7 Pekerjaan Ini Diprediksi Tetap Aman dan Semakin Diburu Perusahaan Di Tengah Gempuran AI, Gajinya Tembus Rp50 Jutaan - Viva
VIVA – Kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) memang mengubah wajah dunia kerja. Sejumlah pekerjaan yang bersifat rutin dan administratif mulai terdampak otomatisasi, sementara perusahaan di berbagai sektor semakin banyak mengadopsi AI untuk meningkatkan produktivitas.
Baca Juga
Namun, bukan berarti semua profesi akan tergantikan. Berbagai laporan dari World Economic Forum (WEF), PwC, dan lembaga riset ketenagakerjaan menunjukkan bahwa justru ada sejumlah pekerjaan yang diperkirakan semakin dibutuhkan karena membutuhkan kemampuan berpikir kritis, pengambilan keputusan, kreativitas, hingga interaksi antarmanusia yang belum mampu sepenuhnya digantikan AI.
Selain itu, profesi-profesi ini umumnya menawarkan gaji yang kompetitif, bahkan di Indonesia banyak di antaranya sudah mampu menghasilkan pendapatan di atas Rp10 juta per bulan, terutama bagi tenaga kerja berpengalaman.
Baca Juga
Berikut VIVA telah merangkum Kamis, 9 Juli 2026, ada tujuh pekerjaan yang diprediksi tetap aman sekaligus semakin diburu perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.
1. Spesialis Keamanan Siber (Cybersecurity Specialist)
Baca Juga
Di tengah pesatnya penggunaan AI, ancaman siber juga berkembang semakin kompleks. Serangan ransomware, pencurian data, hingga penyalahgunaan AI generatif membuat perusahaan membutuhkan lebih banyak tenaga ahli keamanan siber.
Tugas seorang Cybersecurity Specialist bukan hanya memasang sistem keamanan, tetapi juga menganalisis potensi ancaman, melakukan investigasi insiden, hingga merancang strategi perlindungan data perusahaan.
World Economic Forum menempatkan cybersecurity sebagai salah satu keterampilan dengan pertumbuhan tercepat hingga akhir dekade. Bahkan, AI justru meningkatkan kebutuhan terhadap profesional keamanan yang mampu mengawasi dan mengendalikan sistem berbasis AI.
Estimasi gaji di Indonesia:
- Junior: Rp8–12 juta/bulan
- Senior: Rp15–35 juta/bulan atau lebih
2. AI Engineer dan Machine Learning Engineer
Meski AI mampu mengotomatisasi banyak pekerjaan, teknologi tersebut tetap membutuhkan manusia untuk merancang, melatih, mengevaluasi, dan mengembangkan model AI.
AI Engineer bertanggung jawab membangun solusi berbasis kecerdasan buatan yang digunakan dalam chatbot, sistem rekomendasi, analisis data, hingga otomasi industri.
Permintaan terhadap profesi ini terus meningkat karena hampir semua industri mulai mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis mereka. Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa pekerja dengan keterampilan AI memperoleh nilai ekonomi dan peluang karier yang lebih tinggi dibanding banyak profesi lain.
Estimasi gaji di Indonesia:
- Rp12–40 juta/bulan, tergantung pengalaman dan perusahaan.
3. Data Engineer dan Data Scientist
Data menjadi "bahan bakar" utama AI. Tanpa data yang bersih, terstruktur, dan berkualitas, sistem AI tidak dapat bekerja secara optimal.
Karena itu, Data Engineer dan Data Scientist masih menjadi profesi yang sangat dicari. Mereka bertugas membangun infrastruktur data, mengolah informasi dalam jumlah besar, hingga menghasilkan analisis yang membantu perusahaan mengambil keputusan bisnis.
Meskipun AI mulai membantu proses analisis, perusahaan tetap membutuhkan manusia untuk memahami konteks bisnis, memvalidasi hasil, dan menyusun strategi berdasarkan data tersebut.
Estimasi gaji di Indonesia:
- Rp10–30 juta/bulan.
4. Software Engineer
Prediksi bahwa AI akan menggantikan programmer ternyata tidak sepenuhnya terbukti.
Saat ini AI memang mampu membantu menulis kode, tetapi proses merancang arsitektur aplikasi, mengintegrasikan berbagai sistem, melakukan pengujian, hingga memastikan keamanan perangkat lunak tetap membutuhkan Software Engineer.
