Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita Chip AI Featured Kecerdasan Buatan Spesial

    Chip AI Ini Bisa Tiru Cara Kerja Otak Manusia - Tempo

    2 min read

     

    Ilustrasi kecerdasan buatan AI. Shutterstock

    PENELITI mengembangkan chip berteknologi akal imitasi (AI) jenis baru yang mampu meniru kemampuanotak manusia. Alat semikonduktor ini bisa mengendalikan respons motorik naluriah. Desainnya menyerupai serebelum, bagian dari sistem saraf pusat yang berfungsi mengatur keseimbangan dan kontrol tubuh manusia.

    Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

    Riset yang melibatkan 14 peneliti internasional ini diterbitkan dalam jurnal Nature Communications pada 10 Juli 2026, dengan judul Cerebellum-inspired memtransistors enable emergent differentiation for hardware-efficient novelty detection. Terobosan ini dianggap sangat penting untuk mengatasi kendala chip AI konvensional.

    Merujuk penelitian ini, sistem saraf biologis mampu mengenali perubahan lingkungan atau sinyal asing secara instan tanpa perlu mempelajari seluruh data dari awal. Mekanisme yang berpusat pada sirkuit serebelum ini direplikasi ke dalam perangkat keras (hardware) lewat jaringan memtransistor. Proses itu membantu mengekstrak fitur spasial dan temporal secara bersamaan dari input sensorik.

    “Perangkat ini dapat membuka jalan bagi sistem AI yang sangat responsif dan hemat daya, yang mampu mendeteksi dan bereaksi terhadap peristiwa yang tidak biasa tanpa bergantung pada sumber daya komputasi besar dari pusat data,” begitu bunyi ulasan Live Science yang dikutip pada Rabu, 12 Agustus 2026.

    Dalam uji simulasi, yang menggunakan data elektrokardiogram, chip anyar tersebut terbukti bisa mendeteksi detak jantung tidak teratur dengan nilai akurasi 98 persen. Angka ini diklaim dua kali lebih cepat daripada sistem AI yang sudah ada saat ini.

    Para peneliti memproyeksikan teknologi tersebut dapat diterapkan pada berbagai perangkat robotika otonom yang membutuhkan keputusan refleks dalam hitungan milidetik. Teknologi ini juga berpotensi digunakan pada alat kesehatan implan, seperti pacu jantung pintar, yang memerlukan analisis data cepat dan konsumsi baterai efisien.

    Komentar
    Additional JS