Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita ChatGPT Featured GPT-5.6 Kecerdasan Buatan OpenAI Spesial

    OpenAI Rilis GPT-5.6, Kini ChatGPT Bisa Pakai 4 AI Sekaligus - Kompas

    7 min read

     

    KOMPAS.com - OpenAI resmi meluncurkan keluarga model kecerdasan buatan (AI) terbaru GPT-5.6 untuk chatbot ChatGPT.

    Selain membawa peningkatan kemampuan dibanding generasi sebelumnya, model ini juga memperkenalkan fitur baru bernama "Ultra".

    Ini merupakan mode pemrosesan tertinggi pertama perusahaan yang memungkinkan empat agen AI (AI agent) bekerja secara paralel untuk menyelesaikan tugas kompleks.

    Berbeda dari mode penalaran (reasoning) sebelumnya yang hanya mengandalkan satu model AI untuk berpikir lebih lama, Ultra membagi pekerjaan ke empat AI agent secara bersamaan, lalu menggabungkan hasilnya menjadi satu jawaban.

    NATO Bakal Ganti Pesawat Pengintai AS dengan Buatan Swedia

    Baca juga: Sosok “Peramal Masa Depan” OpenAI Resmi Mundur Setelah 9 Tahun

    Menurut OpenAI, pendekatan tersebut membuat GPT-5.6 mampu menghasilkan jawaban yang lebih cepat sekaligus lebih akurat, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan analisis panjang, coding, riset, hingga pengolahan dokumen dalam jumlah besar.

    Dalam pengujian (benchmark) internal, OpenAI mengeklaim mode Ultra mampu menghasilkan skor lebih tinggi dibanding mode normal yang dari satu agen AI. 

    Mode ini juga disebut dapat menyelesaikan tugas lebih cepat pada benchmark seperti BrowseComp, SEC-Bench Pro, dan Terminal-Bench 2.1.

    Untuk menggunakan mode Ultra, pengguna cukup memilih model AI GPT-5.6 Sol di ChatGPT, lalu mengubah tingkat reasoning (effort) menjadi Ultra.

    Selanjutnya, sistem akan secara otomatis menjalankan empat AI agent secara paralel untuk memecahkan tugas yang diberikan. Pengguna tidak perlu mengatur pembagian tugas setiap agent karena seluruh proses dilakukan secara otomatis oleh GPT-5.6.

    Tiga model GPT-5.6

    Untuk GPT-5.6 sendiri, model AI ini hadir dalam tiga varian, yakni GPT-5.6 Sol sebagai model flagship, GPT-5.6 Terra untuk penggunaan sehari-hari, dan GPT-5.6 Luna yang menjadi model paling cepat sekaligus paling hemat biaya.

    Secara umum, OpenAI mengeklaim GPT-5.6 lebih cerdas dan efisien dibanding GPT-5.5 maupun sejumlah model AI pesaing.

    Untuk model flagship dari GPT-5.6, yaitu GPT-5.6 Sol, OpenAI mengeklaim AI ini mampu menyelesaikan tugas yang bervariasi dengan pemakaian token yang lebih sedikit dan biaya lebih rendah.

    Baca juga: OpenAI Umumkan Chip AI Jalapeño, Dirancang Bersama Broadcom

    Tugas-tugas yang bisa dilakukan mencakup pemrograman, pekerjaan berbasis pengetahuan (knowledge work), keamanan siber (cybersecurity), hingga riset ilmiah.

    OpenAI mengatakan peningkatan efisiensi tersebut membuat pengguna dapat memperoleh hasil yang lebih baik dengan biaya yang sama, atau memperoleh kualitas serupa dengan biaya lebih murah.

    Lebih jago membuat aplikasi dan dokumen

    Ilustrasi simulasi game Saltwind buatan GPT-5.6.

    Lihat Foto

    GPT-5.6 juga membawa peningkatan pada kemampuan coding dan pembuatan aplikasi.

    Model ini diklaim tidak hanya mampu menghasilkan kode program, tetapi juga menjalankan aplikasi hasil buatannya, memeriksa tampilan antarmuka, menemukan masalah visual maupun fungsional, lalu memperbaikinya sebelum diserahkan kepada pengguna.

    Salah satu contoh program yang dibuat adalah game menelusuri laut berjudul Saltwind, seperti tampak pada gambar di atas.

    Baca juga: Perlukah Bilang “Tolong” dan “Terima Kasih” ke ChatGPT? Ini Jawabannya

    Di sisi produktivitas, GPT-5.6 disebut mampu membuat dokumen, spreadsheet, dan presentasi yang lebih rapi.

    Model ini bahkan disebut dapat memahami tata letak, tipografi, warna, hingga pola desain dari file presentasi referensi, kemudian menerapkannya secara konsisten pada dokumen baru.

    Unggul di berbagai benchmark AI

    OpenAI mengklaim GPT-5.6 Sol mencatatkan peningkatan performa di berbagai benchmark AI yang menguji kemampuan coding, penalaran, hingga pekerjaan berbasis agen (agentic AI).

    Pada benchmark Agents' Last Exam, GPT-5.6 Sol meraih skor 53,6, atau sekitar 13,1 poin lebih tinggi dibanding Claude Fable 5 dalam mode adaptive reasoning.

    Di bidang pemrograman, GPT-5.6 Sol juga mencatat skor 80 pada Artificial Analysis Coding Agent Index, melampaui Claude Fable 5 sekitar 2,8 poin.

    Selain itu, GPT-5.6 Sol juga mencetak hasil terbaik pada sejumlah benchmark lain seperti BrowseComp, Terminal-Bench 2.1, DeepSWE, dan OSWorld 2.0.

    Keempat pengujian ini mengetes kemampuan AI dalam menjelajah web, menyelesaikan tugas berbasis terminal, mengembangkan perangkat lunak, hingga menjalankan aplikasi secara mandiri.

    Sudah tersedia mulai hari ini

    GPT-5.6 mulai tersedia secara bertahap di seluruh dunia melalui ChatGPT, Codex, dan OpenAI API.

    Pengguna ChatGPT Plus, Pro, Business, dan Enterprise dapat mengakses GPT-5.6 Sol, sedangkan pengguna Free dan Go memperoleh akses ke GPT-5.6 Terra di ChatGPT Work dan Codex.

    Sementara itu, mode Ultra tersedia untuk pengguna Pro dan Enterprise di ChatGPT Work, tool ChatGPT baru untuk menangani segala data terkait pekerjaan.

    Di layanan Codex, fitur tersebut dapat digunakan mulai paket Plus ke atas, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari OpenAI, Jumat (10/7/2026),

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS