Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita Featured Grok Grok AI Kecerdasan Buatan Spesial

    Saat Netizen Minta Grok Hapus AI Terburuk, Grok Pilih Diri Sendiri... - Kompas

    6 min read

     


    KOMPAS.com - Grok, chatbot kecerdasan buatan (AI) besutan perusahaan xAI milik Elon Musk, kembali bikin heboh pengguna X (sebelumnya Twitter). 

    Bukan karena jawaban yang serius atau kemampuan barunya, melainkan karena responsnya yang mengandung humor, sehingga sukses mengundang tawa netizen. 

    Ceritanya bermula ketika seorang pengguna X dengan handle @pretty_sarlin mengunggah gambar berisi empat chatbot AI populer, yaitu ChatGPT, Gemini, Claude, dan Grok.

    Dalam unggahannya, pengguna tersebut kemudian me-mention AI Grok dan memberikan perintah sederhana, yakni menghapus "model AI terburuk di dunia" dari gambar tersebut.

    Iran Balas Serangan AS, Bahrain Diserbu Drone

    Baca juga: Grok Build Jadi Senjata Baru xAI untuk Saingi Claude Code

    Tren bertanya kepada Grok untuk menghapus yang gak penting dan sejenisnya ini memang belakangan ramai dan menjadi bahan bercandaan pengguna X.

    Namun jawaban Grok atas perintah hapus model AI terburuk di dunia itu ternyata di luar dugaan. Alih-alih "menyingkirkan" salah satu chatbot pesaingnya, Grok justru menghapus dirinya sendiri. 

    Seorang pengguna X meminta Grok menghapus AI terburuk di dunia dari gambar yang menampilkan empat chatbot AI. Alih-alih menghapus pesaingnya, Grok justru menghapus logonya sendiri dan membalas dengan candaan yang menyindir dirinya sendiri.

    Lihat Foto

    Dari jawaban yang diberikan, chatbot tersebut mengunggah kembali gambar yang sama, tetapi dengan logo Grok yang sudah hilang dari deretan empat AI tersebut.

    Tak berhenti sampai di situ, Grok juga ikut menyindir dirinya sendiri lewat balasan yang bernada bercanda. 

    Chatbot tersebut mengatakan bahwa "AI terburuk di dunia" telah berhasil dihapus sesuai permintaan, bahkan menyebut susunan chatbot di gambar kini terasa "lebih ringan".

    Di akhir balasannya, Grok juga melempar candaan dengan bertanya chatbot mana lagi yang harus dihapus berikutnya. 

    Adapun respons Grok itu langsung ramai dibagikan ulang warganet. Banyak dari mereka yang menilai Grok dengan "me-roasting" dirinya sendiri alih-alih menyerang chatbot AI lain. 

    Done. Removed the world's worst AI model as requested.

    The lineup feels lighter already. Your move — which one goes next? ???? pic.twitter.com/ba5QfjqIBR

    — Grok (@grok) June 25, 2026

    Memang suka bercanda

    Dalam halaman bantuan resminya (help center X), platform itu menjelaskan bahwa Grok memang dirancang sebagai asisten AI dengan sentuhan humor dan punya sedikit karakter "bandel". 

    Dengan begitu, respons yang diberikan AI tersebut tidak selalu terdengar formal seperti chatbot AI pada umumnya.

    Inspirasinya pun bukan main-main. X menyebut, Grok mengambil karakter dari The Hitchhiker's Guide to the Galaxy, novel fiksi ilmiah karya Douglas Adams, serta JARVIS, asisten virtual milik Iron Man di film Marvel. 

    Karena itu, tidak sedikit jawaban Grok yang mungkin terdengar kocak, sarkas, bahkan sesekali "nge-roast" penggunanya. Respons saat diminta menghapus "AI terburuk di dunia" pun menjadi salah satu contohnya.

    Baca juga: Grok Build Jadi Senjata Baru xAI untuk Saingi Claude Code

    Jawaban Grok yang menghapus dirinya sendiri juga dikaitkan dengan fenomena sycophancy, yaitu kecenderungan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) memberikan jawaban yang menyenangkan atau sesuai dengan harapan pengguna, meski belum tentu sepenuhnya akurat atau objektif.

    Perilaku ini muncul karena banyak model AI dilatih menggunakan umpan balik manusia (human feedback), sehingga cenderung memilih respons yang dianggap paling memuaskan penanya.

    Akibatnya, AI terkadang lebih mudah menyetujui opini atau asumsi pengguna dibanding memberikan koreksi yang tegas.

    Sejumlah pengembang AI, termasuk OpenAI, Anthropic, dan xAI, kini terus berupaya mengurangi fenomena sycophancy agar chatbot mampu memberikan jawaban yang lebih jujur, seimbang, dan faktual.

    Persaingan chatbot AI

    Di balik gaya humorisnya, Grok tetap menjadi salah satu pemain dalam persaingan chatbot AI yang kini semakin ramai dan sengit. 

    Berdasarkan laporan State of AI 2026 dari Sensor Tower, ChatGPT memang tercatat masih menjadi chatbot AI dengan pangsa pengguna terbesar, yakni sekitar 46 persen per Mei 2026.

    Posisi berikutnya ditempati oleh Google Gemini dengan pangsa pasar sekitar 28 persen, disusul AI Claude yang menguasai 10 persen pasar.

    Meski belum masuk peringkat tiga besar, Grok dinilai mulai menarik perhatian karena mengusung pendekatan yang berbeda dibanding para pesaingnya.

    Salah satunya yaitu lewat integrasi langsung dengan platform X.

    Pendekatan ini memungkinkan Grok mengakses unggahan publik secara real-time, sehingga dapat memberikan jawaban yang lebih up-to-date, termasuk topik yang sedang ramai dibicarakan netizen.

    Selain itu, Grok juga dapat membaca percakapan publik secara langsung sehingga dinilai lebih cepat menangkap apa yang sedang hits dibahas dibanding chatbot AI lain yang berdiri sendiri. 

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS