OpenAI Kembangkan Chipset Khusus untuk Ponsel Kecerdasan Buatan -
OpenAI Kembangkan Chipset Khusus untuk Ponsel Kecerdasan Buatan
Smallest Font
Largest Font
Induk perusahaan ChatGPT, OpenAI, dilaporkan sedang mengembangkan komponen chipset mandiri yang diproyeksikan sebagai otak bagi perangkat ponsel pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) miliknya. Inisiatif pembuatan perangkat keras ini dilatarbelakangi oleh ambisi perusahaan untuk mengoptimalkan pemrosesan tugas otomatis secara lebih cepat dan efisien tanpa keterlibatan pengguna yang intensif.
Rencana strategis ini dilansir dari Tekno, yang merujuk pada analisis Ming-Chi Kuo dari TF International Securities mengenai pergerakan OpenAI di industri semikonduktor. Kuo mengungkapkan bahwa OpenAI sedang dalam tahap menjalin kemitraan dengan produsen chip ternama, Qualcomm dan MediaTek, guna merancang System-on-Chip (SoC) kustom.
Kolaborasi tersebut bertujuan agar OpenAI tidak perlu membangun arsitektur prosesor dari titik nol yang memerlukan biaya besar dan proses teknis yang sangat kompleks. Chipset khusus ini nantinya akan difokuskan sepenuhnya pada akselerasi pemrosesan AI, berbeda dengan chip konvensional yang biasanya menitikberatkan pada performa CPU dan GPU.
Perangkat yang akan ditenagai chip tersebut dijuluki sebagai "AI Agent Phone", sebuah konsep ponsel yang mampu menjalankan berbagai fungsi secara mandiri. Langkah ini memperkuat wacana pembuatan perangkat keras OpenAI yang telah dimulai sejak akuisisi startup Io milik mantan perancang iPhone, Jony Ive, pada Mei 2025.
Proyek pengembangan ini diperkirakan akan memfinalisasi spesifikasi chip serta rantai pasok komponen pada akhir 2026 atau awal 2027 mendatang. Analis memperkirakan produk semikonduktor hasil kolaborasi ini akan memasuki fase produksi massal pada tahun 2028 dengan melibatkan perusahaan manufaktur asal China, Luxshare, sebagai mitra produksi eksklusif.
Meskipun memiliki potensi besar, OpenAI diprediksi akan menghadapi tantangan berat dalam hal integrasi ekosistem aplikasi dan persaingan ketat dari pemain lama seperti Google dan Apple. Perusahaan dikabarkan berencana menggabungkan kepemilikan perangkat dengan sistem layanan berlangganan untuk menarik pengguna ke dalam ekosistem layanan AI berbayar mereka.
Editors Team


0
Like
0
Dislike
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow