China Ubah Aturan Baterai Mobil Listrik - Viva
Beijing, VIVA – China kembali membuat gebrakan di industri kendaraan listrik. Mulai 1 Juli 2026, pemerintah setempat menerapkan standar nasional baru yang mengatur klasifikasi baterai generasi berikutnya, termasuk teknologi solid-state yang selama ini dianggap sebagai masa depan mobil listrik.
Baca Juga
Aturan baru tersebut dinilai penting karena untuk pertama kalinya pemerintah memberikan batasan yang lebih tegas mengenai jenis baterai yang boleh disebut solid-state. Langkah ini sekaligus menjadi upaya untuk menyamakan persepsi di tengah maraknya pengembangan teknologi baterai oleh berbagai produsen.
Selama beberapa tahun terakhir, istilah solid-state sering digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis baterai baru. Padahal dalam praktiknya, tidak semua baterai tersebut benar-benar menggunakan elektrolit padat sepenuhnya.
Baca Juga
Melalui standar GB/T 43568-2026, China menetapkan bahwa baterai yang masih mengandung elektrolit cair dalam jumlah tertentu tidak dapat langsung dikategorikan sebagai all-solid-state battery. Baterai dengan kandungan elektrolit cair antara 5 hingga 20 persen akan masuk kategori sistem hibrida atau semi-solid.
Sementara itu, baterai baru dapat diklasifikasikan sebagai solid-state murni jika kandungan elektrolit cair berada di bawah ambang batas yang ditentukan regulator. Selain itu, baterai juga harus memenuhi sejumlah persyaratan teknis terkait stabilitas dan keamanan.
Baca Juga
Disadur VIVA Otomotif dari Carnewschina, Selasa 23 Juni 2026, perubahan aturan tersebut diperkirakan akan berdampak pada strategi pengembangan industri baterai. Pasalnya, sejumlah teknologi yang sebelumnya dipromosikan sebagai solid-state kemungkinan harus dikategorikan ulang sesuai standar baru.
Meski demikian, regulasi ini tidak berarti memperlambat perkembangan kendaraan listrik. Justru sebaliknya, aturan baru dinilai memberikan gambaran yang lebih realistis mengenai kesiapan teknologi yang tersedia saat ini.
Banyak produsen diketahui masih mengembangkan baterai semi-solid sebagai tahap transisi menuju solid-state murni. Teknologi tersebut dianggap lebih mudah diproduksi karena masih memiliki banyak kesamaan dengan baterai lithium-ion yang digunakan saat ini.
Keuntungan lainnya adalah pabrikan tidak perlu melakukan perubahan besar pada fasilitas produksi yang sudah ada. Berbagai kajian industri menunjukkan lini produksi baterai konvensional masih dapat digunakan untuk memproduksi baterai semi-solid dengan modifikasi yang relatif terbatas.
Di sisi lain, pembangunan fasilitas khusus untuk memproduksi baterai solid-state murni masih membutuhkan investasi sangat besar. Karena itu, sebagian besar produsen diperkirakan akan tetap mengandalkan teknologi transisi dalam beberapa tahun ke depan.
Langkah China ini juga menunjukkan bahwa perjalanan menuju era baterai solid-state masih membutuhkan waktu. Meski teknologi tersebut menjanjikan pengisian daya lebih cepat, keamanan lebih baik, dan jarak tempuh lebih jauh, tantangan produksi massal masih menjadi pekerjaan rumah bagi industri.
![]()
2 Mobil Listrik Baru XPeng Resmi Mengaspal di Indonesia, Segini Harganya
XPeng Indonesia resmi meluncurkan varian terbaru SUV listriknya, G6 Pro All-Wheel Drive (AWD), di pasar Indonesia. Model ini menjadi pelengkap lini G6.

VIVA.co.id
28 Juni 2026