Nintendo Switch 2 Resmi Naik Harga, Indonesia Berpotensi Kena Dampaknya - Kompas
Nintendo Switch 2 Resmi Naik Harga, Indonesia Berpotensi Kena Dampaknya
KOMPAS.com - Nintendo mengumumkan penyesuaian harga untuk konsol game Nintendo Switch 2 di sejumlah pasar global.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung melalui situs resmi perusahaan.
“Mengingat dampak dari berbagai perubahan kondisi pasar yang diperkirakan akan berlanjut dalam jangka menengah hingga panjang, revisi harga juga akan segera diterapkan untuk wilayah di luar Jepang,” tulis Nintendo dalam pernyataan resminya dikutip KompasTekno, Sabtu (9/5/2026).
Dengan peningkatan harga di luar Jepang, besar kemungkinannya harga Nintendo Switch di Indonesia juga terkena dampaknya.
Utang Indonesia Capai Rp 10 Ribu T, Purbaya: Harusnya Kita Dipuji
Kenaikan harga
Switch 2 sendiri pertama kali diperkenalkan pada Juni 2025 sebagai penerus Nintendo Switch.
Baca Juga :
Saat peluncuran, konsol ini dijual dengan harga 449 dollar AS atau sekitar Rp 7,4 juta. Namun mulai 1 September 2026, harga Switch 2 di Amerika Serikat akan naik menjadi 499,99 dollar AS atau sekitar Rp 8,6 juta.
Baca juga: Ribuan Nintendo Switch 2 Senilai Rp 23 Miliar Dicuri saat Pengiriman
Di Kanada, harga Switch 2 juga naik dari 629,99 dollar Kanada menjadi 679,99 dollar Kanada atau sekitar Rp 11,8 juta.
Sementara di Eropa, konsol ini akan dijual dari 469,99 euro menjadi 499,99 euro atau sekitar Rp 8,6 jutaan.
Nintendo belum merinci negara mana saja yang akan terdampak penyesuaian harga tersebut.
Namun perusahaan memastikan revisi harga akan dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah global, termasuk kemungkinan penyesuaian untuk lini Switch generasi sebelumnya.
Artinya, pasar Indonesia juga berpotensi ikut terdampak kenaikan harga ini melalui distributor dan penjual resmi.

Lihat Foto
Krisis komponen dan ledakan AI
Kenaikan harga Nintendo Switch 2 disebut terjadi di tengah tekanan biaya industri teknologi global.
Salah satu faktor yang disorot adalah krisis komponen elektronik, khususnya memori dan RAM, yang disebut ikut terdampak lonjakan kebutuhan AI.
Selain itu, ketidakpastian ekonomi global dan kenaikan biaya logistik juga dinilai memberi tekanan pada margin perusahaan teknologi, termasuk Nintendo.
Baca juga: Nintendo, dari Bisnis Kartu Kini Jadi Raksasa Video Game Dunia...
Tren serupa sebelumnya juga terjadi di industri konsol game. Sony dan Microsoft diketahui sempat menyesuaikan harga konsol mereka di sejumlah wilayah.
Detik-detik Kapal Pesiar MV Hondius yang Terdampak Hantavirus Berlabuh, 140 Orang Dievakuasi