ITB dan Shanghai Microport Medbot Jalin Kerja Sama Pengembangan Riset Robotika Medis - ITB
Oleh Anggun Nindita -
Editor Muhammad Efriza Pandia
BANDUNG, itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) menandatangani Nota Kesepahaman dengan Shanghai Microport Medbot (Group) Co., Ltd. pada Rabu (29/7/2026) di Ruang Rapim A, Gedung Rektorat ITB. Penandatanganan ini menjadi bukti kolaborasi penelitian di bidang robotika medis, sekaligus memperkuat upaya pengembangan teknologi kesehatan di Indonesia.
Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan tonggak penting bagi kedua institusi untuk mengembangkan kolaborasi riset yang berkelanjutan. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang berhasil mempersiapkan kesepakatan tersebut dalam waktu singkat sejak pertemuan awal yang berlangsung pada awal Juni 2026.
Menurut Prof. Lavi, ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan program penelitian bersama, termasuk inisiasi pembentukan pusat riset yang mendukung pengembangan ilmu dan teknologi kesehatan di ITB.
"Kolaborasi ini sejalan dengan rencana ITB untuk memperkuat pengembangan bidang ilmu dan teknologi kesehatan, termasuk robotika medis. ITB siap mendukung pengembangan riset dan inovasi yang dibutuhkan Indonesia di bidang teknologi medis," ujar Prof. Lavi.
Ia menjelaskan bahwa penguatan riset robotika medis juga selaras dengan arahan pemerintah untuk mempercepat pengembangan teknologi kesehatan nasional. Salah satu fokus yang tengah didorong adalah pengembangan teknologi bedah robotik yang diharapkan dapat mendukung layanan kesehatan di berbagai rumah sakit di Indonesia.
Sementara itu, Director of Shanghai Microport Medbot (Group) Co., Ltd., Mr. Chao He, menyampaikan apresiasinya atas sambutan yang diberikan ITB. Ia menilai proses penyusunan hingga penandatanganan MoU berlangsung sangat cepat dan mencerminkan semangat kolaborasi kedua institusi.
"Kolaborasi dengan ITB memiliki arti strategis karena merupakan kolaborasi pertama kami dengan perguruan tinggi di luar Tiongkok. Saya berharap kemitraan ini dapat menjadi fondasi bagi kolaborasi jangka panjang dalam pengembangan teknologi medis," katanya.
Mr. Chao He menjelaskan bahwa Medbot saat ini telah memperluas jangkauan bisnisnya ke puluhan negara dan aktif mengembangkan berbagai inovasi di bidang robotika bedah. Perusahaan juga menjalin kolaborasi dengan berbagai mitra internasional, termasuk dalam pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), telesurgery atau bedah jarak jauh, serta pemanfaatan teknologi komunikasi satelit untuk mendukung layanan kesehatan.
Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar sebagai lokasi pengembangan riset dan implementasi teknologi telesurgery pada masa mendatang. Oleh karena itu, pihaknya berharap kolaborasi bersama ITB dapat mempercepat lahirnya inovasi yang memberikan manfaat bagi dunia kesehatan.
"Kami berharap dapat membangun kemitraan strategis yang mendalam dan berjangka panjang bersama ITB. Dengan kekuatan riset dan rekayasa yang dimiliki ITB, kami optimistis kolaborasi ini akan menghasilkan berbagai inovasi di bidang robotika medis," ungkapnya.
Melalui penandatanganan MoU ini, ITB dan Shanghai Microport Medbot (Group) Co., Ltd. berkomitmen membuka peluang kolaborasi dalam penelitian, pengembangan teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang robotika medis. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset kesehatan sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang mendukung transformasi layanan kesehatan di Indonesia.
#mou #itb #nota kesepahaman #sdg3 #good health and well being #sdg4 #qualityeducation #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg17 #partnerships for the goals