Google Hilangkan Watermark di Foto dan Video AI Gemini, Sediakan Tombolnya - Kompas
KOMPAS.com - Google menghadirkan opsi baru bagi pengguna yang ingin menghapus penanda (watermark) yang terlihat dari konten buatan AI Gemini.
Melalui tombol pengaturan baru, pengguna nantinya bisa memilih apakah ingin menampilkan atau menghilangkan watermark pada hasil generasi AI, termasuk foto, video, dan lagu.
Opsi tersebut menjadi bagian dari pendekatan baru Google dalam memberikan label pada konten yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan.
Pasalnya, keberadaan watermark yang terlihat dapat mengganggu penggunaan konten untuk kebutuhan kreatif maupun profesional.
Cara Ganti Foto KTP 2026 dan Syarat Penggantian
Baca juga: Google Rilis AI Gemini 3.7 Flash, Cuma Selisih 3 Minggu dan Harganya Murah
Baca Juga :
Untuk diketahui, watermark pada konten yang dihasilkan Gemini biasanya muncul dalam bentuk ikon bintang kecil (sparkle) khas Google AI.
Ikon tersebut umumnya ditempatkan di sudut kiri bawah gambar atau video, menunjukkan bahwa konten tersebut dibuat atau diedit menggunakan AI Gemini.
Josh Woodward, Wakil Presiden Google untuk Gemini, mengumumkan opsi pengaturan baru tersebut melalui unggahan di platform X (sebelumnya Twitter).
Baca juga: iPhone dan HP Android Akhirnya Akur, Bisa "SMS-an" Gratis
Menurut Woodward, tombol untuk menonaktifkan watermark yang terlihat di foto, video, dan lagu akan tersedia pada sejumlah model AI Google, seperti Nano Banana, Omni, dan Lyria.
Pengaturan tersebut disebut akan tersedia langsung di Gemini dan editor video AI Google, Flow. Sementara itu, opsi serupa untuk Google Search juga bakal disediakan.
Watermark AI tetap ada, tapi tidak terlihat
Meski Google memberikan pilihan untuk menghapus watermark yang terlihat, bukan berarti seluruh penanda bahwa sebuah konten dibuat oleh AI akan ikut dihapus.
Dalam unggahannya, Woodward menjelaskan bahwa watermark tak terlihat bernama SynthID tetap disematkan pada konten hasil generasi AI mereka. Metadata yang berkaitan dengan standar C2PA juga tetap dipertahankan.
Baca juga: Teks Buatan Claude Bakal Diberi Watermark Tersembunyi
"Kami berusaha menyeimbangkan kontrol kreatif dan keamanan. Meski watermark yang terlihat kini bersifat opsional, watermark tak terlihat SynthID dan metadata C2PA tetap digunakan untuk transparansi," kata Woodward.
Ia menambahkan, pengguna tetap dapat memanfaatkan Gemini atau Google Search untuk memeriksa apakah sebuah gambar dibuat menggunakan AI.

Lihat Foto
Tombol untuk mengaktifkan atau menonaktifkan watermark tersebut akan digulirkan Google dalam beberapa hari ke depan.
Setelah tersedia, pengguna dapat menemukan fitur ini melalui menu Settings > Media Watermark. Pada menu tersebut, akan muncul opsi untuk menyalakan (on) atau menon-aktifkan (off) watermark.
Selain memberikan opsi baru untuk menghapus watermark di foto dan video, Google juga memperkenalkan pustaka (library) open source baru bernama Credentio.
Baca juga: AI Google Gemini Terbaru Bisa Hapus Watermark, Ini Kata Google
Pustaka tersebut ditujukan bagi pengembang yang ingin menyematkan mekanisme validasi secara lokal ke dalam aplikasi mereka, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Techcrunch.
Adapun kebijakan Google yang memungkinkan pengguna menghapus watermark yang terlihat pada konten buatan model AI mereka, berbanding terbalik dengan perusahaan kecerdasan buatan Anthropic.
Sebelumnya, Anthropic mengumumkan rencana mereka untuk menyertakan watermark tersembunyi pada teks dan file (gambar) yang dihasilkan model AI mereka, Claude.
Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam memenuhi regulasi Uni Eropa (UE). Informasi lengkapnya dapat dibaca melalui link berikut ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Cara Menghapus Akun Google, Ada Beberapa yang Harus Diperhatikan