0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita Dunia Internasional Featured Kacamata AI Kecerdasan Buatan Korea Selatan Spesial

    Startup Korsel Ingin Saingi Google Cs, Kembangkan Teknologi Optik Kacamata AI - Bisnis com

    3 min read

     

    Startup Korsel Ingin Saingi Google Cs, Kembangkan Teknologi Optik Kacamata AI

    Ilustrasi Startup. Bisnis/Arief Hermawan P

    Bisnis.com, JAKARTA —  Sebuah startup asal Korea Selatan bernama LetinAR mencuri perhatian lewat teknologi optik yang dikembangkan untuk mendukung perangkat tersebut.

    Bayangkan seorang pengendara motor melihat petunjuk arah langsung muncul di jalan melalui helm yang digunakan, tanpa perlu melihat ponsel atau layar tambahan. Teknologi seperti itu kini mulai dikembangkan dan diproyeksikan hadir di jalanan Eropa dalam waktu dekat.

    Tren kacamata pintar AI saat ini terus berkembang. Beberapa perusahaan teknologi besar seperti Meta, Google, Apple, hingga Samsung mulai serius menggarap perangkat wearable berbasis AI.

    Menurut laporan Omdia, pengiriman global kacamata AI mencapai 8,7 juta unit pada 2025 atau naik lebih dari 300% dibanding tahun sebelumnya. Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring tingginya minat pasar terhadap perangkat wearable pintar.

    Di tengah persaingan tersebut, LetinAR memilih fokus pada pengembangan komponen inti kacamata pintar, yakni modul optik. Komponen ini berfungsi memproyeksikan gambar langsung ke bidang pandang pengguna.

    CEO LetinAR Jaehyeok Kim mengatakan tantangan terbesar dalam industri kacamata AI adalah menciptakan lensa sesuai dengan kebutuhan.

    "Dan modul optik adalah bagian tersulit untuk dilakukan dengan benar karena pembuat kacamata AI akan membutuhkan lensa yang lebih tipis, lebih ringan, dan lebih hemat daya daripada yang ada saat ini," dilansir dari TechCrunch Selasa (19/5/2026).

    Karena itu, LetinAR mengembangkan teknologi bernama PinTILT. Teknologi ini dirancang untuk mengarahkan cahaya secara lebih efisien langsung ke mata pengguna, sehingga tampilan gambar menjadi lebih terang tanpa membutuhkan daya besar.

    Berbeda dengan teknologi lensa pintar lain yang masih membuang banyak cahaya, sistem PinTILT diklaim mampu menghasilkan perangkat yang lebih nyaman digunakan dan memiliki daya tahan baterai lebih baik.

    LetinAR sendiri tidak memproduksi kacamata secara langsung. Perusahaan tersebut fokus membuat modul optik yang nantinya digunakan oleh produsen perangkat wearable dan kacamata pintar AI.

    Startup yang didukung LG Electronics itu baru saja memperoleh pendanaan sebesar US$18,5 juta dari sejumlah investor, termasuk Korea Development Bank dan Lotte Ventures. Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas produksi menjelang rencana penawaran saham perdana (IPO) pada 2027.

    Beberapa perusahaan yang telah menggunakan teknologi LetinAR antara lain NTT QONOQ Devices dan Dynabook Jepang. Selain itu, perusahaan juga disebut sedang berdiskusi dengan sejumlah perusahaan teknologi besar untuk pengembangan kacamata AI generasi berikutnya.

    Salah satu proyek yang cukup menarik datang dari kerja sama dengan Aegis Rider, perusahaan teknologi asal Swiss yang mengembangkan helm motor berbasis augmented reality (AR). Helm tersebut mampu menampilkan navigasi, kecepatan, dan peringatan keselamatan langsung di pandangan pengendara secara real-time.

    Teknologi tersebut ditargetkan mulai dipasarkan di wilayah Eropa dan Swiss pada 2026. (Nur Amalina)

    Komentar
    Additional JS