0
News
    Home Berita Featured Game Roblox Spesial

    Indonesia Jadi yang Pertama, Roblox Berlakukan Aturan Ketat untuk Pengguna Anak - detik

    3 min read

     

    Indonesia Jadi yang Pertama, Roblox Berlakukan Aturan Ketat untuk Pengguna Anak

    VP Global Public Policy Roblox, Nicky Jackson Colaco. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

    Jakarta -

    Game online Roblox menegaskan komitmennya dalam melindungi pengguna anak-anak dengan menerapkan teknologi verifikasi usia, screen time, hingga membatasi fitur chat. Bahkan, pembatasan fitur chat di Roblox itu merupakan yang pertama di dunia.

    Hal itu sebagai bentuk kepatuhan Roblox terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas) dengan menghadirkan perlindungan ketat bagi pengguna anak di Indonesia.

    VP Global Public Policy Roblox, Nicky Jackson Colaco, menyatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara dengan penerapan perlindungan pengguna paling ketat di dunia dalam platform tersebut.

    "Kami sangat berkomitmen untuk mematuhi PP Tunas. Ini adalah regulasi yang sangat penting untuk melindungi keluarga di Indonesia, dan itu menjadi prioritas utama bagi kami," ujar Nicky di Komdigi, Jakarta, Jumat (30/4/2026).

    Ia menambahkan, kebijakan ini merupakan hasil diskusi panjang dengan pemerintah Indonesia, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dalam upaya bersama melindungi anak-anak di ruang digital.

    Sebagai bagian dari implementasi kebijakan, Roblox meluncurkan dua jenis akun baru berbasis usia di Indonesia, yakni Roblox Kids dan Roblox Select. Kedua jenis akun ini dirancang khusus untuk pengguna di bawah 16 tahun dan telah disesuaikan dengan norma serta budaya Indonesia, termasuk pembatasan konten yang lebih ketat.

    "Kami akan mulai memindahkan secara otomatis sekitar 23 juta akun pengguna di bawah 16 tahun di Indonesia ke dalam Roblox Kids atau Roblox Select," jelas Nicky.

    Roblox Kids ditujukan untuk anak usia 5 hingga 12 tahun tanpa akses fitur chat sama sekali. Sementara Roblox Select untuk usia 13 hingga 15 tahun tetap membatasi komunikasi, di mana pengguna tidak dapat berinteraksi dengan orang asing.

    "Hanya orang tua yang dapat mengizinkan komunikasi dengan keluarga atau teman dekat," ucapnya.

    Roblox juga telah menerapkan teknologi estimasi usia berbasis pengenalan wajah (facial age estimation) sebagai syarat untuk mengakses fitur komunikasi.

    Pengguna yang tidak melakukan verifikasi wajah secara otomatis akan dimasukkan ke dalam kategori akun anak dengan pembatasan penuh, termasuk tanpa akses chat.

    "Jika pengguna di Indonesia tidak melakukan verifikasi usia melalui teknologi ini, mereka akan otomatis ditempatkan di Roblox Kids dan tidak memiliki akses chat," tegasnya.

    Nicky memastikan bahwa teknologi ini aman dan tidak menyimpan data pengguna.

    "Kami tidak menyimpan data tersebut. Prosesnya sederhana, hanya dengan menggerakkan kepala ke kiri dan kanan, lalu sistem akan mengelompokkan usia pengguna secara akurat dan aman," jelasnya.

    Menurut Nicky, Roblox selama ini dipandang sebagai platform untuk edukasi dan hiburan. Namun, seiring pertumbuhan platform yang kini memiliki lebih dari 150 juta pengguna global, kebutuhan akan ruang digital yang aman dan tersegmentasi berdasarkan usia menjadi semakin penting.

    "Kami ingin menciptakan ruang yang aman bagi setiap kelompok usia. Anak-anak yang lebih kecil tidak memiliki chat dan hanya mengakses konten yang telah dipilih, sementara yang lebih besar tetap memiliki pembatasan ketat," tuturnya.

    Ia menyebut pendekatan ini sebagai "walled garden" atau ruang tertutup yang aman bagi anak-anak dalam berinteraksi di dunia digital.

    Roblox juga memastikan orang tua memiliki kendali penuh terhadap akun anak, tanpa perlu melakukan pengaturan tambahan karena sistem akan otomatis menyesuaikan perlindungan berdasarkan usia pengguna.

    "Kami sangat mengapresiasi kepemimpinan Menteri dan tim Komdigi. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam melindungi keluarga dan anak-anak Indonesia," pungkas Nicky.

    (agt/agt)

    Komentar
    Additional JS