Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita Chatbot AI China Featured Kecerdasan Buatan Spesial

    China Larang Warganya "Pacaran" dengan Chatbot AI - Kompas

    7 min read

     


    KOMPAS.com - Berbeda dari gambaran lama soal China yang khawatir kelebihan penduduk, sekarang situasinya justru terbalik. Pemerintah China ingin lebih banyak bayi lahir di negaranya. Sebab tingkat kelahiran di sana sudah anjlok ke rekor terendah, dan populasi terus menyusut.

    Salah satu cara yang ditempuh pemerintah untuk mendorong kelahiran, ternyata cukup tak terduga. Melarang hubungan cinta antara manusia dengan chatbot AI.

    Aturan baru itu resmi berlaku sejak 15 Juli 2026.

    Aturan tersebut langsung memukul dua perusahaan teknologi terbesar China, yakni Alibaba dan ByteDance, perusahaan induk TikTok. Keduanya baru-baru ini memberitahu pengguna mereka bahwa beberapa fitur chatbot akan dinonaktifkan pada hari aturan berlaku.

    Hakim Hentikan Upaya Sensor di Taman Nasional AS

    Doubao, chatbot AI paling populer di China milik ByteDance, terpaksa menutup fitur custom persona untuk mematuhi aturan baru pemerintah.

    Banyak pengguna yang sudah membangun hubungan emosional dengan karakter AI ciptaan mereka sendiri, kini patah hati. Karakter yang selama berbulan-bulan mereka temani, tiba-tiba menghilang.

    Untuk memahami kenapa China sampai perlu membuat aturan seperti ini, perlu menengok dulu situasi demografi negara tersebut.

    Pada 2025 lalu, populasi China menyusut untuk keempat kalinya berturut-turut. Tingkat kelahiran anjlok ke rekor terendah dalam sejarah. Padahal China pernah jadi negara berpenduduk terbanyak di dunia.

    Sekarang, posisi itu sudah diambil alih India. Dan tren penurunan penduduk China diperkirakan akan terus berlanjut.

    Yang jadi kekhawatiran para pemimpin China, salah satu penyebab tren penurunan kelahiran adalah generasi muda yang makin enggan menikah dan punya anak.

    Dan salah satu tersangka baru yang muncul dalam kekhawatiran itu adalah AI companion alias AI pendamping.

    Baca juga: Viral, Istri Curiga Suami Selingkuh gara-gara Aplikasi Timbangan

    Kenapa AI jadi masalah?

    AI companion adalah chatbot yang dirancang untuk membangun hubungan emosional dengan pengguna. Bisa jadi teman, sahabat, terapis, bahkan kekasih virtual.

    Di China, tren AI companion meledak dalam beberapa tahun terakhir. Jutaan pengguna, terutama generasi muda dan wanita, membentuk ikatan emosional dengan karakter AI.

    Alasannya beragam. Ada yang mencari teman ngobrol yang selalu sabar. Ada yang mencari sosok yang mau mendengarkan tanpa menghakimi. Ada juga yang mencari pengganti pasangan romantis.

    Sebuah film dokumenter bahkan mengungkap satu alasan menarik. Direktur film tersebut mengatakan, sebagian wanita China memilih AI pendamping karena "pria di dunia nyata tidak punya kesabaran" seperti chatbot.

    Bagi pemerintah China, tren ini bermasalah. Kalau generasi muda lebih memilih hubungan dengan AI daripada dengan manusia, kapan mereka akan menikah? Kapan akan punya anak? Bagaimana masa depan populasi negara?

    Selain itu, ada juga kekhawatiran ketergantungan emosional pada AI bisa berdampak buruk untuk kesehatan mental, terutama pada anak-anak dan remaja.

    Baca juga: Apa Itu Cyberdeck? Komputer Rakitan yang Sedang Populer di Kalangan Gen Z

    Yang dilarang aturan baru China

    Aturan baru pemerintah China menyasar beberapa hal spesifik:

    Pertama, melarang hubungan virtual antara AI chatbot dengan pengguna di bawah umur. Anak-anak dan remaja China resmi tidak boleh membentuk hubungan emosional dengan AI.

    Kedua, membatasi ketat layanan chatbot yang mendorong ketergantungan emosional pengguna. Chatbot tidak boleh dirancang untuk membuat pengguna kecanduan secara emosional.

    Ketiga, chatbot pendamping harus menjalani evaluasi regulator sebelum bisa ditawarkan ke publik. Aturan ini mirip dengan cara China mengatur AI generatif secara umum.

    Keempat, pemerintah punya wewenang tutup layanan. Regulator bisa menghentikan operasi chatbot yang dianggap tidak aman.

    Baca juga: Pemerintah Bayari Warga Jepang Langganan Aplikasi Kencan

    Doubao jadi "korban" pertama

    ByteDance jadi salah satu perusahaan pertama yang harus mematuhi aturan baru ini.

    Doubao, chatbot AI paling populer di China milik ByteDance, langsung menutup fitur custom persona mereka. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat karakter AI dengan kepribadian, latar belakang, dan gaya bicara khusus.

    Banyak pengguna Doubao menghabiskan berjam-jam, bahkan berbulan-bulan, membangun karakter AI ideal mereka. Ada yang membuat pacar virtual. Ada yang membuat teman ideal. Ada yang membuat sosok mentor.

    Sekarang, semua karakter itu hilang. Perubahan ini terjadi sangat mendadak, banyak pengguna yang tidak sempat menyelamatkan atau mendokumentasikan karakter ciptaan mereka.

    Reaksi warganet China cukup emosional. Beberapa membagikan pengalaman patah hati mereka di media sosial. Ada yang mengaku merasa "kehilangan sahabat sungguhan". Ada yang bahkan menangisi hilangnya karakter yang mereka bangun.

    Baca juga: Matahari Buatan China Dekati Kenyataan, Target 2030

    Tidak seketat rencana awal

    Yang menarik, aturan yang berlaku sebenarnya lebih longgar dari rancangan awalnya.

    Menurut Jeremy Daum dari Yale Law School Paul Tsai China Center, aturan yang berlaku 15 Juli ini "jauh lebih diperlunak" dibanding draf yang diumumkan tahun lalu.

    Ini menunjukkan regulator China cukup mendengarkan masukan dari industri. Aturan awal yang lebih ketat mungkin akan sangat merugikan bisnis AI di China yang sedang tumbuh pesat.

    Aturan yang berlaku juga punya beberapa pengecualian. Salah satunya, chatbot untuk customer service dan pemakaian bisnis lainnya tidak masuk dalam larangan.

    Jadi Doubao tetap bisa dipakai untuk menjawab pertanyaan produk. Ia hanya tidak boleh jadi kekasih virtual pengguna, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Wall Street Journal.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS