Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita Featured Kecerdasan Buatan Spesial

    Kupas Tuntas Lapangan Kerja yang Paling Aman di Tengah Perang AI - Viva

    6 min read

     

    Ilustrasi AI di Industri Energi

    Jakarta, VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin cepat memicu kekhawatiran global tentang masa depan dunia kerja. Banyak laporan menunjukkan bahwa sebagian pekerjaan akan terdampak otomatisasi, terutama yang bersifat rutin dan berbasis data.

    Baca Juga

    Namun di sisi lain, sejumlah studi internasional juga menegaskan bahwa tidak semua profesi berada dalam ancaman, bahkan ada pekerjaan yang relatif lebih “aman” di era AI.

    Ilustrasi dokter

    Photo :

    • Freepik

    Baca Juga

    Laporan dari OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), dikutip VIVA Kamis, 25 Juni 2026, menyebutkan bahwa dampak AI terhadap pekerjaan sangat bergantung pada jenis tugas, bukan hanya profesinya. Pekerjaan dengan kombinasi keterampilan kompleks, pengambilan keputusan, serta interaksi manusia cenderung lebih sulit digantikan teknologi.

    Sementara itu, World Economic Forum (WEF) dalam Future of Jobs Report 2025 menegaskan bahwa meskipun jutaan pekerjaan akan berubah akibat AI, teknologi ini juga akan menciptakan profesi baru dan memperkuat pekerjaan yang membutuhkan keterampilan manusia seperti analisis, kreativitas, dan kepemimpinan.

    Baca Juga

    1. Sektor Kesehatan: Sentuhan Manusia Tak Tergantikan

    Bidang kesehatan menjadi salah satu sektor yang paling aman dari disrupsi AI. Profesi seperti dokter, perawat, psikolog, dan tenaga medis tetap membutuhkan interaksi manusia secara langsung.

    AI memang membantu dalam diagnosis dan analisis data medis, tetapi keputusan akhir dan empati terhadap pasien masih membutuhkan manusia. OECD juga menekankan bahwa pekerjaan yang melibatkan “human judgment” dan tanggung jawab etis sulit digantikan sepenuhnya oleh mesin.

    2. Pekerjaan Berbasis Keterampilan Fisik (Skilled Trades)

    Profesi seperti teknisi listrik, tukang bangunan, mekanik, dan pekerja lapangan termasuk yang paling tahan terhadap otomatisasi.

    Alasannya sederhana: pekerjaan ini membutuhkan ketangkasan fisik, adaptasi di lingkungan nyata, dan pemecahan masalah langsung di lapangan hal yang masih sulit dilakukan robot secara fleksibel di berbagai kondisi dunia nyata.

    Beberapa analisis juga menunjukkan bahwa pekerjaan dengan interaksi fisik kompleks termasuk kategori dengan risiko otomatisasi rendah.

    3. Profesi Pendidikan dan Pengajaran

    Ilustrasi guru

    Photo :

    • Freepik

    Guru, dosen, dan pelatih profesional tetap memiliki peran penting di tengah perkembangan AI.

    Meskipun AI dapat membantu menyediakan materi pembelajaran, proses mendidik manusia tetap membutuhkan pendekatan emosional, motivasi, dan pemahaman karakter siswa. World Economic Forum menyoroti bahwa pekerjaan berbasis interaksi sosial dan pengembangan manusia akan tetap dibutuhkan bahkan di masa otomatisasi tinggi.

    4. Profesi Kreatif dan Strategis

    Pekerjaan seperti desainer kreatif, sutradara, penulis strategi, hingga brand strategist juga relatif aman.

    AI dapat menghasilkan konten, tetapi kreativitas tingkat tinggi, intuisi budaya, dan strategi jangka panjang masih membutuhkan manusia. Bahkan banyak penelitian menunjukkan AI lebih berperan sebagai alat bantu (augmentation), bukan pengganti penuh dalam pekerjaan kreatif.

    5. Keamanan Siber dan Teknologi Tinggi

    Ironisnya, semakin canggih AI, semakin tinggi pula kebutuhan akan ahli keamanan siber.

    Profesi seperti cybersecurity analyst, AI auditor, dan data protection specialist menjadi semakin penting untuk melindungi sistem digital dari serangan dan penyalahgunaan teknologi.

    WEF mencatat bahwa bidang teknologi justru menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di era AI.

    Ilustrasi teknologi AI

    Photo :

    • SAP

    Meski AI membawa perubahan besar, banyak pekerjaan tetap bertahan karena membutuhkan kemampuan manusia yang tidak mudah direplikasi: empati, kreativitas, keputusan etis, dan keterampilan fisik kompleks.

    Ilustrasi nasi.

    Bukan Makan Nasi, Bila Terasa Lapar Ternyata ini Menu Sarapan Terbaik di Pagi Hari

    Sarapan di pagi hari sangat penting untuk mengisi kembali energi tubuh sebelum kita memulai aktivitas harian. Menu nasi justru tidak disarankan untuk kesehatan

    img_title

    VIVA.co.id

    25 Juni 2026

    Komentar
    Additional JS