0
News
    Home Berita Counter-Strike 2 Featured Game Spesial

    Gamer Counter-Strike 2 Kena Banned 10 Tahun Gegara Tampar Lawannya -

    2 min read

     

    Gamer Counter-Strike 2 Kena Banned 10 Tahun Gegara Tampar Lawannya

    Counter-Strike 2. Foto: Steam

    Jakarta -

    Seorang pemain Counter-Strike 2 semi-profesional, MAUSchine, telah dilarang mengikuti kompetisi esports di Jerman selama 10 tahun. Hal itu disebabkan perilaku tak pantasnya yang menampar lawannya di atas panggung setelah kalah dalam sebuah turnamen.

    Untungnya, penyelenggara turnamen DACH dengan cepat mengeluarkan larangan sepuluh tahun kepada Salomon, yang secara efektif mengakhiri karir kompetitifnya.

    "Demi kelengkapan informasi, MAUSchine telah dilarang setidaknya selama 10 tahun dan insiden tersebut juga telah dilaporkan ke ESIC (Komisi Integritas Esports) Jika belum jelas: Kami menganggap kekerasan itu sangat buruk, dan tidak ada tempatnya di liga kami," tulis organisasi tersebut, dilansir The Gamer, Jumat (1/5/2026).

    Insiden tersebut terjadi di CAGGTUS LAN di Leipzig, sebuah festival game tahunan yang di adakan di Berlin, Jerman. Setelah kalah dari regnum4games di final LAN semi-profesional, kesepuluh pemain yang tampil diajak naik ke atas panggung untuk upacara penyerahan trofi.

    Di sini, sebagai pemenang, regum4games pun naik duluan ke panggung dan menunggu tim lawan untuk berdiri di tempat yang sama. Namun kejadian tidak mengenakkan terjadi saat MAUSchine perlahan mendekati Fabian Salomon alias Spidergum, lalu menamparnya secara tiba-tiba dan menjatuhkan kacamatanya ke lantai.

    MAUSchine kemudian mencoba untuk berjabat tangan dengan penyelenggara turnamen, tetapi langsung ditolak. Sang penyelenggara menyatakan ketidakpercayaannya atas tindakan pemain berusia 31 tahun tersebut.

    Menurut para pengamat, alasan penyerangan itu adalah karena Salomon meniru selebrasi MAUSchine setelah memenangkan beberapa ronde melawan tim lawan. Pria dengan nama asli Maurizio Weber itu tersinggung.

    Larangan yang dilakukan oleh DACH diikuti oleh penyelenggara turnamen lainnya bernama Fragster. Mereka juga menganggap kekerasan merupakan sesuatu yang sangat buruk.

    "Kekerasan tidak memiliki tempat dalam kompetisi atau acara kami. Oleh karena itu, kami bergabung dengan pelarangan MAUSchine setidaknya selama 10 tahun, yang akan disesuaikan sesuai dengan keputusan ESIC. Ini berlaku untuk semua turnamen, acara, dan platform Fragster / Fragster Challenger," bunyi pernyataan resi Fragster.

    (hps/fay)

    Komentar
    Additional JS