Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita FBI Featured Game Malware Spesial Steam

    Sebar Malware lewat Game di Steam, Pemuda Ini Diringkus FBI - Kompas

    5 min read

     


    KOMPAS.com - Biro investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menangkap seorang pemuda berusia 21 tahun yang diduga menyebarkan malware melalui sejumlah game di platform distribusi Steam.

    Modus tersebut diduga menginfeksi sekitar 8.000 komputer (PC) selama hampir dua tahun. Selain itu, pelaku juga dituding mencuri lebih dari 220.000 dollar AS (sekitar Rp 3,6 miliar) dari 80 dompet kripto. 

    Pemuda tersebut diidentifikasi sebagai Zyaire Dontaevious Zamarion Wilkins, seorang warga Florida, Amerika Serikat. Menurut FBI, Wilkins menjalankan aksi tersebut bersama sejumlah pelaku lain sejak Mei 2024 hingga Februari 2026. 

    Disisipkan ke game Steam

    Menurut dokumen bawaan FBI, Walkins bersama sejumlah pelaku lain menyisipkan malware ke sedikitnya delapan video game, seperti BlockBlasters, Dashverse, Lunara, dan PirateFi.

    Gelombang Demo Mahasiswa Desak Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie

    Game-game yang sudah disusupi malware itu kemudian "dipromosikan" melalui berbagai platform media sosial dan layanan pesan instan, seperti Discord, Telegram, X, dan LinkedIn.

    Namun, pelaku tidak hanya menunggu korban mengunduh game tersebut. FBI menyebut, mereka juga menggunakan bot untuk mengidentifikasi pengguna yang diduga memiliki aset mata uang kripto dalam jumlah besar. 

    Baca juga: Setahun Eksploitasi Bug PayPal untuk Curi Laptop, Pelaku Akhirnya Serahkan Diri ke Polisi

    Setelah menemukan calon korban, pelaku akan menghubungi mereka secara langsung dan membujuk agar mengunduh salah satu game yang telah mereka susupi malware. 

    Begitu game diinstal, malware akan mencuri kata sandi dan berbagai informasi sensitif yang tersimpan di PC korban. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk mengakses dompet mata uang kripto dan menguras aset digital milik korban. 

    Korban capai ratusan orang

    Game BlockBlasters yang telah disusupi malware oleh Wilkins diduga memakan 261 hingga 478 korban, menurut perkiraan peneliti forensik mata uang kripto ZachXBT bersama komunitas vx-underground. 

    Salah satu korbannya adalah streamer Twitch Rastaland TV, yang kehilangan sekitar 32.000 dollar AS (sekitar Rp 574 jutaan) pada september 2025. 

    Ironisnya, saat kejadian, dana yang hilang tersebut berasal dari donasi dari para penonton Rastaland TV yang dikumpulkan untuk membantu biaya perawatan medisnya.

    Adapun dari serangkaian temuan yang dikumpulkan, selain menduga Wilkins sebagai tersangka utama, FBI juga mengidentifikasi sosok lain yang diyakini menjadi pengembang malware di game steam

    Para penyidik bahkan sempat menggeledah rumah orang tersebut untuk mencari barang bukti tambahan.

    Baca juga: Teknisi AC Dipenjara usai Curi Laptop dan 16 Hard Disk Kantor

    Mengutip laporan WPLG Local 10, FBI menemukan percakapan di aplikasi Signal yangb diduga mengatikan Wilkins dengan operasi kejahatan siber tersebut.

    Dalam percakapan itu, Wilkins diduga menggunakan alias "Sibel.eth" di forum dark web untuk membeli remote access trojan (RAT) senilai 10.000 dollar AS serta mendiskusikan cara mengelabui korban agar menyetujui transaksi mata uang kripto palsu. 

    Kendati demikian, identitas sosok yang diduga mengembangkan malware tersebut belum diungkap.

    Hingga kini, orang tersebut juga belum didakwa secara resmi, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Techspot. 

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Demo Tuntut Transparansi Kasus Febrie, Mahasiswa Saling Dorong dengan Aparat

    Komentar
    Additional JS