0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amazon Berita Featured Spesial

    Amazon Dikecam Karyawan Karena Bangun Pusat Data Setelah PHK 30.000 Orang - detik

    3 min read

     

    Amazon Dikecam Karyawan Karena Bangun Pusat Data Setelah PHK 30.000 Orang

    Foto: REUTERS/David Ryder

    Jakarta -

    Sejumlah engineer Amazon ikut hadir dalam rapat dengar pendapat di Seattle City Council. Mereka datang untuk mendukung regulasi pembangunan pusat data AI.

    Engineer Amazon yang hadir dalam rapat dengar pendapat tersebut mengecam perusahaan tempatnya bekerja karena membangun proyek pusat data senilai miliaran dolar sementara puluhan ribu karyawannya di-PHK.

    "Dilaporkan bahwa tahun ini, Amazon menghabiskan USD 200 miliar untuk modal, yang sebagian besar dialokasikan untuk pusat data dan AI," kata Patrick Schloesser, software engineer Amazon Web Services dalam rapat tersebut, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu (6/6/2026).

    "Microsoft menghabiskan USD 190 miliar. Sementara itu, para pemimpin di perusahaan saya telah memberhentikan 30.000 karyawan korporat dalam delapan tahun terakhir. Itu menunjukkan bahwa Big Tech sangat ingin membangun kapasitas komputasi sebanyak mungkin, secepat mungkin," sambungnya.

    Juru bicara Amazon dalam pernyataan resminya mengatakan perusahaan menghormati hak rekan-rekan kerjanya untuk menyuarakan pendapat mereka, dan mengaku saat ini tidak memiliki rencana untuk membangun pusat data di Seattle.

    "Saat ini, kami tidak memiliki rencana untuk membangun pusat data di dalam batas kota Seattle," kata juru bicara Amazon.

    "Di seluruh komunitas tempat kami mengoperasikan pusat data, kami berkomitmen untuk menjadi tetangga yang bertanggung jawab - berinvestasi di pengembangan ekonomi lokal sambil memprioritaskan efisiensi air dan energi yang melampaui standar industri," sambungnya.

    Pemerintah Kota Seattle menyetujui moratoriumpembangunan pusat data AI baru selama satu tahun guna memberi waktu bagi untuk meregulasi proyek-proyek tersebut.

    Proposal ini muncul setelah empat pengembang mendekati penyedia listrik dan air untuk membangun lima fasilitas berskala besar di Seattle. Dua dari developer tersebut telah menarik proposalnya setelah dikritik publik.

    PHK 30.000 karyawan Amazon yang disebut Schloesser sudah berlangsung sejak Oktober 2025. Langkah ini merupakan upaya CEO Andy Jassy untuk menghilangkan manajemen yang berlapis dan memangkas birokrasi.

    Namun, pada Februari 2026, Amazon mengumumkan bahwa mereka akan mengucurkan belanja modal sebesar USD 200 miliar yang sebagian besar dialokasikan untuk infrastruktur AI.

    Schloesser, yang sudah bekerja di Amazon selama hampir enam tahun, mendesak pejabat Seattle untuk mewajibkan pengembang pusat data agar berkomitmen menggunakan energi terbarukan dan tidak lagi menggunakan perjanjian kerahasiaan atau perusahaan cangkang ketika mengumumkan proyek baru.

    Amazon mengatakan mereka akan terus mengevaluasi bagaimana pusat datanya beroperasi, termasuk membuat penggunaan energinya lebih efisien. Raksasa toko online ini juga berencana mengembalikan lebih banyak air kepada komunitas mulai 2030.

    (vmp/vmp)

    Komentar
    Additional JS