Jangan Keseringan Tutup Aplikasi di Latar Belakang HP, Ini Efeknya - Kompas
KOMPAS.com - Sebagian pengguna mungkin sering menutup aplikasi di latar belakang supaya performa HP lebih kencang dan turut menghemat baterai. Akan tetapi, kebiasaan menutup aplikasi background sejatinya tak perlu sering dilakukan.
Sebab, aplikasi yang diletakkan di background pada dasarnya dapat membantu kinerja HP menjadi lebih efisien. Sering menutup aplikasi di latar belakang HP justru bisa membuat HP bekerja lebih ekstra sehingga memengaruhi konsumsi baterai. Ini penjelasan lengkapnya.
Baca juga: Jangan Colok Kabel Cas ke HP Dulu Baru Adaptor ke Stopkontak, Ini Risikonya
Menutup aplikasi background bikin boros baterai HP
Halaman latar belakang HP pada dasarnya dibuat untuk memudahkan pengguna mengakses aplikasi. HP jadi tidak perlu memuat aplikasi dari proses awal ketika aplikasi tersimpan di halaman latar belakang.
Pengguna jadi bisa lebih cepat membuka aplikasi dan beralih dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya melalui halaman latar belakang. Akan tetapi, aplikasi-aplikasi yang berada di latar belakang kerap dinilai bisa banyak mengonsumsi baterai HP jika dibiarkan.
Baca Juga :
Hp Hilang? Ini Langkah yang Harus Dilakukan Pertama Kali
Aplikasi background dianggap masih aktif. Dengan demikian, HP bakal tetap memprosesnya sehingga daya akan terkonsumsi terus. Hal ini membuat aplikasi latar belakang dipercaya dapat menyebabkan baterai HP lebih boros.
Baca juga: 2027, Smartphone di Eropa Wajib Pakai Baterai Lepas-Pasang
Alhasil, munculah keyakinan jika menutup aplikasi latar belakang bakal menghemat baterai HP. Akan tetapi, keyakinan tersebut tidak benar. Menutup aplikasi latar belakang bakal menambah beban kerja HP yang akhirnya membuat konsumsi baterai lebih besar.
HP atau smartphone saat ini sudah memiliki mekanisme pengelolaan RAM (Random Access Memory) yang cerdas. Sebagai informasi, RAM adalah memori penyimpanan data sementara yang digunakan untuk menjalankan aplikasi atau program.
Sistem HP saat ini sudah bisa mengelola RAM secara cerdas sambil tetap menyimpan beberapa aplikasi di dalamnya. RAM di HP bisa berhenti memproses aplikasi yang ada di latar belakang.
Baca juga: Tips dan Trik biar Hasil Foto dan Video Flexing Lari Makin Maksimal
RAM bakal bisa fokus untuk digunakan hanya pada aplikasi yang saat itu terbuka atau sedang digunakan. Dengan mekanisme ini, HP tidak akan membiarkan aplikasi yang tidak dipakai atau berada di latar belakang untuk memengaruhi kinerjanya, dikutip dari Makeuseof.
Jadi, HP bisa beristirahat memproses aplikasi-aplikasi yang ada di latar belakang. Dengan begitu, aplikasi latar belakang yang tidak diproses tak akan mengonsumsi daya.
Lantas, apa yang terjadi jika menghentikan aplikasi latar belakang? Menutup aplikasi background sebenarnya malah memiliki efek yang sebaliknya, yakni berpotensi membuat baterai menjadi lebih boros.
Baca juga: Kok Baterai HP Sekarang Tak Bisa Dilepas Sendiri, Ini 3 Alasannya
Saat aplikasi background ditutup total dan dibuka kembali, prosesor HP perlu bekerja lebih ekstra untuk bisa memuat atau memprosesnya dari awal. Padahal, aplikasi di latar belakang bisa mempersingkat proses loading dari prosesor tersebut.
Dengan beban kinerja yang lebih ekstra, baterai HP bakal lebih cepat habis. HP pintar saat ini sudah bisa memahami aplikasi mana yang harus tetap berfungsi dan mana yang harus ditutup. Aplikasi bisa berhenti otomatis dari memori saat tidak digunakan jika RAM penuh.
Membiarkan aplikasi di latar belakang justru bisa mempercepat pengguna untuk mengaksesnya. HP bisa langsung memuat aplikasi di latar belakang dengan cepat karena tidak perlu menjalankan proses loading dari awal.
Baca juga: Mengapa HP Android dan iPhone Wajib Restart Rutin?
Di sisi lain, menutup aplikasi di latar belakang terus-terusan malah bisa menambah beban kinerja HP, yang akhirnya berujung membuat konsumsi daya baterai lebih besar.
Dengan dampak tersebut, pengguna tidak perlu menutup aplikasi di latar belakang terus menerus dengan harapan bisa membuat baterai HP lebih hemat. Menutup aplikasi background bisa dilakukan di kondisi tertentu.
Lantas, kapan harus menutup aplikasi di latar belakang? Jika tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, silakan simak penjelasan di bawah ini mengenai waktu atau kondisi yang tepat untuk menutup aplikasi latar belakang.
Baca juga: Mengapa HP Terasa Panas saat Main Game atau Nonton Video Lama?
Kapan harus menutup aplikasi background?
Meski menutup aplikasi background tidak membuat HP kencang, tidak berarti pengguna tidak boleh melakukannya. Ada beberapa kondisi yang memungkinkan pengguna buat menghapus aplikasi background.
Salah satu kondisi yang memungkinkan pengguna buat menutup aplikasi di latar belakang adalah ketika aplikasi macet atau mengalami gangguan. Pengguna bisa menutupnya secara total dan membukanya kembali untuk menyegarkan sistem aplikasi yang mengalami gangguan.
Kemudian, pengguna juga bisa menutup aplikasi yang dapat terus berjalan di latar belakang jika sudah tidak digunakan. Aplikasi ini misalnya aplikasi peta dan navigasi yang dapat mengakses fitur GPS terus menerus.
Selain itu, pengguna juga bisa menutup aplikasi di latar belakang untuk aplikasi yang benar-benar tidak dipakai. Tujuannya agar halaman latar belakang tidak terlalu bertumpuk aplikasi sehingga membingungkan buat dilihat.
Pengguna bisa menutup aplikasi di latar belakang dengan kondisi-kondisi di atas. Pengguna tidak disarankan buat terus menerus menutup aplikasi latar belakang dengan harapan dapat meningkatkan kinerja HP.
Baca juga: Baru Ganti HP? Jangan Lewatkan Pengaturan Ini agar Baterai Tak Cepat Habis
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang