Bos Xbox Ingin Reset Perusahaan, Fokus Game Ekslusif dan Atasi Masalah AI - detkk
Bos Xbox Ingin Reset Perusahaan, Fokus Game Ekslusif dan Atasi Masalah AI
Jakarta -
CEO Xbox, Asha Sharma, ingin menjadikan Xbox sebagai perusahaan game dan hiburan nomor satu. Dalam upaya mewujudkannya, prioritas utamanya saat ini adalah menata ulang bisnis perusahaan.
"Mandat saya bukanlah margin akuntabilitas 30%. Bukan margin perangkat lunak perusahaan. Mandat saya adalah menjadi perusahaan game dan hiburan nomor satu, dan itulah yang akan kita lakukan," kata Sharma, dilansir Game Industry, Selasa (9/6/2026).
Pada April lalu, Sharma dan COO, Matt Booty, mengumumkan rencana untuk mengevaluasi kembali pendekatan mereka terhadap eksklusivitas dan AI. Sharma menjelaskan lebih lanjut tentang topik ini dalam acara yang diselenggarakan oleh Bloomberg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk menjadi penerbit terkemuka, game kami harus menjangkau audiens yang besar. Pada saat yang sama, kami semakin menjadi sebuah platform. Untuk sukses sebagai platform, kami harus menawarkan konten dan layanan eksklusif, dan kami sedang mempertimbangkan hal itu dengan sangat cermat," jelas Sharma.
Soal AI, Sharma sebelumnya mengatakan perusahaan tidak akan mengejar efisiensi jangka pendek atau membanjiri ekosistem Xbox dengan sampah AI tanpa jiwa. Ia menegaskan, game akan selalu menjadi seni yang dibuat oleh manusia, dan diciptakan dengan teknologi Xbox paling inovatif.
Meski begitu, Sharma masih percaya dengan AI. Dia berpikir peluang memanfaatkan teknologi ini sangat besar, dan bisa membantu meningkatkan resolusi hingga mengurangi ukuran file di perangkat gamer, sehingga bisa memberikan grafis lebih baik.
"Pada saat yang sama, saya tidak berpikir AI akan menggantikan game AAA. Saya pikir sangat mungkin bahwa AI dapat mewakili kategori game baru dan jenis pengembangan baru yang memungkinkan lebih banyak orang untuk berkreasi dan berpartisipasi. Kami akan terus memantau hal itu dan melihat bagaimana cara terbaik untuk melayaninya," tegas Sharma.
Semua itu diucapkannya dalam acara Bloomberg Tech. Di sini Sharma membahas seratus hari pertamanya sebagai pemimpin perusahaan, setelah pensiunnya Phil Spencer pada Februari.
Selama periode ini, dirinya sudah menurunkan harga Game Pass, yang menurutnya telah memberikan dampak positif. Perusahaan juga telah menghentikan Gaming Copilot, melakukan perubahan kepemimpinan penting termasuk menunjuk analis veteran bernama Matthew Ball sebagai kepala strategi, dan membagikan detail teknis awal dari penerus Xbox Series, Project Helix.
(hps/fay)