Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured ITB Kesehatan Spesial

    ITB Gandeng Perusahaan China Kembangkan Riset Robotika Medis dan Teknologi Bedah - Netral News

    1 min read

     

    Dengarkan berita favorit Anda saat bepergian, bekerja, atau beristirahat dengan fitur Putar Suara. Putar SuaraStop Suara

    JAKARTA - Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi medis asal China, Shanghai Microport MedBot (Group) Co., Ltd., untuk memperkuat penelitian dan pengembangan (litbang) di bidang robotika medis. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (29/7).

    Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Lavi Rizki Zuhal, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut mencakup pelaksanaan berbagai program penelitian bersama, termasuk rencana pembentukan pusat riset yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan di lingkungan ITB.

    Menurut Zuhal, kolaborasi ini sejalan dengan upaya ITB dalam memperkuat pengembangan sektor kesehatan berbasis teknologi, khususnya robotika medis. Ia menegaskan bahwa kampus tersebut siap mendukung lahirnya riset dan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan Indonesia di bidang teknologi kesehatan.

    Kemitraan ini juga dinilai mendukung agenda pemerintah dalam mempercepat pengembangan teknologi kesehatan nasional, termasuk pengembangan sistem bedah robotik. Kehadiran kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem penelitian kesehatan, sekaligus mendorong inovasi dan transformasi layanan kesehatan di Indonesia.

    Shanghai Microport MedBot diketahui memiliki jaringan bisnis di puluhan negara dan aktif mengembangkan berbagai teknologi robotika untuk kebutuhan medis. Bersama sejumlah mitra internasional, perusahaan tersebut juga mengembangkan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI), telesurgery atau bedah jarak jauh, serta pemanfaatan teknologi komunikasi satelit guna mendukung layanan kesehatan modern.

    Direktur Shanghai Microport MedBot, Chao He, menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan riset sekaligus penerapan teknologi telesurgery pada masa depan. Ia optimistis kolaborasi dengan ITB yang memiliki kapasitas kuat dalam riset dan rekayasa teknologi akan menghasilkan berbagai terobosan baru di bidang robotika medis.

    Komentar
    Additional JS