Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asteroid Berita China Dunia Internasional Featured Jepang Spesial

    China dan Jepang Berlomba Jelajahi Asteroid, Indonesia? - detik

    3 min read


    Foto: JAXA / The University of Tokyo / Chiba Institute of Technology / Institute of Science Tokyo / AIST / Paris Observatory / IAC

    Jakarta -

    China dan Jepang belum lama ini berlomba mendekati dua asteroid yang berbeda. Wahana antariksa milik dua negara tersebut tiba di masing-masing asteroid tujuannya hanya berselang tiga hari.

    China National Space Administration mengirim wahana antariksa Tianwen-2 untuk mengunjungi Kamo'oalewa, asteroid yang sering disebut sebagai Bulan kedua Bumi. Tianwen-2 tiba di asteroid sepanjang 91 meter ini pada 2 Juli kemarin.

    Xinhua, kantor berita China membagikan foto asteroid Kamo'oalewa pada Senin (6/7) kemarin. Foto ini diambil setelah Tianwen-2 menempuh perjalanan selama kurang lebih 400 hari menuju asteroid tujuannya.

    Ilmuwan China menggunakan data navigasi selama proses pendekatan untuk menyempurnakan informasi mereka tentang orbit asteroid. Saat itu, asteroid Kamo'olewa berjarak sekitar 41 juta kilometer dari Bumi.

    Meskipun Kamo'oalewa, yang berarti 'benda langit yang terombang-ambing' dalam bahasa Hawaii, tidak mengorbit Bumi, asteroid ini kadang dikenal sebagai Bulan kedua karena menempuh jalur orbit yang sama seperti Bumi.

    Beberapa astronom berpendapat Kamo'oalewa mungkin dulunya merupakan pecahan Bumi kuno yang tercipta dari tumbukan yang terjadi jutaan tahun yang lalu, seperti dikutip dari Mashable, Jumat (10/7/2026).

    Asteroid Kamo'oalewa yang dikunjungi wahana asteroid China Tianwen-2Asteroid Kamo'oalewa yang dikunjungi wahana asteroid China Tianwen-2 Foto: CNSA/Xinhua

    Tianwen-2 berhasil mendekati Kamo'oalewa hingga jarak 19 kilometer. Setelah mempelajarinya selama beberapa bulan, tim di balik misi ini akan mencoba mengumpulkan sampel dari asteroid Kamo'oalewa dan membawanya ke Bumi. Jika berhasil, China Akan menjadi negara ketiga setelah Amerika Serikat dan Jepang yang membawa pulang puing-puing asteroid.

    Sementara itu, Japan Aerospace Exploration Agency mengirimkan wahana antariksa Hayabusa2 ke asteroid sepanjang 457 meter bernama Torifune. Wahana ini tiba di tujuannya pada 5 Juli.

    Bagi Hayabusa2, perjalanannya ke asteroid Torifune merupakan perpanjangan dari misinya. Diluncurkan pada tahun 2014, Hayabusa2 sebelumnya pernah mengunjungi asteroid Ryugu untuk mengumpulkan sampel dan membawanya ke Bumi pada tahun 2020.

    Asteroid Torifune yang dikunjungi wahana Hayabusa2 milik JepangAsteroid Torifune yang dikunjungi wahana Hayabusa2 milik Jepang Foto: JAXA / The University of Tokyo / Chiba Institute of Technology / Institute of Science Tokyo / AIST / Paris Observatory / IAC

    Hayabusa2 mendekati Torifune ketika asteroid itu berjarak 99 juta kilometer dari Bumi. Badan antariksa Jepang mengatakan tim teknisinya menggunakan kombinasi tracking gambar dan radio untuk memandu Hayabusa2 mendekati targetnya.

    Setelah mencapai tujuannya masing-masing, kedua misi tersebut akan langsung bergerak mengunjungi target lain. JAXA akan mengirimkan Hayabusa2 dalam perjalanan berdurasi lima tahun ke asteroid 1998 KY26. Sementara itu China berencana mengirimkan Tianwen-1 ke komet 311P yang jaraknya lebih jauh dari Mars. Semoga suatu saat Indonesia juga bisa seperti ini ya, detikers!

    (vmp/fay)

    Komentar
    Additional JS