China Punya "Pabrik Satelit", Bisa Produksi 300 Unit Setahun - Kompas
KOMPAS.com - China berhasil merevolusi proses pembuatan satelit.
Jika dulu membutuhkan waktu hingga 10 tahun untuk membuat hingga meluncurkan satu satelit, kini Negeri Tirai Bambu disebut mampu memproduksi hingga 300 satelit setiap tahunnya.
Peningkatan drastis ini dicapai setelah tim peneliti dari Innovation Academy for Microsatellites, bagian dari Chinese Academy of Sciences (CAS), mengubah proses pembuatan satelit menjadi sistem lini perakitan (assembly line) layaknya industri otomotif.
Dengan pendekatan baru tersebut, proses produksi diklaim menjadi lebih cepat, efisien, dan hemat biaya.
Mungkinkah Gelombang Panas Mematikan Eropa Sampai Indonesia? Ini Kata BMKG!

Lihat Foto
Direktur Innovation Academy for Microsatellites, Hu Haiying, mengatakan perubahan ini lahir dari kebutuhan untuk membangun konstelasi satelit dalam jumlah besar.
Baca Juga :
"Ketika membangun konstelasi satelit berskala besar, kami mulai berpikir apakah satelit bisa diproduksi seperti mobil di jalur perakitan agar lebih efisien," kata Hu.
Alih-alih merakit satu satelit dari awal hingga selesai, kini setiap satelit akan berpindah dari satu stasiun kerja ke stasiun berikutnya.
Baca juga: Rencana Baru Elon Musk Menginvasi Luar Angkasa, Siapkan 1 Juta Satelit AI
Setiap stasiun memiliki tugas berbeda, mulai dari perakitan komponen, integrasi sistem, hingga pengujian.
Saat ini, akademi tersebut telah mengoperasikan tiga jalur produksi yang mampu menghasilkan hingga 300 satelit setiap tahun.
Model produksi massal ini dinilai penting karena China tengah mempercepat pembangunan konstelasi internet satelit nasional.
Menurut tim peneliti, perubahan terbesar bukan hanya pada proses manufaktur. Mereka juga harus mendesain ulang seluruh siklus pengembangan satelit, mulai dari riset, desain, produksi, pengujian, hingga operasional setelah satelit mengorbit.

Lihat Foto
Produksi satelit dalam jumlah besar diharapkan dapat memperluas berbagai layanan berbasis satelit. Mulai dari navigasi, siaran langsung (live streaming), hingga komunikasi darurat di wilayah yang belum terjangkau jaringan seluler.
Baca juga: China Bersiap Tantang Dominasi Starlink di Internet Satelit
Hu mengatakan tujuan jangka panjang proyek tersebut adalah menghadirkan akses komunikasi hingga ke daerah terpencil, lautan, bahkan ruang angkasa, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari CGTN dan Bastille Post.
"Kami ingin semakin banyak orang dapat menikmati layanan digital, termasuk di wilayah terpencil maupun di tengah laut," kata Hu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Momen Foto Raksasa Prabowo "Mengudara" dalam Hari Bhayangkara