Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita Featured Kecerdasan Buatan Microsoft Spesial

    Microsoft Bikin Perusahaan AI Baru, Gelontorkan Dana Rp 44 Triliun - Kompas

    4 min read

     


    KOMPAS.com - Microsoft mengumumkan unit bisnis barunya pada Kamis (2/7/2026), yakni Microsoft Frontier Company.

    Unit bisnis tersebut akan fokus membantu perusahaan mengimplementasikan berbagai layanan kecerdasan buatan (AI) Microsoft kepada klien.

    Untuk membangun Microsoft Frontier Company, perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates itu menggelontorkan dana senilai 2,5 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 44,9 triliun.

    Divisi yang akan fokus ke AI ini juga akan didukung oleh 6.000 insinyur dan pakar industri, meliputi konsultan teknis, forward deployed engineer yang sudah ada di Microsoft, sales berpengalaman, hingga staf pendukung.

    Tangis Rakyat Iran Pecah Saat Peti Mati Ali Khamenei Dibuka

    Microsoft Frontier Company akan dipimpin oleh Rodrigo Kede Lima, sosok yang sebelumnya memimpin bisnis Microsoft di Asia.

    Baca juga: AI Paling Menakutkan Anthropic Kembali Bisa Dipakai Setelah Dilarang AS

    CEO Microsoft Commercial Business, Judson Althoff, mengatakan bahwa pendekatan yang digunakan Microsoft Frontier Company berbeda dengan model Forward Deployed Engineer (FDE) yang belakangan banyak diadopsi perusahaan AI.

    Untuk diketahui FDE adalah praktik di mana tim insinyur ditempatkan secara langsung untuk membantu pelanggan menerapkan teknologi AI sesuai kebutuhan bisnis mereka.

    "Ini melampaui apa yang selama ini dikenal sebagai Forward-Deployed Engineering. Frontier Company akan menjadi organisasi rekayasa berbasis hasil (outcome-driven engineering) terbesar dan paling mumpuni di industri," kata Althoff.

    Meski demikian, sejumlah pengamat menilai konsep Frontier Company tetap memiliki kemiripan dengan model FDE.

    Model serupa belakangan mulai diadopsi sejumlah perusahaan teknologi besar. Dua hari sebelum pengumuman Microsoft, Amazon Web Services (AWS) juga mengumumkan investasi internal sebesar 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 17,9 triliun) untuk membangun organisasi AI dengan pendekatan FDE.

    Perusahaan AI seperti Anthropic dan OpenAI juga telah membuat usaha patungan dengan model FDE, walaupun didukung pendanaan dari perusahaan investasi swasta.

    Baca juga: Google Rilis AI Nano Banana 2 Lite, Bikin Gambar Cuma Butuh 4 Detik

    Dibanding perusahaan lainnya, Microsoft dinilai memiliki keunggulan karena telah memiliki jaringan pelanggan perusahaan yang luas.

    Microsoft selama ini telah menempatkan insinyurnya di banyak perusahaan anggota Fortune 500, sehingga proses implementasi AI diperkirakan dapat berlangsung lebih cepat.

    Dalam pengumumannya, Microsoft juga mengungkap sejumlah mitra awal Frontier Company, antara lain London Stock Exchange Group, Unilever, Land O'Lakes, dan Accenture, dihimpun KompasTekno dari TechCrunch.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Pengakuan Mantan Pelaku Judol: Sudah Berkali-kali Kalah, Tapi Tetap Ingin Bermain?

    Komentar
    Additional JS