Disdik Jatim Gandeng HGI Research Centre Shanghai, Siapkan Talenta Digital Hadapi Era AI - Tribunnews
Disdik Jatim Gandeng HGI Research Centre Shanghai, Siapkan Talenta Digital Hadapi Era AI

Ringkasan Berita:
- Dinas Pendidikan Jawa Timur menjalin kerja sama dengan HGI Research Centre Shanghai untuk mengembangkan talenta digital dan mempersiapkan generasi muda menghadapi era kecerdasan buatan (AI).
- Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) yang mencakup pengembangan kurikulum, sertifikasi vokasi internasional, kemitraan sekolah dengan industri, serta program pertukaran dan kolaborasi global.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - HGI Research Centre menjalin kerjasama pengembangan talenta digital bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi era digital.
Melalui kerja sama yang ditandai dengan Penandatanganan Letter of Intent (LoI) di Shanghai, Tiongkok ini kedua pihak sepakat membangun mekanisme komunikasi berkelanjutan.
Wang Chen selaku Wakil Presiden HGI Research Centre menyebut program ini juga ditujukan mengeksplorasi program-program konkret di bidang integrasi pendidikan dan industri, pengembangan talenta digital, kemitraan sekolah dengan dunia usaha, serta program pertukaran dan kolaborasi internasional.
“Pendidikan vokasi bukan sekadar mengajarkan penggunaan alat, tetapi membantu siswa memahami cara industri bekerja dan proyek dijalankan. Di era AI, perusahaan tidak lagi hanya mencari individu yang bisa menggunakan AI, tetapi yang mampu memanfaatkannya secara efektif. Karena itu, HGI Research Centre berkomitmen membawa proyek, proses, dan standar industri ke dalam ruang kelas di Indonesia,” jelas Wang Chen selaku Wakil Presiden HGI Research Centre, Selasa (16/6/2026).
Acara penandatanganan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M.,
Delegasi diterima oleh HGI Research Center untuk berpartisipasi dalam serangkaian diskusi, kunjungan lapangan, dan pertukaran pengetahuan bersama HGI Research Centre serta sejumlah institusi pendidikan vokasi di Shanghai.
Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyatakan bahwa industri digital kini telah menjadi arah penting bagi pertumbuhan ekonomi.
“Melalui kolaborasi bersama HGI Research Center dan sejumlah kampus vokasi terkemuka di Shanghai, Jawa Timur dapat mencetak talenta muda tidak hanya menguasai keterampilan digital mutakhir, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi serta wawasan internasional demi mendukung peningkatan skala industri regional,” tegasnya.
Selama kunjungan, delegasi Disdik Jawa Timur dan HGI Research Centre melakukan diskusi mendalam mengenaiintegrasi dunia industri dan pendidikan, penyusunan kurikukum bersama, hingga sertifikasi keterampilan vokasi internasional.
Salah satu topik utama yang mendapat perhatianadalah konsep “Chinese + Class Skill”, yakni model pembelajaran yang mengintegrasikan penguasaan bahasa Mandarin.
Tujuannya untuk mengasah keterampilan profesional dalam konteks industri nyata.
Melalui pendekatan ini, pembelajaran bahasa dipadu kan dengan praktik di bidang desain gim, media digital, produksi konten, dan industri kreatif lainnya.
Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan komunikasi lintas budaya yang semakin dibutuhkan dalam dunia kerja global.
Kedua belah pihak juga membahas berbagai peluang kolaborasi, mulai dari pengembangan kurikulum bersama, sertifikasi keterampilan vokasi internasional, penguatan kemitraan sekolah dan industri, hingga pengembangan talenta digital sektor ekonomi digital dan industri kreatif.
Selain mengikuti diskusi dan simposium, delegasi Jawa Timur juga mengunjungi sejumlah institusi pendidikan vokasi, antaralain Shanghai Qunxing Vocational and Technical School, Shanghai Caoyang Vocational and Technical School, serta Shanghai Arts and Crafts Vocational College.
Dalam pertemuan tersebut juga dijelaskan bahwa delegasi melihat secara langsung implementasi integrals i pendidikan dan industri di berbagai bidang, mulai Darian ima si dan produksi gim, media digital, penerapan keberadaan buatan, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk pelestarian dan pengembangan budaya.
Dalam kesempatan tersebut, Wang Zhenfei, Deputy Director of the Education Bureau of Putuo District, Shanghai, memberikan gambaran mengenai bagaimana pendidikan dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus tetap menjaga keterkaitannya dengan kebutuhan dunia kerja.
Wang Zhenfei menjelaskan bahwa Putuo memiliki 160 institusi pendidikan dengan lebih dari 100.000 siswa dan sekitar 12.000 tenaga pendidik serta kependidikan. Sejak tahun 2020, Putuo telah mengimplementasikan pendidikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dan menjadi salah satu dari tiga kawasan percontohan pendidikan AI di Shanghai.
Di saat yang sama, sistem pendidikan vokasi modern di wilayah tersebut juga terus diperkuat untuk memastikan kualitas pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Melalui kolaborasi ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan HGI Research Centre berharap dapat memperluas aksesbagi generasi muda untuk memperoleh keterampilan yang relevan, wawasan global, dan pengalaman belajar yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri.
Dengan semangat yang sama untuk mendorong inovasi pendidikan, kedua pihak optimistis kerja sama ini akan turut mempersiapkan talenta-talenta masa depan yang mampu bersaing dan berkontribusi di era ekonomi digital.