Gempa NTT: 200 BTS Terdampak, Komdigi Pantau Pemulihan Jaringan Komunikasi - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi Wayan Toni Supriyanto mengatakan, sejumlah Base Transceiver Station (BTS) untuk jaringan komunikasi alami gangguan akibat terganggunya pasokan listrik dampak gempa Magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).
“Sebanyak 16.35 persen BTS diwilayah yang teridentifikasi terdampak mengalami gangguan. Komdigi terus memantau kondisi jaringan dan berkoordinasi langsung dengan operator seluler untuk memastikan gangguan dapat segera ditangani," kata Wayan dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).
Wayan mengatakan, selain gangguan pasokan listrik, koordinasi dengan operator telekomunikasi menunjukkan adanya gangguan pada jaringan transmisi sebagai dampak gempa bumi.
Baca juga: Setelah NTT dan Sumut, Giliran Sulteng Diguncang Gempa Berkekuatan M 5,9
Meski demikian, dia memastikan pemantauan dan pemulihan jaringan telekomunikasi terus dilakukan bersama para operator seluler.
Ahli ITB Ungkap Gempa NTT Mirip Gempa Dahsyat 1992 Penyebab Tsunami, Apa yang Perlu Diwaspadai?
Berdasarkan pemantauan operator telekomunikasi melalui dashboard monitoring hingga pukul 07.00 WIB, sebanyak 200 site atau BTS teridentifikasi mengalami gangguan yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di NTT.
Wayan juga mengatakan, secara jumlah, site/BTS terdampak paling banyak berada di Kabupaten Sikka sebanyak 51 site/BTS, diikuti Kabupaten Ende sebanyak 31 site/BTS dan Kabupaten Flores Timur sebanyak 26 site/BTS.
Baca juga: Gempa M 7,7 Guncang NTT, Dompet Dhuafa Kerahkan Relawan lewat Jalur Darat dan Udara
Hingga pukul 07.00, terdapat 200 site terdampak bencana gempa dan sedang dalam proses pemulihan.
Tim Pemantauan Telekomunikasi (PMT) Komdigi melalui dashboard monitoring terus memperbarui kondisi jaringan.
Pemantauan juga dilakukan bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, dan para penyelenggara telekomunikasi.
Baca juga: Pulihkan Nadi Ekonomi Nelayan, Pidie Jaya Percepat Normalisasi Muara Krueng Meureudu
“Kondisi jaringan sangat dinamis setelah terjadi bencana. Karena itu, data terus kami perbarui berdasarkan laporan operator dan hasil pemantauan di lapangan. Begitu kondisi memungkinkan, penanganan teknis akan dilakukan pada site yang mengalami gangguan,” tuturnya.
Rincian kondisi infrastruktur telekomunikasi pada masing-masing kabupaten/kota adalah sebagai berikut:
- Kabupaten Sikka: 51 site/BTS terdampak dari 192 BTS eksisting atau 26,56 persen
- Kabupaten Ende: 31 site/BTS terdampak dari 118 BTS eksisting atau 26,27 persen
- Kabupaten Flores Timur: 26 site/BTS terdampak dari 161 BTS eksisting atau 16,15 persen
- Kabupaten Manggarai: 22 site/BTS terdampak dari 150 BTS eksisting atau 14,67 persen
- Kabupaten Manggarai Barat: 17 site/BTS terdampak dari 141 BTS eksisting atau 12,06 persen
- Kabupaten Manggarai Timur: 16 site/BTS terdampak dari 80 BTS eksisting atau 20,00 persen
- Kabupaten Ngada: 13 site/BTS terdampak dari 101 BTS eksisting atau 12,87 persen
- Kabupaten Nagekeo: 11 site/BTS terdampak dari 73 BTS eksisting atau 15,07 persen
- Kabupaten Lembata: 10 site/BTS terdampak dari 73 BTS eksisting atau 13,70 persen
- Kabupaten Timor Tengah Utara: 3 site/BTS terdampak dari 134 BTS eksisting atau 2,24 persen
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Batas akses KARIN
Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.
Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.
Khusus Member
Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member
Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.
Indonesia Berada di Kawasan Cincin Api, Gempa NTT Jadi Sorotan Internasional