untuk perangkat kelas bawah atau model lama yang masih dijual. Beberapa pihak meyakini, produksi awal ini berpotensi terkait dengan chip iPhone.

    Bagi Apple, membuka jalur produksi di Intel bisa memberi beberapa keuntungan. Perusahaan dapat mengurangi ketergantungan terhadap satu pemasok, memperkuat posisi negosiasi biaya, dan menambah fleksibilitas pasokan.

    Langkah ini juga punya dimensi politik dan industri. Produksi chip oleh Intel di AS bisa sejalan dengan dorongan pemerintah Amerika Serikat untuk memperkuat manufaktur semikonduktor domestik.

    TSMC Tetap Jadi Produsen Utama

    iPhone 17 Pro Cosmic Orange Diserbu Pembeli di China karena Disebut Bawa Hoki, (Liputan6.com/ Yuslianson)

    Meski begitu, TSMC tampaknya belum akan tergeser dalam waktu dekat. Kuo menyebut TSMC masih akan memegang sekitar 90 persen pasokan chip Apple. Artinya, Intel kemungkinan baru menjadi pemasok tambahan untuk model tertentu, bukan pengganti utama TSMC.

    Posisi pabrik asal Taiwan ini masih tetap kuat, dan sudah lama menjadi tulang punggung Apple untuk produksi chip canggih. Terhitung, TSMC sudah memproduksi chip kelas atas untuk iPhone Pro, iPad Pro, dan Mac premium.

    Kabar ini juga menarik karena Intel pernah menjadi bagian penting dari sejarah Mac. Selama bertahun-tahun, MacBook, iMac, Mac mini, hingga Mac Pro memakai prosesor Intel. Namun, Apple mulai meninggalkan Intel pada 2020 saat memperkenalkan Apple silicon berbasis arsitektur ARM.

    Transisi itu mengubah wajah Mac. Apple dapat mengontrol desain chip, efisiensi daya, performa, dan integrasi perangkat lunak dengan lebih ketat. Sejak itu, Mac berbasis M-series menjadi salah satu kekuatan utama Apple di pasar laptop dan desktop

    Kemungkinan, kerja sama baru dengan Intel ini bertujuan untuk memperluas rantai pasok chip buatan Apple sendiri. Di sisi lain, peluang ini sangat penting bagi Intel.

    Jika berhasil memenuhi standar Apple, tidak menuntup kemungkinan posisi perusahaan asal Santa Clara tersebut semakin kuat dan mampu bersaing dengan manufaktur di luar negara Amerika Serikat.

    Nama Samsung Sempat Ikut Muncul

    banyak pihak berpendapat ketergantungan pada satu pemasok mulai dianggap berisiko. Gangguan rantai pasik, keterbatasan kapasitas produksi, hingga lonjakan kebutuhan chip untuk pusat data AI membuat isu ini semakin mendesak. 

    Dilansir Bloomberg, Jumat (8/5/2026), Apple disebut sedang berada pada tahap awal pembicaraan dengan Intel dan Samsung terkait opsi produksi di luar TSMC.

    Munculnya nama Samsung dalam daftar perusahaan yang dilirik Apple juga membuat banyak pihak terkejut, di mana kabarnya sejumlah eksekutif kunci perusahaan sudah mengunjungi pabrik Samsung di Texas, Amerika Serikat.

    Jika rumor kerja sama ini benar-benar terwujud, maka Apple memiliki rantai pasok chip lebih beragam selain TSMC. Meski begitu, tantangan besar sudah menanti Intel dan Samsung saat menjadi rantai pasok utama Apple.

    Salah satu tantangan terbesar ada pada skala produksi dan tingkat hasil produksi chip atau yield. Selama ini, TSMC menjadi mitra utama Apple karena mampu memenuhi standar produksi dalam volume besar dengan kualitas yang konsisten.

    Di tambah, Apple terkenal sangat ketat dalam menentukan pemasok komponen, terutama untuk chip yang menjadi pusat performa lini produk mereka.

    Komentar
    Additional JS