X Perketat Deteksi Engagement Bait, Akun Pengumpul Konten Terancam Kehilangan Pendapatan -
X memperbarui sistem deteksi terhadap praktik engagement bait dan konten hasil salin ulang sebagai bagian dari upaya memperbaiki program bagi hasil kreator. Platform tersebut menggunakan sistem kecerdasan buatan (AI) Grok untuk mengidentifikasi akun yang berusaha memanipulasi interaksi pengguna atau mendapatkan pendapatan dari konten yang bukan hasil karya mereka.
Dirangkum dari SocialMediaToday, Jumat (17/7/2026), salah satu sasaran utama pembaruan ini adalah pengguna yang secara langsung meminta orang lain memberikan interaksi demi meningkatkan jangkauan. Kepala Produk X Nikita Bier mengatakan pengguna yang berulang kali melakukan praktik tersebut dapat dikeluarkan dari program bagi hasil kreator dan akunnya diteruskan ke tim kebijakan untuk kemungkinan penangguhan.
Praktik seperti mengajak pengguna lain untuk mengikuti akun atau memberikan interaksi secara massal kini menjadi perhatian X. Menurut Bier, pengguna yang melakukan permintaan semacam itu sebanyak tiga kali atau lebih dapat dikeluarkan dari program monetisasi.
BACA JUGA: X Perbarui Editor Video, Kini Ada Green Screen dan Caption Multibahasa
Penggunaan Grok untuk mendeteksi pelanggaran menunjukkan bahwa X mulai mengandalkan AI untuk mengawasi perilaku yang berpotensi memanipulasi sistem monetisasi. Dengan jumlah konten yang sangat besar setiap hari, pengawasan manual sulit dilakukan secara menyeluruh. AI memungkinkan platform memindai pola perilaku dan konten dalam skala yang lebih besar.
Namun, pembaruan ini tidak hanya menyasar engagement bait. X juga memperbarui sistem untuk mendeteksi konten duplikat dan unggahan yang mengambil karya kreator lain. Akun yang mengunggah ulang konten milik orang lain dengan tambahan kecil seperti tanda air, pembuka, atau perubahan tertentu tidak otomatis dianggap sebagai pembuat konten asli.
BACA JUGA: X Bakal Kirim DM jika Pengguna Pernah Interaksi dengan Unggahan Keliru
Dalam sistem baru tersebut, pendapatan dari tayangan yang dihasilkan konten hasil salin ulang akan diarahkan kepada pengunggah asli. X menyebut telah mendeteksi sekitar 1,5 juta unggahan yang dicuri dalam satu siklus pembayaran. Akibat perubahan ini, pendapatan akun agregator dilaporkan telah turun sekitar 80% sepanjang tahun ini.
Strategi tersebut memperlihatkan perubahan penting dalam cara X mengelola ekonomi kreator. Platform tidak hanya berusaha meningkatkan jumlah konten yang tersedia, tetapi juga mulai mengatur siapa yang berhak memperoleh manfaat ekonomi dari konten tersebut.
Bagi X, persoalan ini memiliki dampak langsung terhadap keberlanjutan platform. Jika akun agregator dapat memperoleh pendapatan dengan mengambil konten milik kreator lain, insentif bagi kreator asli untuk terus memproduksi konten dapat berkurang. Sebaliknya, jika kreator merasa kontennya lebih terlindungi dan peluang mendapatkan pendapatan meningkat, mereka memiliki alasan lebih besar untuk tetap aktif di platform.
X mengatakan perubahan tersebut akan mengembalikan lebih dari US$ 1 juta atau sekitar Rp 16,9 miliar kepada kreator asli. Nilai tersebut menunjukkan bahwa sistem monetisasi menjadi bagian penting dari strategi X untuk mempertahankan kreator di platform.
Langkah ini juga berkaitan dengan struktur aktivitas pengguna X. Berdasarkan data yang pernah dibagikan perusahaan, sekitar 20% pengguna X menghasilkan seluruh konten yang tersedia di platform, sementara sebagian besar pengguna lainnya lebih banyak berada dalam mode membaca.
Kondisi tersebut membuat kreator memiliki peran yang sangat penting bagi keberlangsungan ekosistem X. Semakin banyak kreator yang aktif menghasilkan konten, semakin besar pula pasokan konten yang dapat dikonsumsi pengguna. Karena itu, kebijakan monetisasi menjadi salah satu cara X mempertahankan kelompok pengguna yang paling produktif.
Perusahaan juga sebelumnya memperbarui kebijakan untuk membatasi promosi spam dari proyek kripto dan melakukan demonetisasi terhadap deepfake berbasis AI. Rangkaian perubahan tersebut menunjukkan upaya X untuk memperketat kualitas konten yang dapat menghasilkan pendapatan.
Di sisi lain, sistem baru ini juga dapat mengubah strategi para kreator dan pengelola akun. Praktik menyalin konten viral atau mengandalkan permintaan interaksi secara berulang tidak lagi hanya berisiko menurunkan jangkauan, tetapi juga dapat memengaruhi akses terhadap program monetisasi.
Dengan pembaruan tersebut, X tampaknya berusaha menggeser kompetisi dari sekadar mengejar jumlah interaksi menuju produksi konten yang lebih orisinal. Bagi platform, strategi ini diharapkan dapat menciptakan sistem monetisasi yang lebih menarik bagi kreator asli sekaligus mengurangi insentif bagi akun yang membangun pendapatan dari konten milik orang lain.