Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Gadget Smartphone Spesial

    Pasar Smartphone Global Lesu 9 Minggu Beruntun, Hanya Dua Merek yang Tumbuh - Kompas

    8 min read

     


    KOMPAS.com - Pasar smartphone global masih lesu pada pekan ke-20 2026 atau periode 10-16 Mei 2026.

    Menurut laporan terbaru firma riset pasar Counterpoint Research, penjualan smartphone dunia turun 8 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

    Penurunan ini sekaligus menandai pekan negatif kesembilan secara berturut-turut bagi industri smartphone global.

    Baca juga: China Tutup Pintu untuk Nvidia, Pabrik Chip AI Lokal Untung Besar

    Counterpoint mencatat, lemahnya permintaan konsumen masih menjadi faktor utama yang menekan pasar.

    Adik Korban Penyekapan Ungkap Komunikasi Janggal, Bicara "Teteh" Kasar

    Kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih, ditambah kenaikan biaya komponen, membuat konsumen cenderung menunda pembelian perangkat baru.

    Meski pasar secara keseluruhan melemah, performa tiap vendor ternyata berbeda-beda.

    Baca juga: Pasar Smartphone Diprediksi Turun 15 Persen Tahun Ini

    Apple dan Huawei tumbuh

    Berdasarkan data Counterpoint, Apple menjadi salah satu vendor dengan pertumbuhan terbaik. Penjualan iPhone tercatat naik 10 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

    Huawei bahkan mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 23 persen YoY.

    Menurut Counterpoint, kinerja Huawei ditopang oleh pasar domestik China yang masih kuat, dukungan kebijakan pemerintah setempat, serta rantai pasok lokal yang lebih stabil.

    Baca juga: Siap-siap, Harga Ponsel Terancam Naik dan HP Murah Makin Terbatas

    Associate Director Counterpoint Research Sujeong Lim mengatakan perusahaan yang memiliki pasokan komponen lebih terjamin mampu mempertahankan strategi harga dan promosi secara konsisten.

    "Apple berada pada posisi yang menguntungkan dalam hal ini," kata Lim.

    Sementara Samsung mencatat kinerja yang relatif stabil. Pada periode week 20 ini, penjualan smartphone Samsung Galaxy hanya turun tipis sekitar 1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

    Baca juga: Pengguna ChatGPT Naik, tapi Pangsa Pasarnya Turun

    Angka tersebut jauh lebih baik dibanding sejumlah vendor Android lainnya yang mengalami penurunan dua digit.

    Di tengah kondisi pasar yang lesu, Samsung dinilai masih mampu menjaga keseimbangan pasokan komponen dan strategi pemasaran produk.

    Berikut ini daftar 6 vendor HP global pekan ke-20 2026:

    Baca juga: Siap-siap, HP Murah Terancam Makin Terbatas

    1. Apple : 10 persen
    2. Samsung: -1 persen
    3. Oppo: -10 persen
    4. Vivo: -19 persen
    5. Xiaomi:  -17 persen
    6. Huawei: 23 persen

    Xiaomi dan Oppo turun, Vivo paling dalam

    Berbeda dengan Apple, Huawei, dan Samsung, sejumlah vendor asal China mengalami tekanan lebih besar.

    Penjualan Oppo turun 10 persen YoY. Kemudian Xiaomi mencatat penurunan 17 persen, sedangkan Vivo turun paling dalam dengan kontraksi 19 persen.

    Counterpoint menilai, vendor-vendor tersebut lebih rentan terhadap ketidakstabilan pasokan komponen dan kenaikan biaya produksi.

    Kondisi tersebut membuat perusahaan memiliki ruang yang lebih terbatas untuk memberikan promosi atau menjaga harga perangkat tetap kompetitif.

    Baca juga: Vendor Smartphone Ini Batal Rilis HP Baru karena Harga RAM Naik Gila-gilaan

    Harga memori jadi masalah baru

    Menurut Research Director Counterpoint Tarun Pathak, salah satu tantangan terbesar industri smartphone saat ini adalah harga chip memori yang terus meningkat.

    Permintaan memori dari industri kecerdasan buatan (AI) dan pusat data (data center) membuat pasokan untuk perangkat konsumen semakin ketat.

    Counterpoint memperkirakan harga memori akan tetap tinggi hingga akhir 2026.

    Baca juga: Pasar Smartphone Diprediksi Turun 15 Persen Tahun Ini

    Untuk mengatasi tekanan tersebut, vendor smartphone mulai menerapkan berbagai strategi. Mulai dari menaikkan harga perangkat, menyesuaikan jadwal peluncuran produk, hingga melakukan optimalisasi biaya produksi.

    Dalam beberapa kasus, produsen juga mulai mengurangi spesifikasi tertentu pada perangkat baru agar harga jual tetap kompetitif.

    Counterpoint menilai, 2026 menjadi tahun ketika stabilitas rantai pasok semakin menentukan performa sebuah merek, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari laman resmi Counterpoint Research.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Mahasiswa UBK Dialog Dengan Gibran, Rektorat: Tidak Mewakili Kampus

    Komentar
    Additional JS