0
News
    Home Berita Featured Samsung Spesial

    Samsung: Krisis Memori Global Memburuk Tahun Depan - detik

    2 min read

     

    Samsung: Krisis Memori Global Memburuk Tahun Depan

    Jakarta -

    Samsung baru saja mengumumkan laporan keuangan yang fantastis untuk kuartal pertama tahun 2026. Mereka juga memberikan prediksinya terkait kelangkaan memori yang sepertinya belum akan membaik.

    Dalam earnings call dengan investor, Samsung memprediksi krisis memori global yang membuat harga smartphone, PC, dan konsol naik tidak hanya akan berlanjut tahun depan, tapi kemungkinan akan semakin memburuk.

    "Pasokan kami jauh di bawah permintaan pelanggan," kata Kim Jaejune, eksekutif bisnis chip memori Samsung dalam konferensi pers pasca pengumuman laporan keuangan terbaru, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (2/5/2026).

    "Berdasarkan permintaan yang diterima saat ini untuk tahun 2027, kesenjangan antara pasokan dan permintaan untuk tahun 2027 diperkirakan akan semakin melebar dibandingkan tahun 2026," sambungnya.

    Samsung mengatakan konflik di Timur Tengah belum mengusik produksi chip karena mereka telah mengamankan pasokan dan memperbanyak sumber gas yang digunakan dalam manufaktur.

    Namun, raksasa teknologi itu masih menyoroti risiko biaya transportasi yang lebih tinggi akibat kenaikan harga minyak, dan akan memastikan pasokan listrik yang stabil sambil bekerja sama dengan pemerintah Korea Selatan.

    Pesatnya pembangunan pusat data AI mendorong Samsung dan produsen memori lainnya untuk mengalokasikan sebagian besar kapasitas produksi ke chip canggih yang dipakai untuk akselerator AI.

    Meskipun demikian, Samsung dan produsen chip memori lainnya masih kesulitan memenuhi permintaan yang tinggi. Sementara itu produksi memori konvensional untuk smartphone, PC, dan perangkat lainnya menurun sehingga harganya terus melesat.

    Produsen chip memori terbesar di dunia itu mengatakan mereka telah menandatangani kontrak mengikat multi-tahun dengan sejumlah pelanggan yang ingin mengamankan pasokan memori, tapi identitas konsumen dan jangka waktu kontraknya tidak disebutkan.

    Saking besarnya permintaan dari industri AI, Samsung mengungkap laba operasional divisi chip pada Q1 2026 menembus rekor 53,7 triliun won, naik dari 1,1 triliun won pada periode yang sama tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, pendapatan Samsung untuk periode lalu naik 69% menjadi 133,9 triliun won.

    (vmp/vmp)

    Komentar
    Additional JS