PHEV: Gabungan Mesin Bensin dan Listrik yang Kian Digemari. - Listrik Indonesia
PHEV: Gabungan Mesin Bensin dan Listrik yang Kian Digemari

Listrik Indonesia | Pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus berkembang dengan beragam pilihan teknologi yang ditawarkan kepada konsumen. Jika sebelumnya perhatian publik lebih banyak tertuju pada mobil listrik murni, kini segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) mulai menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
PHEV merupakan kendaraan yang menggabungkan mesin pembakaran internal berbahan bakar bensin atau diesel dengan motor listrik dan baterai berkapasitas lebih besar dibanding mobil hybrid konvensional. Berbeda dengan hybrid biasa, baterai pada PHEV dapat diisi ulang melalui sumber listrik eksternal, baik dari stop kontak rumah maupun stasiun pengisian kendaraan listrik.
Teknologi ini memungkinkan kendaraan beroperasi sepenuhnya menggunakan tenaga listrik untuk jarak tertentu, umumnya antara 30 hingga 100 kilometer tergantung model yang digunakan. Ketika daya baterai menurun, mesin bensin akan mengambil alih sehingga mobil tetap dapat digunakan tanpa kekhawatiran kehabisan energi. Selain itu, sistem pengereman regeneratif juga membantu mengisi kembali baterai saat kendaraan melambat.
PHEV dinilai menawarkan sejumlah keunggulan yang membuatnya semakin menarik bagi konsumen. Selain lebih hemat bahan bakar dibanding kendaraan konvensional, mobil jenis ini juga dapat digunakan layaknya mobil listrik untuk kebutuhan perjalanan harian. Di sisi lain, keberadaan mesin bensin memberikan rasa aman bagi pengguna saat menempuh perjalanan jauh tanpa harus khawatir kehabisan daya baterai. Emisi yang lebih rendah juga menjadi nilai tambah di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan.
Teknologi Transisi yang Menarik Minat Konsumen
Perjalanan pasar PHEV di Indonesia sebenarnya tidak selalu mulus. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan kendaraan jenis ini sempat berada pada level yang sangat rendah.
Pada 2019, distribusi PHEV hanya mencapai 25 unit. Setahun kemudian, angka tersebut turun sekitar 68 persen menjadi delapan unit. Kondisi mulai membaik pada 2021 ketika penjualan meningkat 475 persen menjadi 46 unit.
Namun tren positif itu belum berlangsung lama. Pada 2022, pasar kembali melemah dengan penjualan yang hanya mencapai 10 unit. Kebangkitan mulai terlihat pada 2023 setelah sejumlah produsen menghadirkan model-model baru. Penjualan PHEV saat itu melonjak menjadi 128 unit atau tumbuh sekitar 1.180 persen dibanding tahun sebelumnya.
Momentum tersebut berlanjut pada 2024. Meski pertumbuhannya tidak terlalu besar, penjualan masih meningkat 6,25 persen menjadi 136 unit.
Lonjakan terbesar terjadi sepanjang 2025. Kehadiran berbagai merek baru, terutama pabrikan asal China yang agresif menawarkan produk dengan harga kompetitif, berhasil mengubah peta pasar. Penjualan PHEV melonjak drastis hingga mencapai 5.270 unit, atau meningkat sekitar 3.775 persen dibanding tahun sebelumnya.
Tren positif itu tampaknya masih berlanjut pada tahun ini. Sepanjang Januari hingga April 2026, distribusi PHEV dari pabrik ke dealer telah mencapai 2.078 unit. Angka tersebut setara dengan 39,4 persen dari total penjualan sepanjang 2025.
Persaingan merek di segmen ini juga semakin ketat. Chery saat ini menjadi pemain paling dominan berkat performa kuat lini produknya. Chery Tiggo 8 CSH memimpin pasar dengan penjualan 956 unit, disusul Chery Tiggo 9 CSH yang mencatatkan 223 unit.
Di belakangnya, Wuling berhasil menempatkan dua model PHEV di jajaran atas melalui Darion PHEV dengan 214 unit dan Eksion PHEV sebanyak 193 unit. Sementara itu, Geely Starray EM-i mencatatkan penjualan 187 unit, diikuti Jaecoo J7 SHS dengan 147 unit dan Jaecoo J8 SHS sebanyak 119 unit.
Melihat perkembangan tersebut, PHEV mulai dipandang sebagai solusi transisi yang menarik menuju era kendaraan listrik. Teknologi ini menawarkan efisiensi energi dan emisi yang lebih rendah, sekaligus mempertahankan fleksibilitas kendaraan berbahan bakar konvensional yang masih menjadi pilihan banyak masyarakat Indonesia.
Dengan semakin banyaknya pilihan model dan harga yang semakin kompetitif, segmen PHEV diperkirakan akan terus bertumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Kehadirannya menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin merasakan pengalaman berkendara listrik tanpa harus sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya.