Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita Featured Google Kecerdasan Buatan Nobel Spesial

    Dulu Raih Nobel, Kini Tim Pengembang Proyek AI Google Dibubarkan - Kompas

    6 min read

     

    KOMPAS.com - Google membubarkan tim pengembang AlhpaFold, proyek kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mengantarkan para penelitinya meraih Hadiah Nobel Kimia 2024. 

    AlphaFold sendiri merupakan salah satu proyek AI Google DeepMind yang berhasil memecahkan persoalan protein folding yang selama puluhan tahun sulit dipecahkan para ilmuwan.

    Atas pencapaian itu, dua anggota tim AlphaFold, yakni CEO Google DeepMind Demis Hassabis dan ilmuwan John Jumper dianugerahi Hadiah Nobel Kimia 2024.

    Namun kini, kurang dari dua tahun setelah penghargaan itu diraih, tim pengembang AlphaFold justru dibubarkan.

    BI Tahan Suku Bunga, Saham Apa yang Menarik? | Obrolan Saham

    Menurut laporan Financial Times, sebagian besar anggota inti tim AlphaFold telah dipindahkan ke proyek lain di Google DeepMind. Sementara itu, beberapa anggota lain memilih hengkang dari perusahaan. 

    Baca juga: Trio Ahli Kuantum AI Google Raih Nobel Fisika 2025

    Jumper sendiri telah mengumumkan keluar dari DeepMind pada Juni lalu dan bergabung dengan perusahaan AI Anthropic. Beberapa rekan kerjanya pun disebut mengikuti langkah serupa.

    Laporan juga menyebut, mantan anggota tim lainnya dipindahkan ke Isomorphic Labs, perusahaan penemuan obat milik Alphabet yang merupakan perusahaan spin-off dari DeepMind.

    Fokus ke Gemini

    Keputusan membubarkan tim AlphaFold disebut sebagai bagian dari perubahan strategi Google yang kini mengalokasikan lebih banyak sumber dayanya untuk mengembangkan model AI generatif Gemini. 

    Baca juga: Xiaomi Bikin Chipset Smartphone Sendiri untuk Tahun Depan?

    "Strategi kami selama sembilan tahun berfokus pada tantangan-tantangan besar. Setiap proyek memiliki tujuan konkret yang menjadi fokusnya," kata Wakil Presiden Riset Google DeepMind, Pushmeet Kohli.

    Menurut Kohli, strategi perusahaan kini telah berkembang seiring perubahan fokus Google DeepMind dalam mengembangkan teknologi AI. 

    Meski tim pengembangnya telah dibubarkan, Google menegaskan bahwa AlphaFold tidak dihentikan begitu saja. Teknologi ini kini dimanfaatkan untuk berbagai hal, antara lain:

    • Mempercepat penemuan obat (drug discovery)
    • Mengembangkan vaksin, serta
    • Membantu memahami perubahan struktur protein yang berkaitan dengan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

    Baca juga: Google Umumkan Project Astra, Proyek AI yang Bisa Melihat dari Kamera HP

    Awal mula AlphaFold 

    Visualisasi struktur protein hasil prediksi AlphaFold, sistem AI besutan Google DeepMind yang mampu memecahkan persoalan protein folding.

    Lihat Foto

    AlphaFold diperkenalkan Google DeepMind pada 2018. Kemudian pada 2020, teknologi ini diakui sebagai solusi atas "protein folding problem", persoalan ilmiah yang telah menjadi tantangan para peneliti selama lebih dari 50 tahun.

    Protein folding problem sendiri berupaya menjawab bagaimana asam amino secara otomatis melipat (fold) membentuk struktur tiga dimensi yang kompleks. Bentuk tiga dimensi itu yang menentukan fungsi biologis suatu protein.

    Baca juga: Mengapa CEO Google Cemas dengan Tahun 2025?

    Adapun selama ini, para ilmuwan hanya menggunakan metode eksperimen seperti kristalografi sinar-X (X-ray crystallography) dan resonansi magnetik nuklir (nuclear magnetic resonance/NMR).

    Nah kini, dengan memanfaatkan AI, AlphaFold diklaim mampu memprediksi struktur protein hanya dalam hitungan menit dengan tingkat akurasi yang tinggi, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Engadget. 

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Cerita Ibra, Bocah Kelas 6 SD di Boyolali Dapat Penghargaan NASA Setelah Temukan Bug

    Komentar
    Additional JS