Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita Featured Kecerdasan Buatan Mark Zuckerberg Meta Meta AI Spesial

    Di Balik Ambisi AI Zuckerberg, Muncul Keluhan dari Ribuan Insinyur Meta - detik

    5 min read

     

    Di Balik Ambisi AI Zuckerberg, Muncul Keluhan dari Ribuan Insinyur Meta

    KOMPAS.com - Di balik ambisi besar Meta dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI), muncul laporan mengejutkan dari dalam perusahaan.

    Sebuah laporan terbaru dari Wired mengungkapkan bahwa tim Applied AI milik Meta tengah berada di ambang pemberontakan.

    Ribuan insinyur yang ditempatkan di unit tersebut dilaporkan merasa frustrasi dengan kondisi kerja mereka. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?

    Baca juga: Cuma Modal Ngobrol dengan Meta AI, Hacker Bisa Ambil Alih Akun Instagram

    Insiden yang memicu perhatian

    Situasi memanas ketika seseorang menyabotase sebuah presentasi internal yang disiarkan langsung khusus untuk karyawan.

    Asa Mohammed Shaaban di Tengah Reruntuhan Gaza

    Orang tersebut meluapkan kemarahannya secara kasar dan menuntut para peserta menyampaikan pesan tidak pantas kepada seorang eksekutif senior AI Meta. Salah satu presenter dilaporkan menutup wajahnya dengan tangan. 

    Menurut laporan Wired, insiden itu mencerminkan kemarahan yang sudah lama membara di dalam unit yang baru berusia tiga bulan tersebut, yang menampung sekitar 6.500 insinyur dan manajer produk.

    Para karyawan mengaku dipaksa masuk ke unit ini tanpa pilihan nyata. Bergabung atau keluar. Banyak yang menyebut diri mereka sebagai "draftee".

    Tugas yang diberikan kepada mereka adalah membuat teka-teki dan soal-soal pemrograman untuk melatih model AI. 

    Banyak karyawan baru mengetahui perpindahan mereka ke unit ini melalui email yang datang tiba-tiba, sebuah proses yang oleh salah seorang draftee digambarkan di Reddit sebagai "cukup acak." Keluhan pun mengalir. 

    Satu karyawan menyebut kondisi itu seperti "gulag", sementara yang lain mengatakan sebagian besar rekan kerjanya merasa pekerjaannya sangat melelahkan secara mental. 

    Alasan Meta pilih insinyur sendiri

    Dalam rekaman audio internal yang bocor dari pertemuan bulan April, Zuckerberg menjelaskan alasan di balik keputusan menggunakan insinyur internal ketimbang kontraktor luar. 

    Meta percaya rata-rata karyawannya memiliki kecerdasan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kontraktor pihak ketiga, sehingga dianggap lebih baik untuk dilibatkan langsung. 

    Pengumuman internal Meta pada April menyebutkan bahwa model AI mereka masih belum mampu melampaui kemampuan manusia dalam tugas-tugas teknis seperti pemrograman. 

    Untuk itu, perusahaan membutuhkan data pelatihan dari contoh nyata bagaimana orang menyelesaikan tugas sehari-hari menggunakan komputer.

    Petisi dan suasana yang memburuk

    Ketidakpuasan tidak hanya terjadi di dalam tim Applied AI. Lebih dari 1.600 karyawan Meta di seluruh perusahaan telah menandatangani petisi yang memprotes program pemantauan klik dan ketukan tombol keyboard mereka untuk keperluan pelatihan data AI. 

    Suasana yang memburuk bahkan membuat Chief Product Officer Meta, Chris Cox, merasa perlu membahas kondisi lingkungan kerja yang dinilai "brutal" dalam sebuah pertemuan dengan karyawan pekan ini. 

    Zuckerberg kemudian merespons melalui memo internal, mengakui bahwa perubahan yang dilakukan telah "menimbulkan tekanan" dan mengakui perusahaan telah membuat sejumlah kesalahan yang akan segera diperbaiki.

    Hingga berita ini ditulis, Meta belum memberikan komentar resmi, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari TechCrunch.

    Baca juga: Soal Privasi, Meta AI Disebut Lebih Mengkhawatirkan dari ChatGPT

    Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.

    Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    IDF Siaga Hadapi Kemungkinan Pertempuran Baru di Lebanon

    Komentar
    Additional JS