Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita Featured Ford Kecerdasan Buatan Spesial

    Ford Menyesal Andalkan AI, Kini Rekrut Ratusan Karyawan Lagi - Kompas

    5 min read

     

    KOMPAS.com - Ford menambah daftar perusahaan yang menyesal mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menggenjot pertumbuhan perusahaan.

    Kini, perusahaan otomotif kenamaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut kembali merekrut karyawan manusia, sebagian di antaranya adalah mantan pekerja Ford.

    Menurut para eksekutif Ford, pihaknya telah merekrut 350 engineer. Beberapa di antaranya merupakan mantan karyawan perusahaan, sementara beberapa lainnya adalah mantan pekerja pemasok Ford.

    "Kami salah mengira. (Kami kira) hanya dengan memperkenalkan AI dan memasukkan persyaratan desain yang kami miliki, itu akan menghasilkan produk berkualitas tinggi. Namun ternyata kami salah," kata Charles Poon Vice President of Vehicle Hardware Engineering Ford.

    Iran Vs AS Perang Lagi: Teheran Pancing, Washington "Ledakkan" Hormuz, IRGC Gempur Kuwait-Bahrain

    Baca juga: Setelah AI, China Kini Mengejar Komputer Bertenaga Cahaya

    Chief Operating Officer (COO) Ford, Kumar Galhotra, juga menyatakan bahwa perusahaannya sangat mengandalkan sistem kualitas otomatis, tetapi hasilnya mengecewakan.

    Pada akhirnya, perusahaan asal Amerika Serikat ini kembali mempekerjakan pakar teknis dan spesialis bidang terkait demi "menelusuri titik kegagalan, sebelum suatu komponen mencapai lantai pabrik".

    Kendati demikian, Ford tidak sepenuhnya meninggalkan AI. Sebaliknya, perusahaan ini mengandalkan karyawan yang direkrut lagi untuk melatih pekerja muda dan memprogram ulang alat AI.

    Praktik tersebut dianggap lebih menguntungkan bagi Ford, ketimbang menyerahkan ke AI sepenuhnya.

    CEO Ford, Jim Farley menyebutkan bahwa perekrutan mantan karyawan, berhasil menurunkan biaya garansi, hingga tingkat penarikan kembali (recall) produk.

    Dengan kata lain, penggunaan kembali karyawan manusia, berkontribusi terhadap penghematan biaya hingga ratusan juta dollar.

    Ford bahkan menduduki peringkat teratas di antara merek mobil kenamaan launnya dalam Initial Quality Survey dari JD Power yang dirilis pada pekan lalu, dihimpun KompasTekno dari Tech Crunch.

    Baca juga: AI Jadi Asisten Pengacara, Bantu Menangkan Kasus Pertama di Pengadilan

    Perusahaan lain juga menyesal pakai AI

    Klarna, perusahaan teknologi finansial asal Swedia, mengakui telah terlalu jauh mengandalkan kecerdasan buatan (AI) setelah memangkas sekitar 1.200 karyawan pada 2024.

    Pada 2025, perusahaan mulai kembali membuka lowongan pekerjaan karena menilai penggunaan AI belum mampu memberikan hasil sesuai harapan.

    CEO Klarna Sebastian Siemiatkowski mengatakan perusahaan sempat memanfaatkan AI secara agresif untuk menekan biaya operasional, meningkatkan efisiensi, dan mempercepat pengambilan keputusan.

    Langkah tersebut mencakup pengurangan jumlah karyawan dari sekitar 5.000 menjadi 3.800 orang, penghentian kerja sama dengan sejumlah vendor, serta penggunaan chatbot AI yang menggantikan sekitar 700 petugas layanan pelanggan.

    Meski chatbot AI mampu mempercepat waktu penyelesaian layanan pelanggan dari rata-rata 11 menit menjadi dua menit dan menghemat biaya perusahaan sekitar 2 juta dollar AS (sekitar Rp 35,7 miliar), Siemiatkowski mengakui manfaat tersebut belum cukup untuk meningkatkan produktivitas maupun kualitas layanan.

    "Kami mungkin cukup berlebihan menggunakan AI, sehingga dalam enam bulan terakhir kami mencoba memperbaikinya," ujarnya.

    Menurut Siemiatkowski, investor tidak hanya menginginkan efisiensi biaya, tetapi juga pertumbuhan bisnis dan peningkatan kualitas produk.

    Karena itu, Klarna membuka lebih dari dua lusin posisi baru dan lebih berfokus pada produktivitas serta pengalaman pelanggan, meski tetap optimistis AI akan menjadi pendukung penting bagi bisnis di masa depan.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Pengakuan Abdul Latif, Karyawan Padel yang Disekap Usai Dituduh Mencuri Raket

    Komentar
    Additional JS