Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita Featured Internet Kecerdasan Buatan Spesial TikTok

    Awas, TikTok Dipenuhi Konten AI Sampah - detik

    2 min read

     

    Awas, TikTok Dipenuhi Konten AI Sampah


    Awas, TikTok Dipenuhi Konten AI Sampah. Foto: Getty Images/georgeclerk

    Jakarta -

    Konten sampah AI (AI slop) kini praktis tidak bisa dihindari di media sosial, di mana video-video buatan AI murahan dan terkadang mengerikan mulai menenggelamkan karya para kreator manusia di berbagai platform.

    Bahkan TikTok, platform primadona video vertikal, turut menjadi korban. Menurut laporan terbaru dari perusahaan pengeditan video Kapwing, hampir 60% video yang disajikan ke pengguna baru di halaman algoritma For You aplikasi tersebut kini berupa konten sampah AI, tiga kali lipat lebih banyak dibanding YouTube.

    Ini sangat mengkhawatirkan, terutama bagi pengguna termuda. Kapwing menemukan kategori dengan kepadatan konten sampah tertinggi sejauh ini adalah kategori Anak-anak (Kids). "Tagar #cartoonkids hampir seluruhnya berisi konten sampah, di mana hanya tiga dari 100 video yang kami periksa murni buatan manusia," ungkap perusahaan tersebut, dikutip detikINET dari Futurism.

    Lebih buruk lagi, setelah sebuah akun menunjukkan ketertarikan pada konten AI kepada algoritma, linimasa pengguna tersebut dengan cepat akan makin gencar menyajikan lebih banyak konten serupa.

    Temuan ini menjadi pengingat seberapa besar masalah yang ditimbulkan konten sampah AI saat ini. Anak muda yang mudah terpengaruh terpapar oleh banjir materi AI yang setengah matang dan 'merusak otak', yang diperingatkan ahli dapat membahayakan perkembangan otak. Sementara itu, teknologi deepfake fotorealistis makin memfasilitasi penyebaran misinformasi dan propaganda politik.

    TikTok bukanlah satu-satunya platform yang termakan tren ini. Facebook dan Instagram milik Meta juga berubah, di mana para pengguna dan kemungkinan besar bot berinteraksi dengan konten aneh dan bermuatan kekerasan.

    Dalam upaya untuk mengendalikan masalah ini, TikTok mengumumkan pada bulan November bahwa mereka akan mengizinkan pengguna untuk mengatur jumlah konten buatan AI di linimasa mereka.

    "Kami mengetahui dari komunitas kami bahwa banyak orang menikmati konten yang dibuat AI, mulai seni digital hingga penjelasan sains, dan kami ingin memberi kebebasan kepada pengguna untuk melihat konten semacam itu lebih banyak atau lebih sedikit, berdasarkan preferensi mereka," kata Direktur Kebijakan Publik untuk Keselamatan dan Privasi TikTok Eropa, Jade Nester,

    Baru-baru ini, YouTube juga mengumumkan sedang melakukan perubahan terkait cara melabeli konten buatan AI dalam upaya menekan konten sampah AI, namun langkah tersebut belum sampai pada tahap mengubah bagaimana sebuah video direkomendasikan atau apakah video tersebut memenuhi syarat untuk memonetisasi.

    Hingga kini, belum jelas apa solusi mudah yang bisa diterapkan untuk masalah ini. Teknologi tersebut telah berkembang pesat hingga ke titik di mana membedakan antara realitas dan konten sampah AI menjadi semakin sulit.

    (fyk/afr)

    Komentar
    Additional JS