Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured IMF Keuangan Rupiah Spesial

    Steve Hanke Sebut Rupiah Harusnya Setara Dolar AS, Andai Tak Disabotase IMF - investor id

    6 min read

     


    Gambar George Washington terlihat pada uang kertas satu dolar AS. (Foto: AP/ Matt Slocum)

    JAKARTA, investor.id – Ekonom Amerika Serikat (AS) Steve Hanke kembali menyoroti kebijakan moneter Indonesia saat krisis ekonomi 1998. Hanke mengklaim nilai tukar rupiah saat ini bisa jauh lebih stabil, bahkan setara dengan dolar AS, apabila rencana penerapan sistem currency board pada masa Presiden Soeharto tidak digagalkan oleh International Monetary Fund (IMF).

    Pernyataan tersebut disampaikan Hanke melalui akun X pribadinya pada Senin (22/6/2026). Dalam unggahan itu, ia mengungkit kembali rencana penerapan currency board yang disebut pernah dirancang bersama Presiden Soeharto di tengah krisis ekonomi 1998.

    “Jika IMF tidak menyabotase currency board yang akan dipasang oleh Soeharto dan saya pada 1998, rupiah tidak akan bermasalah hari ini. Rupiah akan sebaik dolar AS. Rupiah akan menjadi kloning dari greenback,” tulis Hanke.

    ADVERTISEMENT

    Greenback merupakan istilah yang umum digunakan untuk menyebut dolar AS. Melalui pernyataannya tersebut, Hanke berpendapat rupiah dapat memiliki tingkat stabilitas yang menyerupai dolar AS apabila sistem currency board diterapkan secara konsisten sejak masa krisis.

    Currency board sendiri merupakan sistem moneter yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu gagasan utama yang didorong Hanke untuk negara-negara yang mengalami tekanan nilai tukar dan inflasi tinggi.

    Mengutip penjelasan HSBC Indonesia, currency board atau dewan mata uang adalah otoritas moneter yang menerbitkan mata uang domestik dengan dukungan penuh dari mata uang asing tertentu. Sistem ini merupakan bentuk paling ketat dari rezim nilai tukar tetap karena mata uang domestik dipatok secara permanen terhadap mata uang acuan, seperti dolar AS atau euro.

    Steve Hanke Sebut Rupiah Harusnya Setara Dolar AS, Andai Tak Disabotase IMF
    Unggahan terbaru Ekonom Amerika Serikat (AS) Steve Hanke dalam akun X pribadinya pada Senin (22/6/2026). (Tangkapan layar: B-Universe Photo/Addin Anugrah Siwi)

    Dalam skema tersebut, setiap unit mata uang domestik yang beredar harus didukung oleh cadangan mata uang asing dalam jumlah setara. Konsekuensinya, otoritas moneter tidak dapat mencetak uang secara bebas sebagaimana bank sentral pada umumnya karena setiap penambahan jumlah uang beredar harus dibarengi dengan peningkatan cadangan devisa.

    Pendukung sistem ini meyakini currency board mampu menjaga stabilitas nilai tukar dan membantu menekan inflasi. Kurs yang relatif stabil juga dapat mengurangi ketidakpastian bagi dunia usaha, investor, dan aktivitas perdagangan internasional.

    Namun demikian, sistem tersebut juga memiliki sejumlah keterbatasan. Currency board membatasi fleksibilitas pemerintah dan otoritas moneter dalam menjalankan kebijakan ekonomi, termasuk dalam menentukan suku bunga maupun merespons gejolak ekonomi dan krisis keuangan.

    Dalam kondisi tertentu, keterbatasan ruang kebijakan tersebut justru dapat memperbesar tekanan terhadap sektor keuangan dan memperlambat proses penyesuaian ekonomi.

    Steve Hanke sendiri dikenal sebagai ekonom senior asal Amerika Serikat yang banyak mengkaji isu inflasi, mata uang, dan kebijakan moneter. Ia pernah menjadi penasihat ekonomi Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan serta dikenal sebagai pendukung penerapan sistem currency board di berbagai negara yang menghadapi ketidakstabilan nilai tukar.

    Editor: Prisma Ardianto

    Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

    Follow

    Baca Berita Lainnya di Google News

    Read Now

    BAGIKAN

    Berita Terkait


    Berita Terkini


    Mantan Ketum REI Jadi Perwakilan Federasi Realestat Dunia di PBB

    Prabowo: Para Pengusaha itu Bohong!

    Begini Aturan Baru Penentuan Kelolosan Fase Grup Piala Dunia

    Aturan Baru Terbit, E-Commerce Wajib Buka Rincian Biaya Para Seller

    Popsi Minta Presiden Prabowo Evaluasi DSI dalam Tata Niaga Sawit

    Dampak Stimulus Diperkirakan Terbatas

    Indeks Berita 

    Komentar
    Additional JS