Tak Mau Kalah dengan ChatGPT-Claude, Google Luncurkan Gemini Omni hingga AI SPARK - Berita Nasional
Tak Mau Kalah dengan ChatGPT-Claude, Google Luncurkan Gemini Omni hingga AI Spark
Gemini Omni. (Foto/YouTube Google)
BeritaNasional.com - Persaingan teknologi kecerdasan buatan (AI) kian memanas. Dalam ajang tahunan Google I/O yang digelar Selasa (19/5/2026) waktu setempat, Google resmi mengumumkan perombakan besar-besaran pada aplikasi Gemini.
Langkah agresif ini sengaja diambil demi menjegal dominasi kompetitor utamanya, seperti ChatGPT dari OpenAI dan Claude buatan Anthropic.
BACA JUGA
Melalui pembaruan ini, Google ingin mengubah citra Gemini yang awalnya hanya berupa platform chatbot biasa, bertransformasi menjadi pusat ekosistem AI serbaguna yang jauh lebih kompetitif.
Beberapa fitur andalan yang diperkenalkan antara lain "Daily Brief", desain antarmuka baru, model video Gemini Omni serta agen AI pribadi bernama Gemini Spark.
Saat ini, aplikasi Gemini sendiri sudah memiliki daya jangkau yang masif dengan catatan lebih dari 900 juta pengguna bulanan yang tersebar di 230 negara dalam 70 bahasa.
Lewat deretan fitur baru ini, Google berambisi mengunci loyalitas pengguna sekaligus menjaring pasar yang lebih luas.
Salah satu fitur yang paling mencuri perhatian adalah Daily Brief (Ringkasan Harian). Google merancang fitur ini sebagai asisten pribadi yang akan menyapa pengguna setiap pagi.
Sistem AI ini akan menyisir kotak masuk email, kalender, hingga daftar tugas (to-do list) terpenting milik pengguna, lalu merangkumnya menjadi satu pandangan informasi yang ringkas dan padat.
Hebatnya, Daily Brief tidak sekadar merangkum, melainkan mampu memprioritaskan urutan tugas dan menyarankan langkah tindakan selanjutnya dengan menampilkan poin-poin paling krusial di bagian paling atas. Fitur ini sudah mulai digulirkan per hari ini khusus untuk pelanggan Google AI di wilayah Amerika Serikat.
Wajah Baru yang Lebih Interaktif dan Hidup
Google mengaku telah membangun ulang aplikasi Gemini dari nol. Ketika membuka aplikasi, pengguna akan disuguhi bahasa desain visual teranyar bernama "Neural Expressive".
Desain ini menghadirkan transisi animasi yang sangat lancar, pilihan warna yang lebih cerah, tipografi segar, hingga respons getaran (haptic feedback) yang dinamis.
Format penyajian jawaban Gemini juga diubah total. Jika sebelumnya chatbot terkesan kaku dengan menyodorkan dinding teks yang panjang, kini informasi paling penting akan langsung ditampilkan dalam huruf tebal di bagian atas.
Informasi tambahan lainnya, seperti gambar pendukung maupun linimasa (timeline), baru akan muncul secara estetik saat pengguna menggulirkan layar ke bawah.
Gemini Spark, Robot Asisten yang Bekerja di Latar Belakang
Inovasi paling radikal ditunjukkan lewat kehadiran Gemini Spark, sebuah agen AI pribadi yang beroperasi 24 jam nonstop untuk membantu mengelola kehidupan digital pengguna. Kehadiran Spark mengubah peran Gemini dari sekadar asisten pasif menjadi mitra aktif yang bisa mengeksekusi pekerjaan nyata.
Karena berbasis komputasi awan (cloud), Spark akan terus bekerja menyelesaikan tugas di latar belakang bahkan saat ponsel pengguna dalam kondisi terkunci.
Lewat fitur ini, pengguna juga dibebaskan untuk menciptakan alur kerja (workflow) otomatis sesuai kebutuhan masing-masing.
Saat ini, Spark sedang memasuki tahap pengujian akhir dan dijadwalkan meluncur bagi pelanggan Google AI Ultra pada minggu depan.
Garap Konten Multimodal Lewat Gemini Omni
Tak berhenti di ranah teks, Google juga memamerkan kemampuan Gemini Omni, sebuah model video AI baru yang mengawinkan kecerdasan Gemini dengan model media generatif Google.
Sebagai contoh, pengguna bisa memberikan perintah unik seperti "buatkan penjelasan animasi tanah liat tentang pelipatan protein". Model ini memungkinkan pengguna mengunggah aset berupa audio, gambar, hingga video mentah untuk menghasilkan konten video baru berkualitas tinggi yang konsisten.
Suntikan teknologi Gemini Omni ini juga langsung diintegrasikan ke platform Google Flow dan YouTube Shorts bagi para pelanggan Google AI.
Langkah ini mempertegas keseriusan Google untuk memimpin perlombaan dalam industri pembuatan konten multimodal berbasis kecerdasan buatan.
Sumber: TechCrunch