Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Gadget Smartphone Spesial

    HP Bekas Bisa Jadi “Otak” Server, Begini Ide Google - Kompas

    5 min read

     


    KOMPAS.com - Para peneliti di University of California San Diego (UCSD) bekerja sama dengan Google untuk memanfaatkan smartphone lawas yang sudah tidak terpakai sebagai pengganti server data center berbiaya rendah. 

    Alih-alih berakhir sebagai limbah elektronik, HP Pixel bekas kini disulap menjadi komponen data center yang fungsional. Google Research menyebut bahwa smartphone yang sudah tidak digunakan sebenarnya masih menyimpan "jejak karbon" dari proses produksinya. 

    Sehingga memperpanjang usia pakai perangkat dinilai jauh lebih ramah lingkungan dibanding langsung membuangnya.

    Dalam proyek ini, peneliti menemukan bahwa ponsel berusia sekitar tiga tahun masih mampu mencatatkan performa single-core yang lebih tinggi dibanding sejumlah prosesor server kelas data center dalam pengujian tertentu menggunakan SPEC benchmark. 

    Gelombang Panas Eropa, Apa Bisa Terjadi di Indonesia?

    Peneliti membandingkan Pixel dengan prosesor server seperti Asus RS720A-E11 yang dapat dipasangkan dengan GPU Nvidia H200 atau Nvidia RTX Pro 6000, serta dua prosesor AMD EPYC. 

    Meski performa keseluruhan server tetap jauh lebih unggul, hasilnya membuktikan ponsel lawas masih cukup andal untuk menangani berbagai tugas komputasi jika dirancang dengan pendekatan yang tepat.

    Baca juga: Google Sulap HP Lawas Bekas Jadi Server Murah

    Cara kerjanya

    Untuk mengubah smartphone menjadi server, tim peneliti terlebih dahulu membongkar perangkat dan melepas komponen yang tidak dibutuhkan, seperti layar, baterai, kamera, speaker, hingga rangka ponsel. Hanya motherboard berisi system-on-chip (SoC) yang dipertahankan.

    Sistem operasi Android kemudian diganti dengan Linux yang lazim digunakan di lingkungan server, sehingga perangkat bisa menjalankan software orkestrasi seperti Kubernetes. 

    Hasil pengujian menunjukkan sekitar 25-50 smartphone bekas mampu menghasilkan daya komputasi setara satu prosesor server dual-socket.

    Potensi untuk kampus dan lembaga pendidikan

    UCSD mengungkapkan bahwa klaster berisi 20 smartphone bekas sudah cukup untuk menjalankan satu aplikasi pembelajaran bagi lebih dari 75 siswa sekaligus, tanpa perlu bergantung pada layanan cloud berbayar.

    Tim peneliti juga berencana membangun data center lokal yang terdiri dari sekitar 2.000 smartphone bekas, yang diklaim mampu melayani kebutuhan ratusan kelas secara bersamaan. Pendekatan ini dinilai semakin relevan di tengah kenaikan harga komponen seperti chip memori dan penyimpanan.

    Bukan untuk perusahaan besar

    Meski menjanjikan, para peneliti mengakui solusi ini kemungkinan tidak cocok untuk perusahaan teknologi besar seperti Google, Microsoft, atau Nvidia yang membutuhkan perangkat keras khusus dengan keandalan tinggi. 

    Sistem berbasis smartphone bekas lebih ideal untuk kampus, lembaga pendidikan, laboratorium penelitian, dan organisasi kecil dengan anggaran terbatas.

    Tim UCSD menargetkan sistem penuh dapat mulai beroperasi tahun ini, sambil terus menguji ketahanan komponen smartphone dalam penggunaan jangka panjang sebagai perangkat server, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Tom's Hardware.

    Baca juga: Hands-on Motorola Edge 60 Fusion, Nostalgia HP Lawas tapi Kaya Fitur AI

    Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.

    Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Prediksi Skor Inggris Vs Kongo Piala Dunia 2026, Tiga Singa Wajib Waspada

    Komentar
    Additional JS