Bahkan, banyak perusahaan kini mencari pengembang yang mampu memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas, bukan menggantikannya. Dengan kata lain, AI menjadi alat bantu yang mempercepat pekerjaan programmer.
Estimasi gaji di Indonesia:
- Rp10–35 juta/bulan.
5. Tenaga Kesehatan Profesional
Profesi seperti dokter, perawat spesialis, fisioterapis, psikolog, hingga terapis diperkirakan tetap memiliki prospek yang sangat kuat.
AI memang mampu membantu membaca hasil pemeriksaan medis atau mempercepat administrasi rumah sakit, tetapi kemampuan memberikan empati, pemeriksaan fisik, komunikasi dengan pasien, dan pengambilan keputusan klinis tetap menjadi keunggulan manusia.
Indeed dan berbagai laporan ketenagakerjaan menunjukkan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu bidang dengan pertumbuhan pekerjaan paling stabil sekaligus paling tahan terhadap otomatisasi AI.
Estimasi gaji di Indonesia:
- Umumnya mulai dari Rp10 juta/bulan, tergantung profesi, spesialisasi, dan lokasi.
6. Manajer Proyek (Project Manager)
Semakin kompleksnya transformasi digital membuat perusahaan membutuhkan Project Manager yang mampu mengoordinasikan berbagai tim, mengelola anggaran, menyusun strategi, dan memastikan proyek selesai tepat waktu.
Walaupun AI dapat membantu menyusun jadwal atau membuat laporan, kemampuan memimpin tim, bernegosiasi dengan klien, serta menyelesaikan konflik masih sangat bergantung pada manusia.
PwC menilai bahwa kemampuan seperti kepemimpinan, penilaian strategis, dan kolaborasi justru semakin bernilai di era AI.
Estimasi gaji di Indonesia:
- Rp12–30 juta/bulan.
7. Konsultan Transformasi Digital dan AI
Banyak perusahaan ingin memanfaatkan AI, tetapi belum memahami cara menerapkannya secara efektif.
Karena itu, kebutuhan terhadap konsultan yang mampu merancang strategi digital, mengidentifikasi proses bisnis yang bisa diotomatisasi, hingga memastikan implementasi AI berjalan sesuai regulasi terus meningkat.
Profesi ini membutuhkan kombinasi kemampuan teknologi, bisnis, komunikasi, dan manajemen perubahan, kombinasi yang masih sulit digantikan oleh AI.
Estimasi gaji di Indonesia:
- Rp15–50 juta/bulan, bahkan lebih tinggi untuk konsultan senior.
Mengapa Profesi Ini Sulit Digantikan AI?
Ilustrasi AI
Photo :
- Istimewa
Ada beberapa karakteristik yang membuat ketujuh pekerjaan tersebut diperkirakan tetap bertahan dan bahkan semakin dibutuhkan, yaitu:
- Membutuhkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
- Mengandalkan kreativitas serta inovasi.
- Memerlukan komunikasi dan empati dengan manusia.
- Berkaitan dengan pengambilan keputusan strategis.
- Membutuhkan tanggung jawab hukum atau profesional.
- Memerlukan adaptasi terhadap situasi yang terus berubah.
Laporan WEF juga menegaskan bahwa keterampilan seperti analytical thinking, AI literacy, technological literacy, leadership, dan resilience menjadi kompetensi yang paling dicari perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.
AI memang mengubah pasar kerja, tetapi bukan berarti semua pekerjaan akan hilang. Justru profesi yang memadukan kemampuan teknologi dengan keterampilan manusia seperti komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, dan pengambilan keputusan diprediksi memiliki masa depan yang semakin cerah.
Cybersecurity Specialist, AI Engineer, Data Engineer, Software Engineer, tenaga kesehatan profesional, Project Manager, hingga konsultan transformasi digital menjadi contoh pekerjaan yang diperkirakan tetap aman dari gelombang otomatisasi sekaligus semakin dibutuhkan perusahaan.
![]()
Dari Orang Tua hingga Anak, Ini Pilihan Pekerjaan yang Cocok Berdasarkan Shio
Grand Master Hillary Phang dari Yuan Zhong Siu membagikan pandangannya berdasarkan shio seseorang yang dapat membantu menentukan pilihan karier yang sesuai di masa depan.

VIVA.co.id
19 Juli 2026