Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Featured Gadget Smartphone Spesial Tips & Tricks

    Kok Baterai HP Sekarang Tak Bisa Dilepas Sendiri, Ini 3 Alasannya - Kompas

    7 min read

     

    KOMPAS.com – Coba ingat-ingat, kapan terakhir kali kamu punya smartphone dengan baterai yang bisa dilepas?

    Kalau kamu masih pengguna smartphone selama 10 tahun terakhir, jawabannya kemungkinan besar sudah lupa. Sebab hampir semua smartphone modern saat ini punya baterai yang tertanam permanen di dalam bodi. Tidak bisa dicopot, tidak bisa diganti sendiri.

    Padahal dulu, sekitar 10 sampai 15 tahun yang lalu, hampir semua ponsel punya baterai yang bisa dilepas. Pengguna tinggal buka penutup belakang, keluarkan baterai lama, masukkan baterai baru, tutup lagi.

    Kalau baterai sudah mulai lemot, tinggal beli yang baru. Kalau ponsel tiba-tiba mati saat sedang bepergian, tinggal ganti dengan baterai cadangan yang biasanya dibawa di dalam tas. Selesai.

    Cara Mengatasi HP Panas

    Lalu apa yang membuat produsen smartphone kompak meninggalkan desain baterai lepasan tersebut? 

    Alasan utama produsen smartphone meninggalkan desain baterai lepasan sebenarnya cukup sederhana. Terlalu mahal untuk dipertahankan.

    Konsumen ingin ponsel yang tipis dan berbahan aluminium atau kaca. Punya fitur canggih seperti wireless charging dan kamera resolusi tinggi. Dan yang terpenting, harganya masuk akal.

    Semua keinginan itu sulit dipenuhi kalau baterainya harus bisa dilepas.

    Untuk membuat baterai bisa dilepas, produsen harus menyediakan penutup belakang yang mudah dibuka. Konektor baterai yang bisa dipasang-lepas berkali-kali. Ruang tambahan untuk mekanisme kunci penutup. Semua ini menambah biaya produksi.

    Ketika produsen mulai menyegel baterai di dalam ponsel, mereka bisa memakai material yang lebih tahan lama. Bisa menambahkan fitur-fitur canggih dan mendesain ponsel yang lebih tipis. Semua sekaligus, dengan harga yang tetap kompetitif.

    Salah satu keuntungan paling nyata dari baterai tertanam adalah anti-air.

    Ketika ponsel didesain tanpa celah atau engsel untuk mengakses baterai, air jadi lebih sulit masuk ke dalam. Ini yang membuat mayoritas smartphone modern punya rating tahan air, sesuatu yang mustahil dilakukan dengan desain baterai lepasan.

    Dulu, mencelupkan ponsel ke dalam air sama saja dengan bikin rusak HP dengan sengaja. Sekarang, banyak flagship smartphone tetap berfungsi normal meski jatuh ke dalam bak mandi atau kena hujan lebat.

    Perubahan ini terjadi berkat desain unibody alias satu kesatuan yang tidak bisa dibongkar.

    Baca juga: 13 HP Android dengan Baterai 6.000 mAh - 9.000 mAh, Harga mulai Rp 1 Jutaan

    Bikin susah maling

    Yang mungkin jarang disadari, baterai tertanam juga jadi keuntungan besar dari sisi keamanan.

    Kalau ponsel dicuri, pemiliknya sekarang punya banyak cara untuk melacaknya. Fitur seperti Find My iPhone milik Apple, atau Find My Device milik Google, bisa terus melacak lokasi ponsel selama baterainya masih ada.

    Dulu, ini tidak mungkin. Pencuri tinggal membuka penutup belakang, mencabut baterai, dan ponsel jadi mati total. Pemiliknya jadi buta soal keberadaan ponsel curian.

    Sekarang, mencabut baterai bukan opsi lagi. Pencuri harus benar-benar merusak ponsel untuk mematikannya secara paksa. Yang tentu saja menurunkan nilai jual kembali ponsel curian.

    Fitur keamanan ini yang membuat pencurian ponsel jadi kurang menguntungkan bagi para pelaku kejahatan. Dan salah satu alasannya adalah desain baterai tertanam yang sekarang standar di semua ponsel modern.

    Baca juga: Jangan Colok Kabel Cas ke HP Dulu Baru Adaptor ke Stopkontak, Ini Risikonya

    Smartphone LG G4 dengan baterai lepas pasang.

    Lihat Foto

    Eropa siap-siap kembalikan baterai lepasan

    Meski banyak keuntungannya, ada juga sisi negatif dari baterai tertanam.

    Salah satu yang paling nyata, konsumen jadi terpaksa mengganti ponsel baru saat baterainya mulai rusak. Bukan cuma menggantinya sendiri seperti dulu.

    Ini jadi masalah lingkungan yang serius. Jutaan ponsel dibuang setiap tahun cuma karena baterainya sudah tidak awet. Padahal komponen lain seringkali masih dalam kondisi bagus.

    Suara-suara yang mendorong kembalinya baterai lepasan tidak pernah benar-benar hilang. Dan pada 2023, Uni Eropa akhirnya mengambil langkah tegas.

    Uni Eropa mengesahkan undang-undang baru yang mewajibkan baterai perangkat portabel harus didesain agar pemilik bisa melepas dan menggantinya tanpa alat khusus atau bantuan. Meski masih perlu alat yang tersedia secara komersial.

    Selain itu, baterai pengganti harus tetap tersedia setidaknya lima tahun setelah produksi model tertentu berhenti.

    Aturan ini akan mulai berlaku pada 2027, dan hanya berlaku di Eropa, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari BGR.

    Namun karena cara kerja produksi massal, model-model baru dengan baterai lepasan ini kemungkinan akan dijual juga di kawasan lain, termasuk Indonesia.

    Karena undang-undang ini menyebut "perangkat portabel", cakupannya jadi lebih luas dari sekadar ponsel. Bisa juga berlaku ke tablet, jam pintar, headphone nirkabel, dan sebagainya.

    Baca juga: Masih Bingung Cas HP Sampai 80 Persen atau 100 Persen? Ini Penjelasannya

    Celah untuk Apple

    Yang menarik, undang-undang Uni Eropa ini punya celah pengecualian yang cukup penting.

    Kalau sebuah perusahaan bisa memenuhi persyaratan tertentu, mereka bisa jadi tetap tidak wajib mengikuti aturan tersebut.

    Salah satu syaratnya, produsen harus bisa menjamin baterai tetap mampu menyimpan setidaknya 80 persen dari kapasitas maksimalnya setelah 1.000 siklus pengisian penuh.

    Apple mengeklaim baterai iPhone 14 ke atas sudah memenuhi standar ini. Sehingga secara teori, Apple bisa saja terbebas dari kewajiban membuat baterai iPhone bisa dilepas.

    Namun tentu tidak ada jaminan Uni Eropa akan setuju dengan logika Apple begitu saja. Apple mungkin harus menyediakan data ilmiah menggunakan fitur battery health iPhone untuk meyakinkan pejabat Uni Eropa.

    Kalau argumen Apple diterima, iPhone bisa jadi tetap punya baterai tertanam meski aturan baru berlaku. Kalau tidak, iPhone di Eropa mulai 2027 mungkin akan punya desain yang berbeda dari iPhone di kawasan lain.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Komentar
    Additional JS