Google Makin Menutup Android, Pengembang Custom ROM Mulai Khawatir - Kompas
KOMPAS.com - Android selama ini dikenal sebagai sistem operasi ponsel yang bersifat terbuka berkat keberadaan Android Open Source Project (AOSP).
Melalui proyek open source tersebut, pengembang dapat membangun sistem operasi Android sendiri atau membuat custom ROM untuk berbagai perangkat.
Namun, sejumlah pengembang menilai Android kini mulai bergerak ke arah yang lebih tertutup setelah Google mengubah cara mereka merilis kode sumber Android, terutama untuk perangkat Pixel.
Perubahan ini memicu kekhawatiran di kalangan pengembang custom ROM seperti GrapheneOS, LineageOS, hingga /e/OS.
Petugas Kebersihan Ciptakan “ATM Sampah”, Modalnya Rp 2,5 Juta
Baca juga: Google Kalah Setelah 8 Tahun, Didenda Rp 84 Triliun gara-gara Android
Baca Juga :
Dikutip KompasTekno dari OSNews, kini peran AOSP sebagai fondasi pengembangan Android alternatif semakin berkurang.
Apa itu AOSP?
AOSP merupakan proyek open source yang menjadi fondasi sistem operasi Android. Melalui proyek ini, pengembang dapat mengakses kode sumber Android untuk membangun sistem operasi sendiri atau memodifikasinya sesuai kebutuhan.
AOSP dimanfaatkan oleh berbagai proyek custom ROM, seperti GrapheneOS yang berfokus pada privasi dan keamanan, LineageOS yang memungkinkan ponsel lama memperoleh pembaruan Android terbaru, hingga /e/OS yang menawarkan Android tanpa layanan Google.
Selain komunitas pengembang, AOSP juga menjadi dasar sistem operasi yang digunakan produsen smartphone Android.
Baca juga: Perbedaan RAM dan ROM di HP dan Cara Kerjanya
Samsung mengembangkannya menjadi One UI, Xiaomi menjadi HyperOS, Oppo menjadi ColorOS, Vivo menjadi Funtouch OS, Realme menjadi realme UI, hingga Nothing menjadi Nothing OS.
Google ubah cara merilis Android
Salah satu perubahan yang menjadi sorotan adalah keputusan Google untuk tidak lagi menyertakan device tree dan berkas driver (binary blobs) Pixel dalam rilis AOSP Android 16.
Sebelumnya, berkas-berkas tersebut membantu pengembang membangun sistem operasi Android untuk perangkat Pixel dengan lebih mudah.
Kini, komunitas harus menyusun sendiri berbagai komponen tersebut, sehingga proses pengembangan menjadi lebih rumit dan memakan waktu.
Google sendiri telah mengonfirmasi bahwa AOSP tidak dihentikan. Perusahaan hanya mengubah cara distribusi komponen perangkat tertentu, sehingga proyek AOSP tetap berlanjut.
Dampak ke custom ROM
Perubahan tersebut diperkirakan paling berdampak pada proyek custom ROM yang mengandalkan kode AOSP, seperti GrapheneOS, LineageOS, CalyxOS, maupun distribusi Android lain yang berfokus pada privasi dan keamanan.
Tim GrapheneOS mengakui mereka tetap akan membawa sistem operasinya ke Android 16. Namun, proses porting diperkirakan akan berlangsung lebih lama karena kini harus membangun sendiri dukungan perangkat yang sebelumnya tersedia di AOSP.
Menurut sejumlah pengembang, perubahan ini juga berpotensi meningkatkan beban pemeliharaan proyek open source Android dalam jangka panjang.
Baca juga: Tak Ada “Custom Skin” untuk Android Wear
Sementara itu, produsen smartphone seperti Samsung, Xiaomi, Oppo, Vivo, dan Realme diperkirakan tidak akan terlalu terdampak.
Pasalnya, perusahaan-perusahaan tersebut memiliki kerja sama langsung dengan Google dalam pengembangan Android sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada rilis kode AOSP untuk perangkat Pixel.
Meski menuai kritik, berbagai pengembang menegaskan bahwa Android sebagai sistem operasi maupun AOSP tidak benar-benar "mati".
Mayoritas pengguna Android juga diperkirakan tidak akan merasakan dampak langsung dari perubahan ini karena ponsel yang dijual di pasaran tetap menggunakan Android resmi dari Google atau versi yang telah dimodifikasi masing-masing produsen.
Sebaliknya, dampak terbesar akan dirasakan oleh komunitas pengembang custom ROM yang selama ini mengandalkan AOSP untuk menghadirkan sistem operasi alternatif dengan fitur tambahan, pembaruan perangkat lebih lama, maupun perlindungan privasi yang lebih kuat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Identitas Dua Perusahaan Komponen Otomotif yang Pindah ke Vietnam