Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita Featured Kecerdasan Buatan Keuangan Keuangan Digital Spesial

    Agen AI jadi pembeli baru, 99% transaksinya pakai stablecoin - IDN Finansial

    6 min read

     


    JAKARTA – Gelombang pengguna kripto berikutnya diperkirakan bukan manusia, melainkan perangkat lunak.

    Agen kecerdasan buatan kini bertransaksi atas nama penggunanya.

    Dikutip dari CoinDesk, Coinbase mengembangkan x402, protokol pembayaran khusus untuk agen tersebut.

    Protokol itu pada dasarnya berfungsi sebagai paywall bagi perangkat lunak.

    Agen meminta data, lalu penjual membalas dengan harga dan informasi pembayaran.

    Setelah pembayaran terverifikasi, hasil yang diminta baru dilepas.

    Namanya berasal dari kode status 402 Payment Required di protokol web.

    Kode itu sudah ada sejak puluhan tahun lalu, tetapi jarang digunakan.

    Coinbase menyebut x402 telah memproses lebih dari 165 juta pembayaran.

    Nilai gabungannya mencapai US$50 juta.

    Kepala produk kecerdasan buatan Coinbase, Lincoln Murr, memperkirakan 99% di antaranya memakai USDC.

    Pembelinya bukan agen yang memesan sepatu atau merencanakan liburan.

    Mayoritas membayar beberapa sen untuk data, daya komputasi, atau akses perkakas daring.

    Sebagian besar dana mengalir ke antarmuka pemrograman aplikasi atau API.

    "Kecocokan pasar hari ini adalah pembayaran mesin ke mesin, dari agen ke API," kata Murr.

    Pembaruan Coinbase pada April mencatat lebih dari 480.000 agen aktif.

    Nilai rata-rata setiap transaksi hanya sekitar 30 sen.

    Mayoritasnya berlangsung di Base, jaringan lapis dua milik Coinbase.

    Meski begitu, skalanya masih jauh dari klaim paling agresif industri.

    Sepanjang 30 hari pada Juli, x402 memindahkan sekitar US$24 juta.

    Angka itu kira-kira setara dengan yang ditangani Visa dalam satu menit.

    Murr bahkan menaksir 25% hingga 30% transaksi bukan pembelian riil.

    Sebagiannya dibuat pengguna yang mengejar peringkat pada papan skor publik.

    Ia menyebut industri masih berada di era Napster dan LimeWire.

    Analoginya yang lain adalah era aplikasi pemindai kode QR dan senter.

    Keunggulan stablecoin sejauh ini terletak pada struktur biaya.

    Murr menaksir biaya penerimaan kartu berada di kisaran 2% hingga 4%.

    Ekonominya menjadi janggal bila barang yang dijual berharga di bawah satu dolar.

    Stablecoin juga dapat bergerak sepanjang waktu tanpa jam operasional.

    Penjual atau perusahaan pembayaran pun bisa menanggung biaya jaringannya.

    Cloudflare ikut membangun rel serupa melalui produk Wallets dan cloudflare.pay.

    Chief Strategy Officer Cloudflare, Stephanie Cohen, menilai stablecoin cocok untuk pembayaran kecil berfrekuensi tinggi.

    Produk itu dirancang menyerupai kartu korporasi, bukan dompet kripto tanpa batas.

    Operator menyetor dana ke dompet utama lalu memberi agen jatah lebih kecil.

    Aturan ditetapkan untuk anggaran, penjual yang disetujui, dan nilai pembelian maksimum.

    Menurut Cohen, pagar pengaman semacam itulah yang justru memungkinkan otonomi agen.

    Sistem tersebut sebagian besar belum beroperasi penuh.

    Pendanaan, penarikan, dan dompet agen dijadwalkan tersedia dalam beberapa bulan mendatang.

    Circle menguji model serupa melalui produk Nanopayments berbasis USDC.

    MoonPay meluncurkan PayBox pada 29 Juli untuk agen yang menghadap konsumen.

    Produk itu terhubung ke Claude atau ChatGPT dan menyimpan akses kartu serta dompet kripto.

    Di sisi lain, jaringan kartu tidak menyerah begitu saja.

    Mastercard menyiapkan Agent Pay for Machines dengan kredensial bernama Verifiable Vouchers.

    Menurut Sapan Mandloi dari Mastercard, perdagangan agentik akan menjadi lingkungan multi-rel.

    Produk itu masih berada dalam program akses awal tanpa angka adopsi.

    Pada Februari, DBS dan Visa memperagakan agen membeli makanan memakai kartu DBS/POSB.

    Persoalan terbesar sebenarnya bukan pemindahan uang, melainkan kendali atas perangkat lunaknya.

    Agen dapat salah menafsirkan instruksi atau menuruti perintah berbahaya.

    Menurut Bryce Ferguson, agen perlu diberi izin terbatas pada dompet untuk mencegah kerusakan.

    Pendiri Turnkey itu menyamakan kondisinya dengan mobil swakemudi tahap awal.

    Siapa yang bertanggung jawab bila agen menaati aturan tetapi salah membeli belum terjawab.

    Tema ini menyambung dengan langkah lembaga keuangan lain.

    Seperti dilaporkan The Block, CEO Anchorage Digital, Nathan McCauley, menyebut agen AI membutuhkan rekening bank.

    Ia berbicara pada Wyoming Blockchain Symposium 2026 pekan lalu.

    Perusahaannya membangun platform perbankan agentik dengan sistem know-your-agent.

    Seperti dikutip laporan CoinDesk lainnya, X milik Elon Musk menjajaki stablecoin untuk membayar kreator.

    Pembicaraan itu masih berlangsung menurut satu sumber yang mengetahui rencana tersebut.

    Perwakilan media X belum menanggapi permintaan komentar.

    Kapitalisasi pasar stablecoin sendiri sudah melampaui US$300 miliar.

    Hambatan paling dasar justru terletak pada cara mengisi dompet agen.

    Menurut Murr, menyiapkan dompet masih menjadi titik sakit terbesar bagi pengguna.

    Komentar
    Additional JS