0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Opsitek Browser
    Sticky Notes
    Kalkulator Scientific
    Google Search
    Google Maps
    Ventusky 3D Earth
    Lingva Translate App
    Stellarium Sky
    Paint
    Edit Foto
    Google Kurs
    Google Cuaca
    Google Calendar
    Jam Dunia
    Flashscore Livescore
    Real-Time Seismik & Gempa Bumi Global
    Browser
    Sticky Notes
    Kalkulator
    Kurs
    Cuaca
    Google
    Maps
    Earth
    Translate
    Stellarium
    Kalender
    Waktu
    Livescore
    Paint
    Edit Foto
    Info Gempa
    O
    Home Amerika Serikat Berita China Chip Dunia Internasional Featured Huawei Spesial

    Huawei Berterima Kasih ke AS, Larangan Chip Bikin China Makin Mandiri - Kompas

    6 min read

     

    Huawei Berterima Kasih ke AS, Larangan Chip Bikin China Makin Mandiri


    KOMPAS.com - Huawei menyampaikan pernyataan yang tak biasa terkait kebijakan pembatasan teknologi yang diterapkan Amerika Serikat (AS) terhadap China selama beberapa tahun terakhir.

    Alih-alih mengeluh, Huawei justru berterima kasih kepada Washington karena larangan ekspor chip dinilai mempercepat perkembangan industri semikonduktor China.

    Pernyataan tersebut disampaikan Chairman Huawei, Liang Hua, dalam sebuah forum industri baru-baru ini.

    Menurut Liang, kontrol ekspor yang diberlakukan AS telah mendorong perusahaan-perusahaan China untuk meningkatkan investasi riset dan pengembangan (R&D), sekaligus membangun rantai pasok teknologi mereka sendiri.

    Didesak DPR AS Hentikan Perang Iran, Trump "Ngamuk" ke Partainya

    Baca juga: Taktik China Akali Pembatasan Chip AI AS, Selundupkan Hard Disk 4,8 PB ke Malaysia

    "Pembatasan ekspor dari AS memaksa industri China berinvestasi lebih besar dalam inovasi dan pengembangan teknologi inti," kata Liang, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Tom's Hardware, Sabtu (6/6/2026).

    Pembatasan akses

    Sejak 2019, pemerintah AS secara bertahap memperketat akses Huawei dan perusahaan teknologi China lainnya terhadap berbagai teknologi strategis. Pembatasan tersebut mencakup chip canggih, perangkat lunak desain semikonduktor, hingga peralatan manufaktur chip dari perusahaan-perusahaan Barat.

    Akibat kebijakan tersebut, Huawei sempat kehilangan akses ke berbagai komponen penting untuk bisnis smartphone dan infrastrukturnya. Perusahaan juga tidak lagi dapat menggunakan layanan Google di perangkat Android yang dipasarkan secara global.

    Baca juga: Bos Nvidia: Chip Buatan China Tinggal Hitungan Nanodetik Saja di Belakang AS

    Namun dalam beberapa tahun terakhir, China justru meningkatkan upaya untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.

    Pemerintah maupun perusahaan swasta menggelontorkan investasi besar untuk mengembangkan chip, perangkat lunak, sistem operasi, hingga peralatan produksi semikonduktor buatan dalam negeri.

    Menurut Liang, tekanan dari AS menjadi salah satu faktor yang mempercepat transformasi tersebut.

    ilustrasi harmonyos 6.

    Lihat Foto

    Huawei sendiri menjadi salah satu contoh nyata dari strategi tersebut. Setelah sempat terpukul akibat sanksi AS, perusahaan kembali merilis smartphone premium dengan chip buatan lokal dan mengembangkan ekosistem teknologi yang semakin mandiri.

    Selain mengembangkan sistem operasi HarmonyOS, Huawei juga memperluas penggunaan chip rancangan domestik untuk berbagai lini produknya.

    Baca juga: Amerika Melunak, 10 Perusahaan China Boleh Pakai Chip AI Nvidia H200

    Pemicu kebangkitan

    Pernyataan Huawei muncul di tengah meningkatnya persaingan teknologi antara AS dan China, terutama di bidang semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI).

    Pemerintah AS beralasan pembatasan ekspor diperlukan untuk menjaga keamanan nasional dan mencegah teknologi canggih digunakan untuk kepentingan militer China.

    Namun di sisi lain, sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut justru mempercepat upaya China membangun industri teknologi yang lebih mandiri dan kompetitif.

    Baca juga: China Mulai Curiga dengan AI OpenClaw, PNS Dilarang Install

    Liang mengatakan industri semikonduktor China masih menghadapi berbagai tantangan. Meski demikian, ia menilai kemampuan teknologi dalam negeri terus berkembang dan semakin mampu bersaing dengan produk-produk dari luar negeri.

    Dengan kata lain, kebijakan yang awalnya ditujukan untuk membatasi kemajuan teknologi China kini dianggap Huawei sebagai salah satu pemicu kebangkitan industri chip domestik Negeri Tirai Bambu.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Siap Lawan China di Zona "Kill Zone", Ini 2 Rudal Jagoan Taiwan!

    Komentar
    Additional JS