Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Game PlayStation Spesial Xbox

    Analis Sebut Loyalitas Gamer ke PlayStation dan Xbox Tak Lagi Berarti - detik

    2 min read

     

    Xbox dan PlayStation. Foto: Christian Petersen/Getty Images

    Jakarta -

    Keputusan Sony berhenti memproduksi cakram game fisik PlayStation mengundang banyak reaksi. Salah satunya datang dari analis Circana, Mat Piscatella, yang memiliki pendapat agak brutal, yakni loyalitas dan kecintaan gamer kepada PlayStation tidak berarti apa-apa bagi perusahaan tersebut.

    "Anda boleh mencintai ekosistem video game, waralaba, atau apa pun yang Anda sukai. Anda boleh berpikir bahwa loyalitas pelanggan Anda selama bertahun-tahun seharusnya/akan dibalas. Tetapi bisnis-bisnis ini tidak membalas cinta Anda. Sama halnya dengan pekerjaan Anda. Anda hanyalah angka di dalam spreadsheet," tegas Piscatella di Blueskay, Senin (13/7/2026).

    Piscatella percaya dengan perkiraan harga PS6 dan Project Helix mencapai USD 1.000 atau lebih (jika memang dirilis), produsennya seperti Sony dan Xbox akan memprioritaskan profitabilitas di mana pun mereka bisa.

    Dijelaskan kalau Sony tidak dapat meyakinkan banyak orang untuk membeli konsol terbarunya yang mahal itu, mereka dapat menutupi sebagian selisih harga dengan mengurangi penggunaan cakram untuk meningkatkan margin keuntungan.

    Seperti yang dijelaskan oleh reporter Jason Schreier, sebuah perusahaan seperti Sony akan mendapatkan sekitar USD 45,50 dari penjualan game seharga USD 70 yang dijual di toko ritel dalam bentuk cakram. Sementara dengan game digital, Sony mendapatkan keuntungan penuh sebesar USD 70.

    Game pihak ketiga pun akan sepenuhnya digital di PlayStation pada 2028, dan ini akan membantu para penerbit tersebut menghasilkan lebih banyak uang. Strategi ini juga memberikan keuntungan yang lebih besar bagi Sony melalui pengumpulan biaya platformnya.

    Serkan Toto dari Kantan Games mengatakan Sony tidak akan membatalkan keputusannya untuk menghentikan produksi cakram game fisik. Menurutnya, raksasa video game tersebut paham betul, bagaimana keuntungan yang bisa diperoleh di dunia serba digital terlalu menggiurkan untuk diabaikan.

    "Saya bersimpati kepada para penggemar media fisik, tetapi Sony tidak akan membatalkan keputusan ini. Mereka tentu tahu seperti apa reaksi online nantinya, dan sekarang mereka menunggu badai ini berlalu," kata Toto."

    Toto meneruskan dengan mengambil contoh pengguna aktif PlayStation yang mencapai 120 juta orang. Lalu dihubungkan dengan member PlayStation Plus berjumlah 50 juta orang, yang mana bila berkurang 1% tidak akan terlalu berpengaruh bagi mereka.

    "Sebagai eksperimen hipotetis, katakanlah 500.000 orang membatalkan langganan sebagai bentuk protes, itu hanya akan menghilangkan 1% dari bisnis tersebut-tentu saja tidak cukup bagi Sony untuk mulai mempertimbangkan kembali strategi mereka. Bisnis digital terlalu menguntungkan," ujarnya.

    Untuk mewujudkan rencananya itu, Sony mengubah strategi dan fungsi dari pabrik penghasil cakram game PlayStation, dengan mengucurkan uang sebesar USD 35 juta. Pabrik yang dimaksud berlokasi di Thalgau, Austria.

    Fasilitas tersebut dapat memproduksi sekitar 600 ribu cakram setiap hari, termasuk game PlayStation, Blu-ray, dan compact disk (CD). Namun produksinya diperkirakan akan turun drastis, setelah mereka berencana meninggalkan game fisik.

    (hps/fay)

    Komentar
    Additional JS