Pramono: Anggaran LPDP DKI Rp 100 Miliar, Bisa Biayai 50-75 Mahasiswa - Tribunnews
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang akan dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki anggaran sebesar Rp 100 miliar dan diperkirakan dapat membiayai pendidikan 50 hingga 75 mahasiswa.
“Jadi LPDP itu nilainya yang sudah disepakati di dalam dan akan disampaikan juga dalam APBD, itu Rp 100 miliar. Rp 100 miliar ini untuk LPDP bisa antara 50 sampai 75 siswa,” kata Pramono kepada wartawan, Jumat (26/6).
Pramono menjelaskan, jumlah penerima beasiswa akan bergantung pada kebutuhan pembiayaan masing-masing mahasiswa dan program pendidikan yang ditempuh.
Menurut dia, saat ini yang terpenting adalah alokasi anggaran sebesar Rp 100 miliar telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Pram menambahkan, program LPDP DKI menjadi yang pertama kalinya dikelola secara langsung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Dan itu adalah yang pertama kali LPDP yang akan dikelola secara langsung oleh Pemerintah DKI Jakarta,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap rencana pengiriman sekitar 100 mahasiswa Jakarta untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri melalui skema beasiswa hasil kerja sama dengan LPDP.
Pramono mengatakan, rencana tersebut saat ini masih dalam tahap pematangan bersama pihak terkait, termasuk LPDP pusat dan jajaran pemerintah kota.
“Mengenai LPDP, saya sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan LPDP Pusat dan minggu ini juga ada jajaran wali kota merumuskan bagaimana LPDP ini bisa dilakukan dan sudah ada jalan keluar. Jakarta akan bekerja sama dengan LPDP Pusat,” kata Pramono kepada wartawan di Jakarta Pusat, Sabtu (11/4).
Di tahap awal, Pemprov DKI berencana mengirim sekitar 100 mahasiswa ke luar negeri. Ia juga memastikan akan ada kuota khusus bagi anak-anak Betawi.
“Dalam term pertama mungkin kami akan mengirim kurang lebih 100 mahasiswa dan dari situ saya akan memberikan kuota untuk anak-anak Betawi, anak Jakarta. Kenapa itu kami berikan? karena bagaimana pun sebagai kota dan undang-undang sudah mengatur, tentunya kita juga harus memberikan kesempatan untuk anak-anak Betawi bisa sekolah di luar,” ujar Pramono.
Pramono menekankan pentingnya daya saing bagi generasi muda Jakarta, khususnya anak Betawi, agar tidak tertinggal di daerahnya sendiri.
“Mereka harus bisa kompetitif, jangan jadi penonton apalagi mau jadi tuan di kampungnya sendiri kalau nggak kompetitif. Anak Betawi nilainya nggak cukup 6, mesti 11 nilainya baru cukup buat bisa kompetitif di Jakarta,” tutupnya.