Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita Featured Kecerdasan Buatan Spesial

    25 Tahun Hilang, Pria Ini Bertemu Keluarganya Lagi Berkat AI - Kompas

    7 min read

     


    KOMPAS.com - Selama hampir 25 tahun, keluarga Xie Qingshuai tidak tahu di mana anak mereka berada.

    Xie diculik pada Januari 1999, ketika masih bayi. Saat itu, ia ditinggal sendirian di rumahnya yang berada di Kota Xingtai, Provinsi Hebei, China, ketika ibunya pergi berbelanja. 

    Sejak saat itu, keluarganya tidak pernah berhenti mencari. Pencarian yang awalnya dilakukan di sekitar Xingtai, meluas ke provinsi-provinsi tetangga dan berbagai wilayah di China. 

    Baca juga: Perusahaan Bimbel Online Bangkrut gara-gara ChatGPT

    Pada 2022, keluarga Xie bahkan menawarkan hadiah 200.000 yuan (sekitar Rp 528 juta) hingga 1 juta yuan (Rp 2 miliar) bagi siapapun yang bisa menemukan anak mereka. 

    Dua Orang Jadi Tersangka Kasus Konten soal Prabowo dan Nuklir Iran

    Namun sayangnya, Xie tetap tidak ditemukan. Selang 25 tahun kemudian, keluarga Xie akhirnya mendapatkan titik terang.

    Namun, bukan dari seseorang yang mengenali wajah Xie, melainkan dari sebuah sistem kecerdasan buatan (AI). 

    Baca juga: AI Salah Beri Rekomendasi, 10 Hektare Tanaman Mati

    Ditemukan saat sudah dewasa

    Pada 27 November 2023, polisi di Hebei menggunakan sistem perangkat lunak pengenalan wajah (face recognition) yang dikembangkan perusahaan AI asal Beijing, Deepglint

    Pencarian tersebut akhirnya membuahkan hasil. Polisi berhasil menemukan Xie Qingshuai yang saat itu telah berusia 25 tahun. 

    Selama ini Xie tinggal di Kota Chengdu, China barat daya. Ia bekerja di bidang renovasi interior dan tumbuh tanpa mengetahui bahwa keluarga kandungnya masih mencarinya. 

    Baca juga: Polisi Harus Periksa Medsos Remaja di Lebak Bulus untuk Ungkap Motif Pembunuhan

    Setelah identitasnya diketahui benar, ia kemudian dibawa kembali ke Xingtai untuk bertemu dengan keluarganya. 

    "Saya telah menunggu hari ini selama 25 tahun," kata Xie Kefeng, ayah kandung Xie Qingshuai kepada media lokal.

    Kefeng akhirnya bisa benar-benar memeluk putra kandungnya setelah hampir seperempat abad terpisah.

    Xie Qingshuai bersama keluarganya dipersatukan kembali setelah terpisah selama 25 tahun.

    Lihat Foto

    Baca juga: Kisah di Balik Kesuksesan Jeff Bezos, Penjual Burger yang Jadi Pendiri Amazon

    Pakai teknologi cross-age face comparison

    Pada kasus ini, Xie bisa ditemukan lewat teknologi AI yang disebut dengan istilah "cross-age face comparison" atau teknologi perbandingan wajah lintas usia.

    Teknologi ini dirancang untuk mencari kemiripan fitur wajah antaranggota keluarga dengan mempertimbangkan hubungan genetik.

    Dengan begitu, sistem tetap dapat membantu mencari orang yang hilang meskipun penampilannya sudah berubah seiring bertambahnya usia.

    Dalam kasus Xie, polisi menggunakan foto kedua orangtuanya dan kakak laki-lakinya sebagai bahan perbandingan. Dari sana, AI menempatkan Xie di antara lima kandidat teratas yang dinilai paling mungkin cocok.

    Setelah kandidat ditemukan, polisi melakukan tes DNA untuk memastikan identitas masing-masing.

    Baca juga: Ketika Aktor dan Pengisi Suara Sepi Job Digantikan AI…

    Hasilnya pun menunjukkan bahwa pria itu memang Xie Qingshuai, anak yang hilang selama 25 tahun.

    Deepglint, perusahaan AI yang teknologinya dipakai untuk menemukan Xie mengatakan, ia merupakan orang keempat yang berhasil ditemukan polisi dengan bantuan teknologi mereka dalam enam bulan terakhir. 

    Penggunaan teknologi pengenalan wajah menggunakan sistem AI untuk membantu pencarian orang hilang sendiri sudah berkembang dan diterapkan di China dalam beberapa tahun terakhir.

    Baca juga: Jensen Huang, Dulu Tukang Cuci Piring, Kini CEO Perusahaan Bernilai Rp 83.000T

    Pada 2017, perusahaan teknologi Baidu bekerja sama dengan platform pencarian keluarga "Baby Come Home" untuk mengembangkan sistem perbandingan wajah lintas usia.

    Setahun kemudian, jaringan pencarian dan penyelamatan nasional di bawah Kementerian Urusan Sipil China bekerja sama dengan Baidu untuk menghadirkan fitur perbandingan wajah. 

    Fitur tersebut memungkinkan pengguna mengunggah foto anggota keluarga yang hilang untuk mencari kemungkinan kecocokan wajah. 

    Baca juga: China Mulai Curiga dengan AI OpenClaw, PNS Dilarang Install

    Perusahaan teknologi Tencent, melalui YouTu Lab juga mengembangkan teknologi serupa untuk membantu polisi mencari orang hilang, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari SixthTone.

    Menurut laporan China Daily, polisi di Provinsi Fujian tercatat berhasil menemukan lebih dari 500 orang hilang hanya dalam waktu enam bulan, setelah menerapkan sistem pengenalan wajah yang dikembangkan YouTu Lab.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Komentar
    Additional JS