0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Meta Spesial

    Meta Kehilangan 20 Juta Pengguna Akibat Pemblokiran Internet di Iran - Asatunews

    7 min read

     

    Meta Kehilangan 20 Juta Pengguna Akibat Pemblokiran Internet di Iran

    Rina Maharani 

    Author


    ilustrasi kabel serat optik rusak (Foto: Unsplash)

    Smallest Font

    Largest Font

    Meta melaporkan kehilangan 20 juta pengguna aktif harian (DAU) pada seluruh ekosistem aplikasinya selama periode kuartal I-2026 akibat gangguan akses internet di Iran dan Rusia. Penurunan tersebut mencakup platform Facebook, Instagram, hingga WhatsApp yang berada di bawah naungan perusahaan milik Mark Zuckerberg tersebut.

    Berdasarkan laporan yang dilansir dari Tekno, jumlah pengunjung harian (DAP) Meta menyusut 0,5 persen menjadi 3,5 miliar orang dari angka sebelumnya 3,58 miliar pada kuartal IV-2025. Meskipun terjadi penurunan pengguna, pendapatan Meta tetap tumbuh 33 persen secara tahunan mencapai 56,3 miliar dollar AS dengan laba bersih 22,8 miliar dollar AS.

    Kepala Keuangan Meta, Susan Li menjelaskan bahwa faktor utama berkurangnya basis pengguna adalah situasi geopolitik dan infrastruktur di Timur Tengah. Li menyebutkan kebijakan pemerintah Iran yang membatasi akses secara ketat sejak akhir Februari 2026 menjadi penyebab dominan.

    Data perusahaan menunjukkan adanya kerusakan kabel serat optik akibat konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memperparah kondisi jaringan. Selain itu, Rusia secara resmi membatasi akses WhatsApp pada pertengahan Februari 2026 untuk mengalihkan warga ke aplikasi lokal bernama Max.

    Pihak WhatsApp memberikan pernyataan resmi mengenai upaya penutupan akses layanan mereka di wilayah Federasi Rusia melalui media sosial X.

    "Hari ini pemerintah Rusia mencoba memblokir WhatsApp sepenuhnya sebagai upaya mendorong warganya beralih ke aplikasi pengawasan buatan dalam negeri," tulis WhatsApp.

    Perusahaan menegaskan komitmen untuk menjaga konektivitas bagi lebih dari 100 juta pengguna di Rusia meskipun menghadapi tekanan regulasi. Sementara itu, Pemerintah Rusia memberikan syarat bagi Meta jika ingin memulihkan operasional layanannya.

    Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menyatakan bahwa normalisasi akses bergantung pada kepatuhan perusahaan terhadap hukum domestik. Peskov menegaskan tidak ada peluang pemulihan jika kesepakatan atau kompromi hukum tidak tercapai antara kedua belah pihak.

    Dampak dari laporan penyusutan pengguna ini sempat memicu sentimen negatif di pasar modal global. Saham Meta tercatat mengalami penurunan sebesar 9 persen pada penutupan perdagangan Jumat, 1 Mei 2026 waktu Amerika Serikat.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS