Krisis Memori Makin Parah, AMD Punya Cara Baru Tanpa Tambah RAM - Kompas
KOMPAS.com – Pabrikan chip asal Amerika Serikat (AS), Advanced Micro Devices (AMD) tengah mencoba pendekatan baru dalam merespons krisis memori global.
Cara yang dilakukan adalah memanfaatkan fungsi media penyimpanan (storage) sebagai "RAM virtual" berbasis kecerdasan buatan (AI).
Upaya ini muncul setelah AMD mengakuisisi startup asal California, AS, MEXT, pada 15 Juni 2026 lalu.
Baca juga: 2027, Smartphone di Eropa Wajib Pakai Baterai Lepas-Pasang
Perusahaan tersebut mengembangkan sistem bernama Predictive Memory Engine yang dirancang untuk membuat penyimpanan NAND flash seperti solid-state drive (SSD) agar bisa bekerja menjadi mirip DRAM.
2 Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Terjadi Hanya Berselang 40 Detik!
Konsepnya sekilas mirip dengan RAM virtual yang ada di smartphone kekinian, tetapi dengan skala dan pendekatan yang jauh lebih kompleks.
Baca Juga :
Dalam Predictive Memory Engine, sistem berbasis AI akan memprediksi data apa yang kemungkinan dibutuhkan oleh aplikasi atau sistem dalam waktu dekat.
Data tersebut kemudian dipindahkan dari penyimpanan ke memori utama (DRAM) sebelum benar-benar diminta, sehingga seolah kapasitas RAM-nya lebih besar.
Baca juga: Vendor Smartphone Ini Batal Rilis HP Baru karena Harga RAM Naik Gila-gilaan
Pendekatan ini dinilai dapat membantu mengurangi tekanan pada penggunaan DRAM, terutama di pusat data yang kini menghadapi lonjakan kebutuhan memori akibat pesatnya perkembangan AI.
Tak dirancang untuk PC
Meski terdengar menjanjikan, teknologi ini belum dirancang sebagai pengganti RAM di komputer pribadi.
AMD dan MEXT saat ini baru akan menerapkan untuk data center. Pasalnya, data center disebut memiliki pola kerja lebih stabil dan mudah diprediksi.
Baca juga: Gamer PC Lebih Suka Windows 10 daripada Windows 11
Beban kerja seperti AI inference, analitik data, dan virtualisasi dinilai paling cocok untuk pendekatan ini karena memiliki pola akses data yang berulang dan bisa diprediksi.
Dengan begitu, sistem dapat "belajar" dan mengantisipasi kebutuhan data lebih cepat.
Sementara itu, untuk penggunaan di PC konsumen seperti gaming, browsing, atau multitasking, pendekatan ini dinilai kurang efektif karena pola akses memori yang lebih acak dan sulit diprediksi secara konsisten.
Baca juga: Perusahaan Bimbel Online Bangkrut gara-gara ChatGPT
Jika berhasil diterapkan secara luas, teknologi ini berpotensi menjadi salah satu cara industri semikonduktor mengurangi ketergantungan pada DRAM.
Jadi solusi krisis memori?

Lihat Foto
Lantas, apakah pengujian yang dilakukan AMD dan MEXT bisa menjadi solusi dari krisis memori?
Baca juga: AWS Umumkan Chip Generative AI Trainium3
Sebagai konsep, teknologi seperti Predictive Memory Engine mungkin bisa menjadi salah satu cara untuk meredam tekanan krisis memori, terutama di data center yang saat ini menjadi pengguna DRAM terbesar.
Namun, pendekatan ini bisa dibilang bukan solusi utama yang menyelesaikan akar masalah.
Pasalnya, krisis memori tetap akan sangat dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan DRAM global dan tingginya permintaan dari industri AI yang tumbuh sangat cepat.
Baca juga: Google Rilis Gemini Go, AI untuk HP Android RAM 2 GB
Krisis memori global sendiri terjadi karena permintaan DRAM meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, sementara produksi masih didominasi oleh sejumlah pemain besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron.
Kondisi ini membuat harga memori ikut naik dan menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam operasional data center.
Di sisi lain, menambah kapasitas produksi DRAM bukan solusi cepat karena membutuhkan investasi besar dan waktu pembangunan yang panjang.
Akibatnya, industri mulai mencari alternatif untuk mengoptimalkan penggunaan memori yang sudah ada, salah satunya seperti Predictive Memory Engine di atas, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari XDADevelopers.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Trump Minta Aset Iran Rp107 Triliun Dipakai Beli Pangan dari AS, Teheran Langsung Membantah