OpenAI Perketat Pengawasan ChatGPT untuk Remaja, Orangtua Kini Punya Kontrol Lebih Besar - Kompas
KOMPAS.com - Perusahaan kecerdasan buatan OpenAI mengumumkan serangkaian fitur baru untuk meningkatkan keamanan penggunaan ChatGPT oleh remaja.
Pembaruan ini tidak hanya menghadirkan penyaringan konten yang lebih ketat, tetapi juga kontrol yang lebih luas bagi orangtua serta fitur pembelajaran yang dirancang khusus untuk pelajar.
Menurut OpenAI, langkah tersebut diambil karena AI kini telah menjadi bagian dari keseharian generasi muda.
Perusahaan menyebut hampir 90 persen remaja menggunakan ChatGPT setiap minggu untuk belajar, melakukan riset, maupun membantu mengatur aktivitas mereka.
Di Depan DPR, MBG Watch "Bongkar" Daftar Dapur MBG Terbesar Dikelola Polri-TNI, Desak Dihentikan
OpenAI menilai melarang remaja mengakses AI sepenuhnya bukanlah solusi. Sebaliknya, perusahaan ingin memastikan mereka dapat memanfaatkan teknologi tersebut dengan perlindungan yang sesuai usia.
Baca Juga :
Baca juga: OpenAI Bikin AI GPT-Red untuk Melawan AI-nya Sendiri
Salah satu uapayanya yaitu dengan menerapkan sistem age prediction atau prediksi usia. Fitur ini sebenarnya sudah rilis September 2025 lalu.
Namun, kini semakin ditingkatkan. Melalui sistem ini, ChatGPT akan memperkirakan apakah pengguna berusia di bawah 18 tahun lewat analisis perilaku percakapan di chatbot.
Jika sistem menduga pengguna merupakan remaja, atau tidak yakin dengan usianya, ChatGPT akan secara otomatis menerapkan pengawasan lebih ketat
Baca juga: 5 Alasan Gen Z Suka Sering Pakai Fitur DnD di Ponsel
Mode ini membatasi dan memblokir konten bermuatan sensitif, seperti kekerasan grafis, tindakan menyakiti diri sendiri (self-harm), citra tubuh yang tidak sehat, hingga tantangan viral yang berisiko.
Bahkan, apabila sistem menilai pengguna tampak mengalami tekanan emosional, platform dapat mengaktifkan jalur dukungan yang berpotensi mencakup pemberitahuan kepada orangtua, bahkan aparat penegak hukum.
ChatGPT juga akan lebih sering menampilkan pengingat bagi remaja untuk beristirahat, khususnya ketika sesi percakapan berlangsung terlalu lama.
Di samping itu, orangtua kini dapat mengatur Quiet Hours, yaitu periode tertentu ketika akses ChatGPT dibatasi.

Lihat Foto
Selain itu, orangtua juga bisa menonaktifkan Voice Mode, membatasi akses ke fitur AI image generation, menerima notifikasi saat sistem mendeteksi situasi berisiko tinggi, termasuk indikasi pengguna mencari informasi terkait tindakan menyakiti diri sendiri.
Baca juga: Keyboard Coding Codex Micro Resmi, Hardware Perdana dari OpenAI

Lihat Foto
Bantu bimbing siswa belajar
Selain aspek keamanan, OpenAI juga memperkuat fungsi ChatGPT sebagai alat belajar.
Perusahaan memperluas Study Mode, fitur yang dikembangkan bersama guru dan pakar pendidikan.
Berbeda dengan chatbot biasa yang langsung memberikan jawaban, Study Mode membimbing siswa menyelesaikan soal secara bertahap sehingga membantu mereka memahami proses penyelesaiannya.
Orangtua kini juga dapat mengaktifkan Study Mode sebagai pengaturan default ChatGPT melalui fitur parental control.
Baca juga: Apple Gugat OpenAI, Tuduh ChatGPT Curi Rahasia untuk Bikin Gadget AI
OpenAI turut menambahkan berbagai starter prompt untuk membantu mengerjakan tugas sekolah, serta memperluas alat pembelajaran interaktif untuk mata pelajaran matematika dan sains.
Menurut perusahaan, fitur-fitur pembelajaran tersebut kini telah digunakan oleh sekitar 18 juta pengguna setiap minggu dan mencakup lebih dari 250 topik.
OpenAI berharap kombinasi fitur keamanan, kontrol orangtua, serta alat belajar ini dapat membuat remaja memanfaatkan AI secara lebih bertanggung jawab tanpa mengurangi manfaatnya untuk belajar dan berkreasi, dihimpun KompasTekno dari Digital Trends.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Desak MBG Dihentikan, Perwakilan Ibu "Bongkar" Program Prabowo Menghina Perempuan dan Anak