Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Gadget Featured Kesehatan Spesial Tips & Tricks

    Cerita Dokter dan Perawat Pakai Gadget Apple untuk Rawat Pasien - detik

    6 min read

     

    Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET
    Jakarta -

    Tidak hanya Apple Watch, perangkat Apple lainnya seperti iPhone dan iPad juga bisa dipakai untuk memonitor kesehatan. Dua perangkat Apple ini berperan besar dalam transformasi layanan kesehatan di sejumlah rumah sakit di Singapura.

    iPhone dan iPad dipakai sebagai perangkat untuk menjalankan tiga aplikasi kesehatan yang dirancang untuk memudahkan pekerjaan dokter dan perawat sehari-hari. Aplikasi yang dimaksud adalah 3DGait, eKare, dan Blue Mirror.

    CareCam

    Dr. Damian Lee, Associate Consultant, Neurosurgery di National Neuroscience Institute menjelaskan salah satu cara untuk menilai pemulihan pasien setelah operasi tulang belakang adalah dengan menganalisis gaya berjalannya.

    Namun, proses ini harus dilakukan di laboratorium khusus dengan peralatan yang membutuhkan banyak tempat, dan pasien harus mengenakan pakaian khusus yang dilengkapi sensor. Proses ini juga membutuhkan waktu tidak sedikit karena jika ada sensor yang posisinya salah dan tidak merekam data, maka seluruh proses harus diulangi dari awal.

    CareCam, perusahaan teknologi yang bermarkas di Singapura, mencoba mengatasi hal tersebut dengan mengembangkan aplikasi 3DGait yang dirancang untuk iPad Pro. Berkat analisis ini, pasien cukup berjalan di depan kamera iPad Pro dan hasil analisis akan langsung ditampilkan di layar.

    Aplikasi 3DGait yang dapat menganalisis gaya berjalan menggunakan kamera iPad ProAplikasi 3DGait yang dapat menganalisis gaya berjalan menggunakan kamera iPad Pro Foto: Apple

    Algoritma AI 3DGait akan menganalisis parameter kunci, seperti panjang langkah, irama langkah, dan waktu berdiri untuk menghasilkan laporan yang dapat ditinjau langsung oleh dokter saat konsultasi.

    "Analisis gaya berjalan hanya membutuhkan mungkin kurang dari 30 detik untuk berjalan, dan proses analisisnya juga kurang dari 30 detik, jadi secara keseluruhan hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk mendapatkan hasilnya," kata Lee.

    Setelah adanya aplikasi 3DGait, Lee cukup membawa iPad Pro untuk melakukan analisis gaya berjalan. Aplikasi ini juga dipakai untuk menentukan jenis operasi yang akan dijalani pasien.

    eKare

    eKare adalah aplikasi untuk iPhone yang memudahkan perawat dan dokter memantau proses penyembuhan luka pasien. Perawat cukup mengambil foto menggunakan kamera iPhone dan depth sensor akan mengukur luka secara otomatis. Semuanya diproses secara lokal di perangkat, dan data langsung dikirimkan ke sistem rumah sakit.

    Data yang sudah dikumpulkan dari dokumentasi luka yang diambil menggunakan aplikasi eKare di iPhoneData yang sudah dikumpulkan dari dokumentasi luka yang diambil menggunakan aplikasi eKare di iPhone Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET

    Nanthakumahrie Gunasegaran, perawat di Singapore General Hospital mengatakan sebelum aplikasi ini tersedia, perawat dan dokter harus mengukur luka secara manual menggunakan penggaris kertas. Setelah itu, data pengukuran juga harus dimasukkan ke laporan rekam medis pasien secara manual.

    Tanpa bantuan visual, perawat dan dokter kesulitan menilai apakah luka sudah mulai sembuh atau memburuk. Belum lagi jika pasien harus berkonsultasi dengan perawat, dokter, atau spesialis yang berbeda-beda, sehingga hasil penilaiannya berbeda dan mempengaruhi jenis perawatan yang diambil.

    "Kami tidak perlu lagi menulis hasil pengukurannya di kertas, dan kemudian beralih ke rekam medis dan memasukannya ke sistem secara manual," kata Nantha.

    "Kami berhasil mengurangi langkah tersebut dan langsung mengunggah informasi ini secara cepat, dan setelah diunggah, dokter utama yang merawat pasien dapat langsung meninjau lukanya di sistem rumah sakit dari mana saja," sambungnya.

    Blue Mirror

    Blue Mirror adalah perusahaan teknologi yang berbasis di Selandia Baru. Mereka mengembangkan aplikasi cermin pintar untuk iPad yang dirancang untuk membantu rumah sakit melatih perawat dan staf lainnya untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) dan membersihkan tangan dengan benar.

    CEO Blue Mirror Rommi Nunes mengatakan aplikasi ini lahir untuk mempersingkat waktu pelatihan untuk petugas kesehatan baru yang masih harus belajar cara menggunakan APD dan mencuci tangan dengan baik dan benar.

    "Petugas kesehatan bisa memiliki pengalaman yang sama tanpa menghabiskan waktu pakar, yang dapat dipakai untuk merawat pasien. Jadi tidak hanya menghemat waktu, tapi pelatihan juga lebih mulus dan lebih cepat," jelas Nunes.

    Aplikasi ini akan menampilkan instruktur virtual di layar yang akan menunjukkan langkah-langkah memasang dan melepas APD dengan benar, serta cara membersihkan tangan.

    Sistem akan memandu pengguna menggunakan audio dan visual yang ada di layar. Jika sistem mendeteksi ada langkah yang kurang tepat, maka pengguna akan diminta untuk mengulangi langkah tersebut sampai diizinkan untuk beralih ke langkah selanjutnya.

    Demonstrasi pemasangan kantung stoma dipandu aplikasi Blue MirrorDemonstrasi pemasangan kantung stoma dipandu aplikasi Blue Mirror Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET

    Selain untuk urusan kebersihan, platform Blue Mirror juga dirancang untuk membantu pasien dengan stoma atau lubang buatan di perut yang dipakai untuk mengeluarkan sisa pencernaan, seperti feses. Aplikasi ini dirancang untuk membantu pasien lebih percaya diri saat mengganti kantung stoma secara mandiri di rumah.

    Pasien akan dipandu lewat video dan suara untuk mengganti kantung stoma, mulai dari melepas kantung yang sudah penuh, membersihkan area di sekitar stoma, mengecek jika ada kelainan di sekitar stoma, dan memasang kantung stoma baru.

    Komentar
    Additional JS