Waspada QRIS Palsu: Ini 3 modus penipuan dan 8 cara Menghindarinya - CNA
JAKARTA: Pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini menjadi pilihan utama masyarakat karena dinilai praktis, cepat, dan aman. Hampir seluruh pelaku usaha, mulai dari pedagang kaki lima hingga pusat perbelanjaan, telah menyediakan metode pembayaran ini.
Bank Indonesia menyebut QRIS telah menjadi pendorong utama transformasi pembayaran digital dengan jumlah pengguna mencapai 60,77 juta hingga Februari 2026.
Iklan
Pemanfaatan QRIS bahkan tak hanya di Indonesia, tetapi juga berlangsung antarnegara dengan peningkatan di berbagai negara mitra.
Namun, di balik kemudahannya, masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan digital.
MODUS PENIPUAN DAN CARA MENGHINDARI
Dikutip dari Situs Bank Mega Syariah, terdapat beberapa modus penipuan QRIS yang pernah terjadi:
1. Mengubah Barcode QRIS Tempat Umum
Salah satu bentuk penipuan QRIS yang cukup sering ditemukan adalah pemasangan QRIS palsu di gerai-gerai umum.
Iklan
"Biasanya, pelaku menaruh QR Code palsu di merchant makanan, minuman, atau tempat umum untuk mengecoh korban," terang Bank Mega Syariah.
Modus ini semakin sering ditemukan di sejumlah tempat usaha karena pelaku memanfaatkan kelengahan konsumen yang terburu-buru saat melakukan pembayaran.
Sebagai contoh, QRIS masjid memiliki barcode di kotak amal yang tersebar di berbagai titik. Banyaknya kotak amal ini akhirnya dimanfaatkan oleh oknum masyarakat untuk mengubah barcode QRIS masjid menjadi QRIS dengan tujuan rekening pribadi sang penipu.
QRIS palsu merupakan salah satu bentuk penipuan digital yang dilakukan dengan memalsukan kode QR pembayaran. Pelaku biasanya mencetak kode QR miliknya sendiri, kemudian menempelkannya di atas QRIS resmi yang dipasang oleh pemilik usaha.
Sekilas, kode tersebut tampak sama seperti QRIS asli sehingga sulit dibedakan hanya dari tampilannya. Akibatnya, saat pelanggan melakukan pembayaran, dana justru masuk ke rekening pelaku, bukan ke rekening merchant yang seharusnya menerima pembayaran.
Iklan
Modus ini dikenal pula dengan istilah quishing atau QR code phishing, yaitu upaya penipuan yang memanfaatkan kode QR untuk mengelabui korban.
2. Screenshot QRIS Lama untuk Kecoh Penjual
Bank Mega Syariah menyebut modus ini perlu diwaspadai oleh para pedagang. Penipu bisa menggunakan screenshot transaksi QRIS yang sudah pernah dilakukan lalu mereka edit.
"Untuk modus ini, penipu memanfaatkan ketidaktelitian penjual yang sedang fokus dengan para pembeli lainnya," katanya.
Notifikasi pembayaran mudah untuk dicek, tetapi jika dalam satu waktu banyak pembeli yang membayar dapat membingungkan para penjual dan akhirnya memberi celah untuk penipu.
Iklan
3. Menukar Rekening pada QRIS
Banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui secara mendalam tentang QRIS, membuat modus ini dapat terjadi. Modusnya dengan menukar rekening tujuan pembayaran menjadi rekening pelaku.
Pelaku akan meminta korban untuk membayar apa yang mereka ingin beli ke nomor rekening yang berbeda. Caranya, dengan mengirim QRIS palsu yang menunjukkan nomor rekening sah.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari penipuan QRIS palsu:
1. Pastikan Nama Merchant Sesuai
Sebelum menekan tombol bayar, periksa terlebih dahulu nama penerima yang muncul pada aplikasi pembayaran.
Nama merchant yang tertera harus sesuai dengan nama toko atau pelaku usaha tempat Anda bertransaksi. Jika muncul nama yang berbeda atau tidak dikenal, sebaiknya batalkan transaksi dan konfirmasi kepada kasir.
2. Perhatikan Kondisi Stiker QRIS
Luangkan waktu sejenak untuk melihat kondisi fisik QRIS yang dipasang. Apabila terlihat seperti ditempel berlapis, rusak, atau terdapat stiker tambahan yang mencurigakan, jangan langsung melakukan pembayaran. Ada kemungkinan QRIS tersebut telah diganti oleh pelaku kejahatan.
3. Gunakan Aplikasi Pembayaran Resmi
Lakukan pembayaran menggunakan aplikasi mobile banking atau dompet digital resmi yang telah berizin dan diawasi oleh Bank Indonesia.
Aplikasi resmi umumnya memiliki sistem keamanan yang dapat membantu pengguna memverifikasi identitas merchant sebelum transaksi diproses.
4. Jangan Asal Pindai QR di Website
Dalam melakukan transaksi QRIS pada situs website, selalu cek kembali dan jangan asal memindah. Perhatikan apakah ada kejanggalan di dalamnya.
Jangan memindai kode QR yang memiliki perbedaan dari nama atau institusi pemilik website. Jika memang dari pihak penerima pembayaran sudah memberitahu bahwa ada perbedaan, Anda tetap harus pastikan ulang.
Pastikan yang memberikan informasi tersebut adalah pihak resmi dan bukan penipu.
5. Tidak Sembarang Membagikan Kode QR
Tidak hanya untuk transaksi pembayaran, kode QR juga merupakan tautan untuk informasi pribadi. Oleh karena itu, alangkah baiknya jangan asal membagikan kode QR dan dokumen pribadi kepada siapapun dalam bentuk cetak maupun unggahan pada media sosial.
6. Jangan Terburu-buru Menyelesaikan Pembayaran
Banyak korban tertipu karena terburu-buru saat membayar. Biasakan memeriksa kembali informasi pembayaran, termasuk nama merchant dan nominal transaksi, sebelum menekan tombol konfirmasi.
7. Simpan Bukti Pembayaran
Setelah transaksi berhasil, simpan bukti pembayaran yang muncul pada aplikasi. Bukti tersebut dapat digunakan apabila terjadi kesalahan transaksi atau diperlukan saat melaporkan dugaan penipuan.
8. Segera Laporkan Jika Menemukan Kejanggalan
Apabila menemukan QRIS yang mencurigakan atau menyadari pembayaran masuk ke rekening yang tidak sesuai, segera laporkan kepada pengelola toko, penyedia layanan pembayaran, atau pihak berwenang agar dapat segera ditindaklanjuti.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.