Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kesehatan Spesial Unair

    Riset Unair Ungkap Aspek Keamanan Penggunaan Galon di Industri Air Minum Dalam Kemasan - Viva

    5 min read

     


    Ilustrasi galon.

    Jakarta, VIVA Riset dari Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) mengungkap, mengonsumsi air minum dalam kemasan (AMDK) dari galon polikarbonat (PC), tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan gangguan sistem hormon, gangguan reproduksi, maupun kanker.

    Baca Juga

    Riset tersebut menganalisis pola konsumsi AMDK, kandungan Bisphenol A (BPA) pada 10 merek air kemasan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, serta kaitannya dengan berbagai keluhan kesehatan yang dialami responden. 

    "Hasilnya, tidak ada hubungan antara gangguan hormon dalam bentuk apapun akibat mengonsumsi air dari galon guna ulang PC," sebagaimana dikutip dari kesimpulan hasil riset tersebut, dikutip Senin, 6 Juli 2026.

    Baca Juga

    Galon Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)

    Photo :

    • [Istimewa]

    Penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara paparan BPA dari konsumsi air minum dalam kemasan, dengan risiko kanker, gangguan reproduksi, maupun gangguan hormon.

    Baca Juga

    Dalam pembahasannya, peneliti menjelaskan rendahnya risiko gangguan hormon akibat BPA, yang ditemukan pada seluruh sampel air minum. BPA yang terdeteksi masih berada di bawah nilai ambang aman yang ditetapkan BPOM, maupun batas Tolerable Daily Intake (TDI) dari Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA).

    Dalam penelitian tersebut, seluruh sampel AMDK yang diuji mengandung BPA pada kadar yang masih jauh di bawah ambang batas aman. Konsentrasi BPA tertinggi tercatat sebesar 0,099 μg/L, sedangkan yang terendah 0,080 μg/L.

    "Nilai tersebut masih jauh di bawah batas aman yang ditetapkan BPOM, yakni 0,6 mg/kg," ujarnya.

    Analisis risiko kesehatan juga menunjukkan, seluruh merek AMDK yang diteliti masih berada dalam kategori aman. Baik risiko non-karsinogenik, risiko karsinogenik, maupun hasil evaluasi aktivitas estrogenik (EEQ) seluruhnya masih berada dalam batas aman.

    "Penelitian juga tidak menemukan hubungan yang signifikan antara penggunaan air minum dalam kemasan dengan riwayat penyakit yang berkaitan dengan paparan BPA pada responden," kata hasil tersebut.

    Artinya, masyarakat perlu khawatir apalagi panik saat menggunakan galon PC, karena air di dalamnya terbukti masih aman secara nyata dan ilmiah. Meski demikian, konsumen tetap harus memperhatikan dan lebih bijak dalam menyimpan, serta memperlakukan galon PC guna lebih meminimalisir migrasi yang terjadi.

    Terkait migrasi BPA, dokter spesialis penyakit dalam, Laurentius Aswin Pramono mengungkapkan, BPA akan keluar dari tubuh apabila terkonsumsi. Dia menjelaskan, tubuh memiliki mekanisme super canggih untuk mengeluarkan zat-zat berbahaya, yang secara tidak sengaja masuk ke dalam badan.

    Konsultan subspesialis di bidang endokrinologi, metabolisme, dan diabetes ini menambahkan, tubuh akan mendetoksifikasi atau mengurai partikel BPA yang masuk melalui liver atau hati, lalu mengeluarkannya melalui urine dan keringat. Detoksifikasi ini membuat paparan BPA tidak sampai terakumulasi dalam tubuh sehingga tidak akan menyebabkan gangguan terhadap kesehatan.

    "Dalam berbagai studi tentang BPA, paparan bahan kimia yang tidak kita konsumsi secara sengaja kecil sekali kemungkinan untuk mencapai kadar yang mengganggu kesehatan," ujarnya.

    Ilustrasi orang sakit di rumah sakit

    Menjaga Tubuh Tetap Bugar Sebagai Bentuk Syukur atas Rezeki Terbaik, Lengkap dengan Doa Memohon Kesehatan

    Menjaga kesehatan adalah cara terbaik untuk mensyukuri rezeki titipan ini. Berikut adalah doa singkat dan artinya memohon kesehatan yang mudah untuk dihafalkan

    img_title

    VIVA.co.id

    19 Juli 2026

    Komentar
    Additional JS