Sony Kena Gugatan Atas Rencana Meninggalkan Game Fisik di Tahun 2028 - Game
No Result View All Result
Sony Gugatan Game Fisik – Pasca pengumuman Sony berencana meninggalkan game fisik mulai tahun 2028, banyak pihak protes dan memberikan berbagai macam kritikan serta protes pedas ke perusahaan asal Jepang tersebut. Tidak hanya Gamer saja, bahkan para pelaku di industri video game turut memberikan suara mereka atas rencana perusahaan itu.
Baru-baru ini muncul laporan bagaimana perusahaan PlayStation kena gugatan terkait rencana mereka di tahun 2028. Waduh, serius nih?!

Berdasarkan informasi dari wccftech, sebuah organisasi Stichting Massaschade & Consument di Belanda melayangkan gugatan ke PlayStation dalam mewakili 1,7 juta Player yang berasal dari negaranya. Dalam gugatan “Fair PlayStaiton”, perusahaan asal Jepang tersebut harus membayar ganti rugi lebih dari €400 Juta yang mereka sebut sebagai “pajak Sony”.
Lucia Melcherts selaku Ketua Stichting Massaschade & Consument menjelaskan bahwa rencana PlayStation dalam meninggalkan game fisik di tahun 2028 membuat hilangnya benteng terakhir dimana game PS masih bisa diperjualbelikan dengan harga yang kompetitif.
Hilangnya Opsi Lain Bagi Konsumen Membeli Video Game yang Lebih Murah

Menurutnya tanpa adanya Disc, itu berarti tidak ada lagi pasar game bekas maupun alternatif lain untuk membeli game dengan harga murah selain dari PlayStation Store.
Dengan kata lain, Lucia Melcherts merasa pihak PlayStation sendiri yang akan menentukan berapa harga produk game mereka dan bahkan sampai berapa lama konsumen diizinkan untuk menggunakannya. Masalah seperti itu menjadi inti dari gugatan pihak organisasi dalam mewakili banyak Gamer yang berasal dari Belanda.
Selain itu menurut mereka, harga tidak akan pernah bisa dinilai adil ketika pembeli sama sekali tidak diberikan hak atas kepemilikan dari apa yang mereka beli dan tidak punya pilihan alternatif yang lain.

Berikut ini pernyataan dari Ketua organisasi Stichting Massaschade & Consument terhadap gugatan ke PlayStation.
Berakhirnya Disc menghilangkan benteng terakhir dimana game PlayStation masih bisa diperjualbelikan dengan harga yang kompetitif. Tanpa adanya Disc, itu berarti tidak ada lagi pasar game bekas dan tidak ada alternatif lain selain dari PlayStation Store.
Jadi mulai tahun 2028, Sony sendirilah yang menentukan berapa harga game dan bahkan berapa lama kalian diizinkan untuk menggunakannya. Kerugian mendasar inilah yang menjadi inti dari gugatan Fair PlayStation dari kami. Sebuah harga tidak akan pernah bisa dinilai adil ketika pembeli sama sekali tidak diberikan hak kepemilikan dan tidak punya pilihan alternatif lain.
Lucia Melcherts
Pada saat artikel ini ditulis (8/7), pihak PlayStation belum ada memberikan pernyataan terkait gugatan dari organisasi Stichting Massaschade & Consument. Mari kita tunggu saja informasi selanjutnya dari PlayStation terkait respon mereka terhadap gugatan tersebut maupun apakah mereka akan mempertimbangkan lagi rencana meninggalkan game fisik mereka di tahun 2028.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait PlayStation atau artikel lainnya dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
![]()
"Editor dan Veteran Game Gacha di Gamebrott." Ia adalah seorang Gamer yang telah aktif mengamati dan menganalisis perkembangan game gacha selama lebih dari satu dekade sejak tahun 2013, memberikannya pemahaman mendalam tentang tren pasar dan mekanika game berdasarkan pengalaman pribadi. Pengalamannya yang luas terhadap game genre JRPG, memiliki minat yang kuat terhadap game JRPG, bahkan yang sering dianggap underrated, seperti Trails Series. Berfokus pada analisis mendalam mengenai isu-isu yang sedang hangat, tren up-to-date, serta insight mendasar yang menjadi perbincangan utama di komunitas Gamer secara luas.
